
kepulangan Indri ke Jakarta membuat Andri sedikit lega karena dia ingin memperbaiki hubungan kakak dan adik yang memburuk di empat tahun ini.
"apa kabar adikku? sapa Andri
"seperti yang kau lihat,, aku baik-baik saja!! jawab Indri dengan senyuman.
"semakin dewasa saja kau sekarang? apa sudah siap dengan hubungan mu dan Hary?tanya Andri
"sangat siap dan kita sudah membicarakan sejak lama."sahut Indri.
mereka berdua saling bertukar cerita bahkan Indri menyindir kakak nya yang belum mempunyai bayi juga.
"apa kau masih bertukar pesan dengan Selly? tanya Andri
"apa harus aku menjawab nya? timpal Indri
"aku hanya ingin tahu saja..dan dia seperti hilang ditelan bumi ..pergi tanpa jejak."tutur Andri yang menundukan wajah nya.
"pernikahan yang di paksakan akan begini akhirnya.. harusnya kau bisa mengambil hati orang yang sangat baik itu."ungkap Indri
dan Andri hanya terdiam bahkan sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"apa anak kau sudah siap? Indri."tanya papa nya Indri
"sudahlah pah!! hahahaha.."jawab Indri
"ngga terasa sudah dewasa ternyata anak papa."ucap papa Indri
"masa harus kecil terus sih pah."Indri pura-pura cemberut..
"dimana Hary? tanya mama Indri
"sebentar lagi sampai mah!! sabarlah.."sahut Indri
"dimana Karin? tanya mama Indri ke Andri
"nanti dia akan datang."jawab Andri.
sementara itu di tempat Selly sedang berdebat dengan anak-anak nya.
"ayolah cella kan bisa kamu bantu mommy? ujar Selly
"mommy aku sangat lelah hari ini dan aku malas sekali mandi."sahut cella.
"sejak kapan kau menjadi jorok!! mommy Malas dekat dengan mu."ledek Selly.
"hmmm sejak jadi anak mommy!! timpal cella.
"Mom..apa aku bisa bicara sebentar? cello datang dan menyela pembicaraan Selly dan cello.
"ada apa Cello? hmmm."tanya Selly dengan lembut
"apa aku bisa menelpon Oma Ida.karena aku ingin bicara dengan opa Jhon!!jawab cello.
Selly langsung mengambil ponsel nya dan memberikan ke cello.
__ADS_1
"ini telponlah atau kau mau video call dengan opa dan Oma mu? ujar Selly
"biar aku saja mom."sahut cello.
cello sedang melakukan panggilan telpon dengan Oma Ida sedangkan Selly sedang mati-matian membujuk cella untuk mandi.
"dimana adikmu? cello? tanya Oma Ida.
"dia sedang di bujuk mommy karena cella tidak mau mandi!!ujar cello
"apa kalian tidak merindukan Oma? tanya Bu Ida
"justru Oma dan opa tidak merindukan kami."cebik cello
"Minggu depan Oma akan kesana ya? seru Bu Ida.
"apa benar itu Oma? atau Oma sedang membujuk ku, maaf aku bukan anak kecil."terang cello
Oma Ida langsung tertawa terbahak-bahak.
"hai bocah kau sama dengan mommy mu ya!! ujar Bu Ida
"oh tentu karena aku anak nya."timpal cello
"ya..ya..ay..aku tahu itu."sahut Bu Ida
"apa kau ingin bicara dengan opa Jhon? tawar Bu Ida
"mmmm sepertinya tidak terlalu penting jika aku bicara dengan opa!? biar dia saja yang mencari ku."sahut cello
"baiklah boy!! apa uncle mu sering datang? hmmmm."tanya Oma Ida.
"ya itu lah uncle mu tapi dia sangat sayang dengan kalian jadi jagalah mommy mu."pinta Bu Ida.
"tentu aku akan menjaga mommy ku!! dan Oma jaga kesehatan karena Oma sudah tua."terang cello
"ya..ya..kau masih kecil seperti orang dewasa saja."ujar Bu Ida.
"aku bukan anak kecil lagi dan aku sudah bisa menjaga mommy ku."tegas cello
"bagus kalau kau bisa menjaga mommy dan adikmu,,dan tunggu Oma akan datang Minggu depan."tutur Bu Ida
"ya sudah aku tunggu dan aku matikan dulu ponsel nya.bye Oma."ucap cello.
setelah selesai berbicara dengan Oma Ida,cello pun mengembalikan ponsel tersebut ke mommy nya.
ting.tong..ting.tong..
"cello apa kau bisa membuka pintu? mungkin itu uncle mu?teriak Selly
"iya Mom..aku akan melihatnya."seru cello
cello pun turun ke bawah untuk Melihat siapa yang bertamu kerumahnya di malam begini.
"hallo boy selamat malam..apa ada nona Selly!! sapa Adams.
__ADS_1
cello memperhatikan Adams dari atas sampai bawah dan Adams sedikit Bingung dengan perlakuan cello.
"kau ingin bertemu dengan mommy ku? apa kau sudah buat janji? selidik Adams.
"wow jadi kau putra nya nona Selly? apa bisa berkenalan dengan mu? nama ku Adams dan aku satu kantor dengan mommy mu."terang Adams
"boleh uncle..nama ku cello."sambil menjabat tangan Adams
membuat Adams terkekeh geli.
"cello apa kau mempunyai adik? selidik Adams
"iya kami kembar dan aku adalah penjaga mommy serta adikku cella."terang cello
"penjaga? apa Daddy mu tidak disini!! apa sedang keluar kota? Adams semakin penasaran.
"kami tak perlu Daddy jadi kami cukup bahagia hidup bertiga."ungkap cello.
"menarik sekali bocah ini."gumam Adams.
"cello apa itu uncle Rio?? dengan aunty Nana!! teriak Selly dari dalam.
"bukan mom..dia teman mu!! teriak cello
Selly pun akhirnya turun dan berjalan menuju ruang tamu.
"tuan Adams selamat malam!! apa ada yang bisa saya bantu."tanya Selly yang kaget Adams datang kerumahnya.
"oh aku hanya lewat dan ingin memesan cake."ucap Adams.
"baiklah uncle aku tinggal dulu dan waktu uncle dirumah ku hanya 20 menit saja untuk basa-basi nya."ujar cello dan membuat adams kaget.
"oh baiklah boy,,aku tidak akan lama-lama bertamu."ucap Adams.
"oh maaf tuan Adams.. seperti ini lah putra saya jadi saya harap tuan Adams bisa memahami nya."terang Selly
"tidak apa-apa nona Selly saya mengerti dan aku hanya ingin besok kau buatkan cake saja dan makan siang."ujar Adams.
"baiklah akan aku buatkan untuk mu,besok pagi sudah akan di antar keruangan mu.tuan!!"seru Selly.
Adams pun terdiam dan melihat ke sekeliling rumah Selly nampak sepi.
tiba-tiba cella turun dan mendekati mommy nya tapi langkahnya terhenti karena melihat Adams.
"hai cella beri salam untuk uncle Adams."pinta Selly.
"hallo uncle nama ku cella dan ada apa uncle menemui mommy ku? sapa cella.
selly hanya bisa menarik nafas panjang saja melihat putra putri nya yang sangat ingin menjaga nya.
"hai anak cantik,oh uncle hanya akan memesan cake dan makan siang saja!? sahut Adams
"apa uncle ada yang lain? sepertinya uncle menyukai mommy ku? selidik cella
membuat Adams terkekeh dan menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"sudah ku duga."Gumam cella.
Selly pun menepuk jidatnya melihat kelakuan cella.