
lalu Indri dan Selly pun bergabung masuk kedalam, dan selly mendengar kan apa saja yang sudah di atur orang tua Andri.
Selly pun menundukkan wajahnya saja, kedua tangannya saling menautkan seolah dia merasa gugup.
dua hari lagi status nya akan berubah menjadi seorang istri.
"apa kamu siap? atau ada yang kamu pikirkan lagi? tanya mama nya Andri
"tidak ada Tante .."jawab Selly sopan
"baiklah nanti sore ada yang akan datang untuk mencoba baju kebaya untuk kamu ya.."terang mamanya Andri
selly hanya menganggukkan kepalanya saja, Indri seperti nya tahu kalau Selly merasa berat dengan pernikahan nya ini karena terlihat dari wajahnya yang hanya datar saja.
Selly dengan gontai masuk kedalam kamar nya dia berdiri di depan jendela kamarnya, dan memandang keluar seolah berat rasanya kehidupan kedepannya.
apa tidak ada pilihan lain selain menikah, coba saja dia mempunyai keluarga yang akan mendukungnya pasti dia sangat bahagia.
tapi semua hanya impian saja, justru keluarga nya lebih parah lagi.
setelah merenungkan nasibnya Selly pun kembali menjalani pekerjaannya, walaupun Bu Ida tidak memperintahkan untuk bekerja tapi Selly menyadari dia harus membalas Budi kebaikan Bu Ida.
"neng Selly kok masih disini bukan semua orderan kue dan untuk stok toko sudah selesai semua.."tanya salah satu karyawan
"lagi mau coba buat resep sendiri mba, sini mba mau coba kue resep terbaru saya..ini juga membuatnya asal saja."jawab Selly lalu memberikan beberapa potong kue yang baru saja matang.
"enak banget kue nya.."seru karyawan tersebut. "hanya saja agak kurang manis apa memang seperti ini kue nya gurih."
"iya mba, Selly sengaja membuat untuk orang yang gak suka manis.."jawab Selly
setelah selesai dia pun kembali ke kamarnya untuk melaksanakan sholat Maghrib.
Selly pun kembali ke dapur untuk memasak makan malam, setelah selesai dia memanggil Bu Ida untuk makan bersama-sama.
Bu Ida melihat Selly dari tadi siang lebih banyak diam, Bu Ida sangat paham suasana hati Selly.
__ADS_1
jika seorang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dia suka akan terasa berat menjalani nya.
selesai makan dia dengan cepat membersihkan semua peralatan makan yang kotor.
Selly berjalan menyusuri taman belakang,dia duduk di bangku taman menatap langit.
banyak pertanyaan didalam benaknya, bahkan di usia nya ini apa yang bisa dia lakukan.
sudah mendapatkan tempat tinggal dan makan saja sudah sangat bersyukur.
air mata mengalir di pipinya, rasa rindu pelukan seorang ibu dengan beban masalah yang sangat berat saat ini yang Selly butuhkan.
tapi itu sia-sia karena dari kecil kehidupan nya sangat berat bahkan ibu nya jarang sekali memeluk bahkan tidak pernah.
Selly bersifat dingin karena keluarga nya yang membentuk dirinya seperti itu.
"Tuhan apa aku bisa melalui cobaan ini.."lirih Selly
tiba-tiba ada yang menepuk bahu nya,.selly pun menoleh ternyata mbok Sri yang Selly anggap seperti ibu nya sendiri datang menghampiri nya.
"sabar, nak .mbok yakin mereka keluarga yang sangat baik.."usap mbok Sri dengan sayang nya
"Selly lelah mbok, kenapa harus Selly yang mendapatkan cobaan ini lagi.."tutur Selly sambil terisak sedih.
"sudah jangan menangis,, lebih baik banyak berdoa semoga diberikan kemudahan dan kebahagiaan untuk mu,nak.."nasehat mbok Sri membuat Selly berhenti menangis.
ternyata dari balik jendela kamarnya, Bu Ida melihat pemandangan yang sangat membuat dia sedih.
dia juga tidak mengerti kenapa bisa menyetujui pernikahan tersebut apa bisa membuat Selly bahagia atau akan membuat seorang Selly terluka.
"mbok, Selly masuk dulu ya..makasih.."ucap Selly lalu berjalan masuk kedalam rumah.
dengan perlahan dia masuk ke kamarnya dan mengirimkan pesan ke Rini soal dirinya yang akan menikah lusa.
Selly berharap Rini dan ibu nya bisa datang menemaninya karena dia tidak punya siapa-siapa selain Rini dan ibunya.
__ADS_1
"kok bisa begini sih? kan Lo aja lari dari rumah karena takut dinikahkan kenapa di sana Lo jadi nikah beneran? tanya Rini
"gue gak paham, jangan banyak tanya ? lebih baik Lo datang ya.."isi percakapan Selly dan Rini
setelah berbalas pesan dengan Rini, Selly pun merebahkan badannya karena besok dia ada kuliah pagi sekali.
bangun seperti biasa Selly menyiapkan sarapan seperti biasa lalu masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian karena dia harus berangkat lebih pagi ke kampus.
dengan langkah tergesa-gesa dia pamit ke mbok Sri karena dia yakin Bu Ida pasti masih tidur.
"mbok aku takut telat dan sarapan buat bunda sudah aku siapkan ya nanti tinggal mbok tata saja di piring."ujar Selly yang langsung pergi karena sudah di tunggu tukang ojeg langganan nya.
"aduh mana neng Selly belum sarapan,kasihan banget.."gumam mbok Sri
lalu mbok Sri menyiapkan makanan untuk Bu Ida, seperti yang Selly lakukan.
Bu Ida terbangun nampak sepi,dia menuju ke meja makan sudah tertata rapih sarapan nya.
"mbok, kemana Selly? tanya Bu Ida
"berangkat kuliah pagi sekali nyonya..dia juga belum sempat sarapan katanya sudah terlambat.."jawab mbok Sri
"ya sudah nanti saya akan menghubungi nya untuk mengingatkan makan.."tutur Bu Ida sambil menyeruput teh hangat nya.
sedangkan Selly sudah sampai di kampus segera berlari masuk perpustakaan karena ada yang kurang untuk tugas yang diberikan dosennya.
Selly sangat fokus bahkan perutnya sudah bunyi pun di abaikan nya, yang penting tugas selesai baru dia tenang.
selesai menyalin tugas nya,Selly masuk ke kelasnya karena jam pertama segera di mulai.
Selly kurang fokus karena lapar lupa membawa cemilan bahkan dia saja belum minum sama sekali.
tiba-tiba ada yang menyodorkan botol minum, Selly menatapnya dan mengucapkan terimakasih.
dia pun meminum nya sampai habis tak tersisa, barulah dia kembali fokus dengan mata kuliah tersebut.
__ADS_1