
Selly dan Rini sangat puas setelah menonton dan makan sepuasnya hari ini.
bahkan mereka sampai menonton film sebanyak dua kali.
Rini pun mengajak Selly berkeliling ke toko buku juga, karena Rini yakin bisa terobati dengan buku.
"akhirnya otakku lebih segar, dengan membeli beberapa buku bisa membuat ku lupa dengan masalah ku."gumam Selly.
Selly pun kembali ke apartemennya seorang diri karena Rini harus pulang kerumah Bu Ida.
Selly tidak bisa menahannya karena hari juga sudah malam, dia tidak yakin kalau Rini mau menginap di apartemen nya.
Selly buru-buru keluar dari lift karena ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.
kakinya berasa pegal sekali karena menjelajahi mall dari lantai satu sampai lantai 4.
Selly terlonjak kaget hingga tubuhnya hampir terjengkang ketika melihat Andri sudah ada di depan pintu apartemennya.
"untuk apa kau ada datang kesini?"tanya Selly wajahnya seketika langsung menegang,tidak ada senyum di bibirnya seketika dia mengingat kejadian tadi di mall.
"oh, aku kesini hanya ingin melihatmu apa kau baik-baik saja. ini aku juga membawakan mu pizza untuk makan malam mu."Andri menyodorkan kotak pizza yang tadi dia beli di mall.
"tidak perlu repot-repot karena aku sudah makan diluar tadi, dan sebaiknya kau berikan saja pizza itu ke wanita yang tadi kamu ajak berbelanja di mall xx."tolak Selly yang masih kesal bahkan dia baru merasakan yang namanya sakit gak berdarah.
tak pernah terbayangkan bakalan merasakan jadi seorang istri yang di selingkuhi suami nya sendiri, dia pikir hanya ada di sinetron saja.
"ambillah ngga baik menolak makanan? Andri tetap memaksa karena dia pikir wanita akan pura-pura kenyang padahal lapar.
Selly hanya mencebikkan bibirnya,ingin menolak tapi aroma pizza sudah menusuk hidung penciumannya.
"apa kau dari mall xx? kenapa kau tidak menghampiri ku jika melihat Ku disana? tanya Andri
"untuk apa? untuk mempermalukan diri sendiri? ujar Selly dengan ketua, wajah nya sama sekali tidak enak di lihat.
"terserah apa saja menurut mu, tapi sesuatu hari nanti jika kau sudah bisa berdamai dengan ku, aku akan menceritakan tentang kehidupan ku. istirahatlah, malam ini aku tidak akan tidur di sini."ujar Andri lalu berjalan meninggalkan Selly.
Selly menghentakkan kakinya ke lantai karena geram memiliki suami yang tidak peka dengan nya bahkan Andri sama sekali tidak membujuknya.
__ADS_1
lebih baik hidup seorang diri daripada harus merasakan sakit hati.
lalu Selly masuk kedalam apartement nya dengan menutup pintu sangat keras sekali.lalu berjalan menuju kamar nya sambil menggerutu.
sebelum nya dia meletakkan pizza di atas meja makan lalu dia menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya.
"suami macam apa? bisa-bisa aku akan tekanan bathin, entah berapa wanita simpanan nya? ternyata bukan hanya uang yang dia simpan tapi mungkin istri pun banyak dia simpan."gerutu Selly sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Selly berpikir untuk mencari kerjaan yang lebih baik lagi, karena kalau tetap bekerja di tempat Bu Ida akan selalu banyak pertanyaan tentang rumah tangga nya.
tapi pekerjaan apa yang bisa membagi waktu dengan jadwal kuliahnya yang sangat padat ini.
uang tabungan dari gaji yang dia peroleh selama kerja dengan Bu Ida sudah hampir habis untuk biaya masuk kuliah.
"hanya tinggal sedikit lagi uang ku, hanya cukup untuk ongkos dan makan selama tiga bulan kedepan"gumam Selly.
...****************...
mentari pagi sudah masuk melalui celah jendela kamar , Selly terbangun setelah mendengar panggilan masuk dari ponselnya.
"hallo"sapa selly dengan suara serak khas bangun tidur
Indri heran karena tidak biasanya Selly bangun kesiangan, apa kakaknya tidak membangunkan kakak ipar nya untuk berangkat kuliah.
"iya aku bangun kesiangan, sebentar lagi aku akan berangkat dan kebetulan aku ada dosen di jam kedua."terang Selly yang langsung mematikan sambungan telponnya sepihak.
"Selly, Selly..uh enak saja main dimatikan saja."gerutu Indri
setelah telpon di matikan sepihak oleh Selly, Indri merasa kesal sekali bahkan terlihat berkali-kali dia mengumpat tidak jelas.
Selly berangkat kekampus dengan tergesa-gesa, bahkan sampai di kampus sudah beberapa kali dia menabrak mahasiswa lain dengan lengan nya. bahkan sudah berkali-kali mengucapkan maaf.
"aku dengar kau mencari pekerjaan? tanya Indri
"iya aku butuh kerjaan untuk mengisi waktu luang ku,"ujar Selly yang sedikit berbohong.
"jadi benar kau ingin bekerja? apa kau mau menjadi assisten, jika kau mau maka aku akan coba katakan pada papa karena papa sedang membutuhkan assisten tapi jika tidak maka papa akan mencari orang lain."ungkap Indri
__ADS_1
Selly sempat terdiam karena dia harus bekerja dengan mertuanya sendiri, dia mulai berpikir beberapa saat.
"baiklah aku mau, tapi tidak hari ini kan aku harus menghadap papa mertua."tanya Selly
"papa butuh cepat, tapi baiklah aku akan beritahukan kepada papa kalau kamu bersedia untuk datang besok kekantor."terang Indri
Selly pun menghela nafas lega, karena dia msih punya waktu untuk menyiapkan semua yang akan di perlukan oleh perusahaan mertuanya.
dan dia juga bisa datang kerumah Bu Ida untuk menjelaskan kalau dia akan bekerja di perusahaan mertua nya.
"baiklah, Indri kalau begitu aku pulang dulu ya? karena aku mau kerumah Bunda Ida dahulu."terang Selly
Indri pun memahaminya tapi Indri merasa kalau sedang ada yang di sembunyikan oleh Selly.
"ya sudah sampai bertemu besok ya."pamit Indri dan Selly hanya melambaikan tangan nya saja.
tibalah Selly dirumah Bu Ida, dia melihat kesekeliling rumah Bu Ida agak sepi.
selly pun masuk ke bagian belakang rumah nampak di sana para pekerja sedang membuat kue.
assalamualaikum.."sapa selly
semua pun serempak menjawab sapaan Selly
"neng Selly mau mencari nyonya ya? tanya mbok Sri
"iya mbok, tapi kalau sedang istirahat tidak usah di ganggu"ujar Selly.
"kata siapa bunda sedang istirahat? tiba-tiba Bu Ida sudah muncul dari pintu depan.
"bunda,.apa kabarnya."Selly memeluk dan mencium Bu Ida dengan hangat nya.
"baik dan kabarmu bagaimana? apa kuliah mu lancar?tanya Bu Ida
"alhamdulilah lancar Bun, bahkan ada yang Selly mau bicarakan dengan bunda."tutur Selly
"mertua mu sudah menceritakannya tadi lewat telpon, kalau kamu besok akan menjadi assisten di perusahaan nya."sahut Bu Ida
__ADS_1
berarti tidak perlu bersusah payah untuk menjelaskannya ke Bu Ida, bahkan Selly hanya berpamitan saja.