Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 46


__ADS_3

Dikediamannya Bu Ida, nampak berkumpul orang tua Indri dan juga ada Bu Marin, Rini dan Hary.


"aku ijin kan kau melanjutkan kuliah di luar negeri, mungkin untuk keselamatan diri mu juga,nak"ujar mama nya Indri sambil tertunduk lesu.


"apa benar seperti itu pah? wajah Indri nampak begitu senang nya


tapi tidak dengan wajah Rini yang langsung tertunduk karena setelah Selly pergi hanya Indri sahabatnya.


"kau jangan khawatir Rin, bagaimana pun kita masih sahabat baik bahkan aku sangat menyayangimu."ujar Indri sambil memeluk Rini dengan erat.


"aku juga tidak bisa meninggalkan cafe juga dan aku harus tetap bekerja di sini!? ucap Rini


"oh aku jadi sedih mendengarnya, ayolah kau akan berlibur menemui ku bersama Hary" bujuk Indri


Rini pun menganggukan kepala nya tanda dia setuju dengan apa yang Indri katakan.


"Hary aku tahu kau sepupu dari Karin? apa kau bisa menjaga rahasia ini?? tanya papanya Indri


"tentu om, pasti aku akan melindungi Indri dari Karin!"seru Hary


"terima kasih, terimakasih sudah mau menjaga Indri."ucap mama nya Indri tulus ke Hary.


"sama-sama Tante dan semoga disana bisa fokus kuliah." Hary menghentikan ucapan nya dan papa nya Indri paham kalau mereka sedang merahasiakan keberadaan Selly.


"lalu kapan Selly akan melahirkan? tanya papa nya Indri membuat semua yang ada di ruangan kaget dan membola matanya.


"bagaimana papa tahu? selidik Indri sambil menatap papanya dengan tajam.


"aku tahu kakak ipar mu dimana berada!! tapi aku tidak akan membocorkan nya, aku melihat dia terluka sikisnya dan papa benar-benar tidak sanggup untuk mencoba mendekati nya"papa nya Indri pun tertunduk dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"sudahlah kita mendoakan yang terbaik saja untuk Selly dan bayi nya.semoga sehat selalu sampai harinya tiba!! timpal Bu Marin.


"kapan aku mulai mengurus kepindahan ku pah? tanya Indri


"kau berangkat lah besok malam dan biar aku yang urus keperluan mu disini!? timpal hary


"apa kau akan membantu kami!! tanya mama nya Indri menatap Hary dengan perasaan haru.


"tentu Tante, aku akan membantu sampai semua bisa berjalan dengan baik."jawab Hary dengan sopan.

__ADS_1


mereka pun terdiam sesaat dan akhirnya ada panggilan masuk dari Selly ke ponsel indri.


"hai kau tidak perlu pulang, sebaiknya kau tidurlah di kamar ku saja"celoteh Selly lewat panggilan video call


"apa kau bisa berhenti makan baru bicara dengan ku!! sahut Indri


"oh nona aku sangat lapar dan kau tidak paham kalau aku makan untuk bertiga!! jawab Selly lalu dia menutup mulutnya karena keceplosan.


"apa aku akan menjadi aunty dengan bayi kembar mu,? tiba-tiba Rini mengambil ponsel dari tangan Indri


"tentu? kau akan aku bikin repot. hahahahaa"tawa Selly begitu lepas.


"aku akan senang sekali jika suatu hari kau melahirkan, ibu dan aku bisa menemani mu!! ucap Rini lesu.


"doakan aku menang lotre ya!! akan aku kirimkan uang yang banyak untuk ibu dan kau datang menjengukku,hahahaa"canda Selly.


"itu uang haram lebih baik aku menabung biar bisa menjenguk mu lagi!! apa kau tidak ingin pulang? tanya Rini lalu Selly tiba-tiba terdiam dan dia hanya tersenyum saja seolah Rini tahu apa yang Selly mau.


"tak usah kau jawab, aku paham!! baiklah ini aku berikan ke Indri ya,"ujar Rini


"baiklah Selly, aku akan menginap di sini dan besok malam aku akan berangkat menyusul mu. aku melanjutkan kuliah di kampus yang sama dengan mu dan aku akan menjaga mu selalu"ungkap Indri dengan mata yang berbinar.


"dia sangat bahagia ya? ujar mama nya Indri


"karena dia sudah menemukan keluarga aslinya mah? jadi di sana dia sangat di sayang sekali bahkan di lindungi."sahut Indri


"ohh apa cellina akan memaafkan ku"gumam mama nya Indri


"sudahlah mah, aku yakin cellina akan mengerti."lirih papanya Indri.


akhirnya mama dan papa nya Indri pamit pulang begitu pun dengan Hary dan besok dia berjanji akan datang lagi menjemput Indri untuk berangkat kekampus.


sedangkan Rini dan ibunya menemani Indri menginap di rumah Bu Ida.


sedangkan di luar sana, Selly sedang melamun di pinggir jendela kamarnya.


matanya menerawang jauh menatap awan biru, dia memikirkan kedepan nasibnya nanti.


apa dia bisa membuka hati untuk laki-laki lain dan apa akan terluka lagi, ada rasa takut yang mendalam di hatinya.

__ADS_1


dia coba menepis rasa takutnya karena tidak selamanya dia akan menerima hal pahit lagi.


"apa yang kau pikirkan? tiba-tiba Bu Ida masuk kedalam kamar Selly


"tidak ada bunda, hanya saja aku sedang berpikir apa kedepan aku bisa menemukan pria yang baik!! ungkap Selly


"tentu kau akan mendapatkan kebahagiaan mu, percayalah itu semua. bahwa di balik kesedihan mu akan datang kebahagiaan yang sangat luar biasa."terang Bu Ida sambil membelai rambut Selly yang panjang.


"besok apa kita akan check up, Bun ."tanya Selly mengingat kan sang bunda


"tentu, aku dan ayahmu akan menemani mu."sahut Bu Ida mengusap perut Selly yang sudah membesar.


"apa dia baik-baik saja di dalam."tanya Bu Ida


"tentu Bun!! bahkan makan ku semakin banyak."lirih Selly


Bu Ida hanya tersenyum dan memberikan pengertian tentang ibu hamil.


"aku paham Bun, dan jangan khawatir. selama aku baik-baik saja,akan aku ikuti kemauan baby twin ini"ungkap Selly


"bagus dong, berarti anak ayah sudah bisa kuat lagi"ujar pak Jhon yang sudah ada di depan pintu kamar Selly


"ayah apa kau membawa yang aku pesan?? tanya Selly yang berdiri dan memeluk pak Jhon


"tentu bocah,lihatlah di meja makan sudah di siapkan. ayo kita makan bersama."ajak pak Jhon


lalu Bu Ida dan Selly pun mengikuti langkah pak Jhon menuju dapur.


dan mata Selly sangat berbinar bahagia melihat hidangan makanan yang dia mau sudah tertata rapih di atas meja.


"ini kan menu favoritnya cellina"gumam Bu Ida


yang di Jawab dengan anggukan kepala oleh pak Jhon.


"ayo Bun? kenapa bengong saja."rengek Selly


"sebentar aku siapkan minuman untuk mu dulu."ujar Bu Ida sambil menghapus airmata nya yang hampir menetes di pipinya tadi.


"ayah apa ini mahal? tanya Selly dengan mulut yang penuh dengan makanan

__ADS_1


"makanlah dahulu baru kau bertanya? tidak bagus jika makan sambil bicara."ucap pak Jhon dan Selly pun mengerti dan meminta maaf .


__ADS_2