
file-file yang tadi di bawa oleh Andri sudah selesai dikerjakan oleh Selly.
Selly di minta mengantarkan file-file tersebut keruang meeting.
sambil berjalan dia terus saja menggerutu tanpa di sadari dari arah berlawanan seorang pria jalan tergesa-gesa tanpa melihat kekanan atau kekiri lagi.
bahkan lelaki tersebut jalan hanya menundukkan kepala saja karena sibuk dengan gadget nya.
dia bahkan tidak menyadari Selly yang sedang berjalan satu arah dengannya.
bugh..
tabrakan tidak bisa dihindarkan lagi, seketika file-file di tangan Selly Langsung berhamburan ke lantai.
bahkan file tersebut berterbangan di atas kepala Selly yang membuat Selly marah sekali.
Selly sempat syok beberapa detik karena melihat kertas yang berserakan di lantai bahkan tubuhnya membeku melihat kertas yang benar-benar jatuh tak beraturan.
"apa kau buta tidak melihat jalan dan tidak melihat gue membawa tumpukan berkas,hah.. Lo ngga lihat itu kertas harus gue susun sesuai file-file nya lagi? siapa yang mau tanggung jawab kalau sudah begin?"bentak Selly yang membuat pria tampan tersebut menganga karena baru kali ini dia di maki-maki wanita di depan orang banyak.
"maaf tadi aku terburu-buru bahkan aku tidak melihat kamu jalan didepan ku,karena aku di tunggu di ruang meeting dan sudah terlambat."lalu pria tampan tersebut berjongkok memunguti berkas yang berserakan tersebut.
bahkan pria tersebut mengambil dengan tergesa-gesa tanpa menyusun lagi.
rapat akan di mulai beberapa menit lagi membuat Selly semakin geram.
"maaf kau bilang? kau pikir dengan kertas berserakan begini bisa dengan kata maaf bisa selesai? apa kau juga ngga berpikir dampaknya terhadapku? bentak Selly dengan emosi yang menggebu-gebu.
__ADS_1
baru mulai bekerja lagi nasib soal berpihak kepadanya.
"jika kau mau memaki ku, bisa lanjutkan nanti nona? karena aku sudah di tunggu di ruang meeting."pria itu berdiri dan hendak meninggalkan Selly tapi dengan satu kaki Selly mengganjal pria itu sampai terjatuh di lantai.
"tidak semudah itu kau lari dari tanggung jawab mu, aku kena marah dan kau pun harus merasakan hal yang sama.. cepat kau bereskan atau kau akan menyesal dan kaki mu aku buat tidak berjalan sebelah "ancam Selly lalu pria tampan tersebut pun mengikuti perintah Selly.
sementara Andri nampak gelisah karena 10 menit lagi rapat akan dimulai tapi Selly belum datang juga membawakan berkas yang dia minta.
berkali-kali Andri mengetuk jarinya di atas meja sambil menatap arah pintu masuk tapi belum ada tanda-tanda Selly datang.
"kemana bocah itu? kenapa belum datang membawakan berkas yang aku pinta."gumam Andri nampak gelisah berkali-kali dia berdiri lalu duduk lagi.
"pak apa rapat masih lama di mulai? apa masih ada yang kita tunggu lagi? tanya salah satu manager penjualan.
"iya ada bagian manager cabang yang belum datang, mungkin agak sedikit telat."sahut Andri yang sebenarnya menunggu istrinya itu.
bahkan pria tersebut terlihat kaki nya berjalan agak di seret dan wajahnya sesekali meringis menahan sakit.
"maaf saya terlambat dan ini berkas yang pak Andri tunggu? seru pria tersebut sambil menyodorkan berkas ke Andri dan Andri langsung meminta kiki untuk membagikannya.
Andri nampak matanya mencari seseorang tapi tidak dia temukan
"kemana Selly pergi? "gumam Andri yang pikirannya tiba-tiba mencari sosok istri nya ada rasa cemburu tiba-tiba menyeruak didalam hatinya tapi dia harus fokus memimpin rapat akhir tahun.
sementara Selly sedang asyik diruangannya menonton drama Korea kesukaannya sambil dia belajar karena sorenya dia akan masuk kuliah.
Indri masuk keruangan selly tanpa mengetuk pintu lagi bahkan adik iparnya menyerahkan beberapa tugas yang dia tidak paham.
__ADS_1
"kenapa? mau ngasih duit? tanya Selly yang menatap adik iparnya dengan tanda tanya
"bantu aku kerjakan tugas kampus, ada yang aku ngga paham bahkan udah 1 jam ngga dapat juga hasilnya."sahut Indri yang langsung memeluk kakak iparnya itu.
"sini aku kerjakan dan mau duduklah atau kau pesankan makanan untuk ku, biar aku semangat mengerjakannya "tutur Selly yang langsung membuat Indri Mengikuti kemauan kakak iparnya tersebut.
dari kejauhan nampak kiki berlari kecil ke arah ruangan Selly karena ada berkas yang kurang.
"nona Selly anda kemana saja, tuan Andri menunggu berkas yang nona harus bawa ke ruang meeting. dan kenapa harus pak Riza yang membawa berkas tersebut"seru Kiki
"hai lelaki tampan, itu kesalahan dia yang sudah menabrak dan membuat file-file yang sudah aku susun jadi berantakan"sungut Selly yang langsung berdiri dan berjalan menuju ruang meeting.
Kiki mengikuti langkah Selly yang setengah berlari bahkan terlihat wajah nya yang sangat marah.
ketika mau masuk keruang meeting Selly mengatur nafasnya dahulu dia harus bisa menahan emosi nya itu.
"selamat siang maaf menggangu waktunya, saya mau mengecek berkas yang kurang. boleh bapak yang di kursi nomor 3 berdiri untuk membantu saya merapihkan kembali file yang sudah bapak buat berantakan tadi."tunjuk Selly dengan tegas membuat para petinggi merasa heran ada seorang wanita yang sangat berani dan tegas.
pak Riza pun berdiri dan patuh dengan perintah Selly. bahkan pria ini sangat angkuh dan sombong tapi dengan Selly dia bisa takut.
Riza membantu Selly menyusun berkas tersebut dan dengan sangat cepat Selly bisa selesai dalam hitungan 10 menit saja.
membuat para petinggi sangat terpesona dengan kepintaran gadis ini, selain cantik ternyata Selly Mempunyai kepintaran yang luar biasa.
"sudah selesai kalau begitu saya undur diri dan silahkan di lanjutkan rapat nya, mohon maaf dan terimakasih kasih"ucap Selly sangat lembut
semua mata lelaki menatap Selly dengan kagum membuat Andri cemburu.
__ADS_1
"rapat kita mulai, silahkan kalian fokus semua dan lupakan kejadian tadi."tegas Andri yang mulai merasakan tidak aman jika Selly terus-menerus bertemu para lelaki.