
keesokan harinya
sesuai perintah Selly semalam,Andri tidak datang menemui nya sama sekali.
seharusnya pria itu lebih peka dengan keinginan istrinya, Selly memang tidak tahu kalau dia adalah istri kedua Andri.
jika tahu mungkin Selly akan menolak mentah-mentah pernikahan ini.
"lebih baik aku tak menikah saja,kalau harus seperti ini, umurku masih muda bahkan masih panjang perjalanan hidup ku,"gumam Selly yang sangat menyesal sudah menyetujui pernikahan nya dengan Andri.
Selly memutuskan menghubungi Rini sahabat nya itu,yang sekarang sudah kuliah di Jakarta juga.
sejak Rini tinggal di Jakarta dia belum bertemu sama sekali dengan sahabatnya itu, terakhir waktu dia menikah.
bahkan Rini sangat sibuk dengan kuliahnya dan Rini juga bekerja di tempat Bu Ida.
tok..tok..
Selly beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu dengan kondisi rambut yang acak-acakan, Selly yakin kalau yang mengetuk pintu apartemen nya pasti Rini.
"Selly, Gue bawain Lo sop daging kesukaan Lo nih buatan mbok Sri,"ujar rini yang melewati Selly begitu saja.
Rini masuk kedalam dapur untuk menyiapkan SOP daging kesukaan Selly.
"lain kali tidak usah menyiksa diri," Rini menyerahkan mangkok yang berisi sop untuk segera selly makan
"aku sangat senang karena bisa bertemu dengan mu setelah dua bulan lebih.bagaimana apa Lo sudah jatuh cinta padanya? selidik Rini yang membuat Selly tersedak.
Selly memukul pundak Rini dengan sangat kuat. kesal dengan pertanyaan Rini,bagaimana tidak kesal pertanyaan Selly yang sangat tidak masuk akal.
"kenapa Lo pukul gue?"gerutu Rini sembari meringis menahan nyeri di pundak nya.
"itu karena pertanyaan Lo yang ngga masuk di akal, bisa-bisanya Lo bertanya seperti itu? gerutu Selly sembari melipat kedua tangannya di dada.
jika ingat pertanyaan Rini ingin rasanya memukul kepala Rini.
saat ini dia sangat sedih karena harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai.
Rini meringis sambil menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal.
"kenapa Lo gak masuk kerja lagi?tanya Rini
Selly berjalan dengan kaki yang sedikit pincang untuk duduk di kursinya kembali.
__ADS_1
"kaki Lo kenapa?" tanya Rini sambil mengikuti Selly
"ada pertanyaan yang lain ngga?sahut Selly.
"dimana kak Andri?apakah dia masih sibuk bekerja? tanya Rini sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
plakk..
"ow..kenapa Lo jadi galak begini? tanya Rini.
Selly melepaskan sendal lalu memukul kepala Rini pelan.
kesal karena Rini kembali mengungkit pria itu di depannya, sudah sangat jelas kalau pernikahan mereka gagal.
"apa Lo mengejek gue? ucap Selly sembari melotot tajam kepada Rini.
Rini tidak tahu kalau selama menikah Selly, tidak bahagia bahkan selalu berdebat dan tidak pernah harmonis.
"siapa yang mengejek Lo sih? gue cuma bertanya tapi Lo malah marah."gerutu Rini sembari menghempaskan tubuhnya di sofa.
"entahlah apa gue bisa bertahan atau menyerah dengan pria menyebalkan yang tidak peka sama sekali,"terang Selly sembari memasang wajah sedih.
"hah, belum ada perubahan apa kalian tidak bisa membuka hati?tanya Rini dengan wajah terperangah.
"gue ngga tahu kalau pernikahan kalian seperti ini jadi kita semua berpikir kalau kalian sudah saling jatuh cinta.karena kalian adalah pasangan yang sangat serasi."ungkap Rini dengan wajah terheran-heran karena sudah dua bulan belum juga ada perubahan.
"habis ini temani gue jalan-jalan yuk? gue sangat bosan dirumah."tampaknya selly perlu pergi jalan keluar untuk tetap menjaga kewarasannya menghadapi suami yang sangat menyebalkan.
"hmmm ayo, tapi gue ngga begitu hapal dengan Jakarta."sahut Rini.
lalu Selly masuk kekamar nya guna mengganti pakaiannya, tiba-tiba dia bertanya kepada Rini soal Kantor suami nya itu.
"kenapa Lo tiba-tiba saja bertanya soal kantor laki Lo? selidik Rini
"cuma ingin tahu saja."ungkap Selly sembari memakai sepatu nya.
"ayo berangkat."ajak Selly dan rini pun mengikuti Selly dari belakang.
"sepertinya gue harus cari kerjaan lain, karena gue ngga mungkin terus menerus membebani bunda."terang Selly
"kenapa? apa Lo butuh uang? kan tinggal minta sama suami Lo? ujar selly
Selly mendelik sebal dengan ucapan sahabatnya itu, mereka menunggu taksi cukup lama akhirnya dapat juga.
__ADS_1
taksi yang di tumpangi nya pun perlahan berjalan menuju mall, rencananya Selly mengajak rini untuk nonton dan makan sepuasnya.
sampai di mall mereka berjalan menuju Cinemaxx, perlahan-lahan melihat film yang akan tayang hari ini.
tanpa sengaja Selly menangkap sosok suami nya sedang bergandengan tangan.
arah matanya tak henti memperhatikan pasangan yang sangat serasi tersebut.
"ughh semua laki-laki itu sama saja, mau punya istri secantik apa pun pasti akan ada wanita lain di luaran."gerutu Selly yang masih di dengar oleh Rini.
kenapa melihat suaminya dia merasa aneh bahkan merasa sakit hatinya.
dadanya terasa sesak,bahkan dunia berasa berhenti berputar.
Rini pun melihat arah mata Selly, kaget sangat kaget bahkan rini tidak menyangka.
Rini merasakan kesedihan yang dirasakan Selly,bahkan tidak menyangka bisa sesakit ini.
"aku sangat sedih."ucap Rini sembari memeluk tubuh Selly dengan bibir yang di majukan sedikit.
"Jangan memelukku."gerutu Selly dan mendorong tubuh Rini agar menjauh.
mereka memang seperti itu dari sekolah dulu kadang akur kadang berdebat tapi selalu merasa kangen jika berjauhan.
"kita kan selalu berpelukan kalau kita sedang sedih,saat tidur pun kita selalu berpelukan tapi kenapa sekarang Lo gak mau di peluk."gerutu Rini
"itu dulu karena gue belum punya suami,tapi sekarang gue sudah punya suami."kesal Selly
"iya itu suami sedang selingkuh."tunjuk Rini ke arah Andri
"suami? suami macam apa yang sedang asyik berselingkuh? cibir Rini.
"tidak usah cerewet, ayo kita nonton film horor saja."ajak Selly
"besok gue akan cari tahu tentang suami Lo? jadi tenang saja."ujar rini yang mengikuti Selly yang mengantri tiket.
"semakin hari, semakin cerewet saja? apa semenjak kuliah atau Lo salah masuk fakultas."gerutu Selly
"mungkin karena terkontaminasi oleh polusi Jakarta jadi agak berubah."sahut Rini
Selly hanya mendengarkan saja , hati nya sedang tidak baik-baik saja bahkan ingin rasa nya dia memaki Andri bila perlu mengacak-acak wajah pria dingin itu.
saat menonton film pun Selly nampak tidak fokus bahkan sangat gelisah, membuat Rini kesal.
__ADS_1
"kalau Lo mau nglabrak suami Lo, ayo gue bantuin? ajak Rini saling kesalnya karena percuma menonton tapi pikirannya kemana-mana.