Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 33


__ADS_3

"Jawab aku mbok? apa Selly datang kesini? tanya Rini sekali lagi.


"iya neng, tadi non Selly datang dengan wajah yang sembab sepertinya habis menangis dan sekarang masih di kamar nyonya."terang si mbok dengan nada takut.


lalu Rini dan Indri saling menatap dan Indri tahu ini pasti ada hubungan dengan kakaknya.


"ya sudah mbok, kalau gitu kami tunggu di sini saja mbok,"ujar Indri


dan si mbok pun masuk ke dalam rumah guna memberitahu ke Bu Ida.


tidak lama Bu Ida datang menghampiri Rini dan Indri.


"apa kalian tahu? tanya Bu Ida


"tidak Tante justru kami mencari nya karena Selly tidak memberikan kabar apa pun."terang Rini.


"hatinya begitu hancur, kalian boleh melihatnya..masuklah dia ada dikamarnya sekarang karena Tante mau membawanya pergi dari sini. kasihan jiwa nya terguncang bahkan aku takut dia kenapa-kenapa,"ungkap Bu Ida yang membuat hati Indri mencelos.


Indri berlari mencari keberadaan Selly, air mata Indri pun turun begitu saja.hatinya dari tadi mengatakan ada yang tidak beres dan pasti berhubungan dengan kakak nya itu.


pintu di buka dengan kasar terlihat Selly yang duduk sedang menatap jendela dengan pandangan kosong.


"apa sesakit itu, Sampai seperti ini."ujar Indri yang memeluk Selly dengan erat dan dia meminta maaf.


"sabar ya sell, apa yang terjadi? tanya Rini yang ikut masuk kedalam kamar Selly.


"aku tidak tahu, semalam aku yakin dengan hatiku dan Melaksanakan tugas ku sebagai istri sampai tadi siang dia memberikan harapan indah bahkan akan mengantarkan aku ke kampus. namun yang di tunggu tidak kunjung datang malah aku melihatnya dengan istrinya sangat mesra di dalam mobil. kenapa dia tidak bicara jujur kalau hatinya sudah ada cinta untuk istrinya itu,bahkan dia pun tidak memberi kabar sama sekali."ungkapan hari Selly sangat menyakitkan. wanita mana yang akan sanggup melihat suaminya seperti itu.


"apapun keputusan mu aku akan selalu mendukung mu, jangan engkau sungkan meminta bantuan kami."tutur Indri


"aku ingin menenangkan diri ku dan aku harap tidak ada yang memberitahukan dimana aku pergi."ujar Selly yang masih menatap kearah jendela tanpa menoleh ke Indri atau pun Rini.


"kalau memang ini yang terbaik lakukanlah jika ini yang membuat hati Lo tenang, karena yang gue lihat sekarang bukan Selly yang gue kenal."penuturan Rini pun membuat Selly menoleh ke wajah sahabatnya itu.


lalu Selly menatap keduanya bergantian dan air mata kembali menetes.

__ADS_1


"terimakasih, sebentar lagi aku dengan bunda akan pergi."ucap Selly


"apa kita bisa mengantarkan mu? tawar Indri


"aku takut nanti akan ada yang tahu kemana aku pergi dan aku akan menghubungi kalian lewat email saja."terang Selly.


terlihat Bu Ida masuk kedalam kamar Selly dan meminta mbok membawa koper Selly keluar.


"apa sudah siap? tanya Bu Ida


"sudah bunda,aku siap."ucap Selly yang berdiri dan menghampiri sang bunda.


Indri dan Rini Mengikuti dari belakang tangan Rini dan Indri bertautan, dada meraka terasa nyeri melihat sahabat yang selalu melindungi mereka terlihat sangat terpukul.


Bu Ida dan Selly sengaja langsung masuk ke garasi mobil dan mereka pun masuk kedalam mobil tapi Bu Ida dahulu karena Selly ingin memeluk sahabatnya tersebut.


"jika kalian libur atau kangen dengan ku. bisa menemuiku kapan saja,"ujar Selly lalu memeluk satu persatu sahabatnya tersebut.


"tapi aku ngga ada uang karena jauh sekali tempat mu,"rengek Rini


"tenang saja, aku yang akan urus untuk mu."timpal indri


lalu Selly masuk kedalam mobil dan perlahan mobil tersebut menghilang dari pandangan mereka.


hanya Isak tangis dan saling memeluk antara indri dan Rini.


"apa kamu mau bermalam di tempat ku? tawar rini


"apa boleh? tanya Indri


"tentu kita harus selalu menjaga dan bersahabat baik,kamu adalah sahabat kedua yang aku sayang setelah Selly."ungkap Rini


"aku bahagia kau ternyata menyayangi ku juga."Indri memeluk Rini sangat erat.


mereka pun berjalan kaki ketempat tinggal Rini, karena Rini tinggal di komplek perumahan yang sangat sederhana.

__ADS_1


di belakang kompleks perumahan Bu Ida yang sangat mewah.


"tapi rumah ku sangat sederhana hanya saja pasti kamu akan nyaman di sana."ujar Rini sambil tersenyum.


"semua rumah sama saja,kalau mewah tapi tidak bahagia untuk apa? ucap indri


"kau tahu aku sangat kesepian dan lebih banyak menyendiri tapi sejak bertemu dengan Selly. hidupku sangat berbeda bahkan aku seperti baru mengenal dunia,"ungkap Indri


"yah dan aku juga sama hanya Selly yang sahabat dan juga bisa menjadi kakak untuk ku,aku selalu berbagi dengan nya."terang Rini tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Rini.


nampak mama Rini Bu Marin sudah menunggu di teras.


"loh kok hanya berdua? Selly mana? dari tadi sore perasaan ibu ngga enak banget.tiba-tiba kepikiran sama nak Selly,"ujar Bu Marin.


"hah dia baik-baik saja Bu, kok ibu ngga nanyain rini sih, cebik Rini


"semua pasti ibu pikirkan termasuk nak Indri, semua ibu anggap putri ibu loh,"seru Bu Marin dan Indri pun memeluk Bu Marin karena terharu dengan ucapan nya tadi.


"ayo kita masuk,apa kalian sudah makan? ibu masak tapi hanya menu sederhana dan semoga nak Indri suka karena itu menu kesukaan Selly."ungkap Bu Marin


Rini dan Indri saling berpandangan ternyata ibu nya Rini punya perasaan yang kuat tentang Selly.


"kok malahan bengong? apa ada yang Kalian tutupi? tanya Bu Marin penuh selidik


"kita bersih-bersih dulu Bu, nanti kita baru makan."ujar Rini yang menarik tangan Indri untuk mengikuti nya kekamar.


"ya sudah ibu akan siapkan dan kita makan bersama ya? teriak Bu Marin.


Bu Marin memegang dadanya, entah kenapa ada rasa tidak enak dihatinya.


"semoga Selly baik-baik saja dan bahagia selalu."doa Bu Marin


sedangkan di kamar nampak Rini bingung, apa harus menceritakan ke ibu nya atau dia akan diam saja.


pintu kamar mandi terbuka nampak Indri sudah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk.

__ADS_1


"apa yang kau takutkan? sebaiknya bercerita dengan ibu mu biar dia tidak cemas dan terus menanyakan Selly,"ujar indri.


"jangan sekarang deh..nanti saja aku takut ibu keceplosan kalau di tanya orang"jawab Rini yang langsung masuk kekamar mandi bergantian dengan Indri.


__ADS_2