Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 16


__ADS_3

Selly dan Indri melanjutkan pekerjaan nya, mereka sampai di lantai 12 berpisah berjalan masing-masing keruang kerja mereka.


"sampai nanti ingat ya? jangan pulang dulu tunggu aku yang keruangan mu? ucap Indri


"okelah adik ipar, jika bicara dengan mu aku berasa bicara dengan ibu-ibu pejabat."ledek selly yang membuat Indri terbahak-bahak, entah lah terakhir dia bisa tertawa lepas itu kapan.


Indri dihubungi oleh kakak nya soal pekerjaan Selly,bahkan Andri tidak tahu kalau itu adalah hasil kerja istrinya.


"pekerjaan teman mu sangat rapih dan cepat sekali, bahkan aku sangat puas sekali."ujar Andri


"iya sahut Indri datar


"kenapa kau tampak tidak semangat sekali? tanya kakaknya


"sudahlah ngga usah memikirkan ku lebih baik kau urus istri-istri mu itu terutama istri special mu? ujar Indri yang menutup telpon dari kakak nya.


"ughh menyebalkan sekali apa dia tidak pernah berpikir kalau istrinya sangat menyebalkan."lirih Indri


tak terasa jam kerja selesai, dan dengan cepat Indri membereskan sisa kerjaan nya.


lalu dengan cepat dia keruangan kakak iparnya.


"ayo, kita berangkat sekarang saja. karena macet jalanannya."seru Indri yang menarik tangan Selly yang masih berkutat dengan laptop.


"tunggu aku matikan dulu laptop ku."ujar Selly


"cepatlah aku tidak sabar ingin membelikan mu pakaian kerja yang lucu."terang Indri


"kamu pikir aku anak bayi.."cebik Selly


lalu mereka berdua langsung turun ke basement, Selly mengikuti langkah Indri.


"kenapa aku tidak melihat Andri, bahkan aku sampai melupakan dirinya hari ini. ternyata dengan bekerja aku bisa lepas dari sakit hatiku."gumam Selly seorang diri.


"ayo masuk cepat, "pinta Indri


Selly pun langsung masuk mengikuti perintah Indri.


"kenapa sih kau sangat antusias sekali, apa kau habis mendapatkan bonus? selidik selly ke adik iparnya


"apa harus dapat bonus baru kita bahagia? ujar Indri


Selly terdiam ucapan Indri ada benarnya juga, ada banyak pertanyaan di benak Selly.

__ADS_1


Selly menatap pemandangan jalanan yang sangat macet lewat kaca jendela mobil.


sesaat pikiran nya melayang dan memikirkan nasib hidupnya kedepan nanti.


"apa kau baik-baik saja"tanya Indri.. "ceritalah anggap aku sahabat mu jangan pandang aku sebagai adik ipar mu?


"hmmmm banyak yang ngga aku pahami tentang pernikahan ini? ujar Selly mata nya menerawang jauh.


"aku kemarin melihat kakak mu berjalan dengan seorang wanita sangat mesra sekali,apa dia punya wanita lain? bicaralah apa ada nya? aku tidak masalah bahkan aku akan bisa mengambil sikap harus seperti apa?"terang Selly yang membuat Indri kaget.


"setelah sampai aku akan cerita dengan mu? sebaiknya buang pikiran buruk dulu,karena apa yang kau lihat belum tentu sama dengan apa yang kau pikirkan juga."terang Indri yang akhirnya membelokkan mobil nya masuk ke Parkiran mall.


di dalam mall nampak Rini sudah menunggu mereka, Rini sedang melihat barang-barang.


"yakin mau beli? atau cuma mau nanya"ledek Selly


Rini langsung memukul bahu temannya itu.


"sombong sekali, gue akan beli tapi tunggu gajian? hehehehe jawab Rini


"ambil saja biar aku Yang bayar? anggap ini sebagai hadiah pertemanan kita? tawar Indri


yang membuat Selly sibuk memilih jam tangan untuk dirinya sendiri.


"enak saja, Indri membelikan buat gue bukan buat lo? Rini memukul kembali bahu Selly


spontan membuat Indri terbahak-bahak sampai pengunjung mall memperhatikan mereka semua.


"ayo sekarang kita mencari baju dan celana untuk kamu besok kerja,"ajak Indri


mereka pun mengekori Indri masuk ke sebuah butik, tiba-tiba Selly mundur karena baru melihat harga satu celana saja sama seperti gaji dia di rumah Bu Ida.


"hei, Indri kau mau membuat ku miskin dalam hitungan detik ya? kamu ngga lihat harga nya sama dengan gaji aku di cafe bunda"bisik Selly


"kenapa? kan aku yang mau membelikan jadi bantu aku habiskan uang ku.."sahut Indri


"jangan sombong, lebih baik berikan kepada anak Yatim itu lebih bermanfaat."ujar Selly


"besok kita cari panti asuhan, sekarang kau cobalah baju-baju ini beserta celana nya."Indri menyodorkan beberapa potong baju dan celana untuk Selly.


"Rini kalau kamu mau,ambillah? perintah Indri


Rini bukan orang yang tamak sudah diberikan jam saja dia sangat senang bahkan dia tidak bisa tidur akan terus menatap jam mahalnya.

__ADS_1


"terimakasih, kalau kamu belikan aku baju juga Yang ada aku ngga bisa tidur satu Minggu, akan terus memandang baju tersebut."terang Rini tanpa malu


"hahahaha apa urusan nya dengan baju dan tidur? canda Indri


"asal kamu tahu ya? ini jam akan membuat aku begadang karena aku akan terus menatapnya takut lecet"bisik Rini


Indri semakin tertawa karena Rini dan Selly sangat lucu dan mereka sangat sederhana.


bahkan keduanya tidak memanfaatkan Indri untuk berteman.


setelah membayar pakaian, Indri mengajak Selly dan Rini masuk kerumah makan Jepang.


disinilah mereka kembali membuat ulah bahkan sampai membuat pelayan di buat pusing.


"percuma kita makan bayar tapi kita masak sendiri? kita kan pembeli jadi wajar dong, mereka membantu kita masak daging ini."celoteh Selly membuat Indri sakit perut karena cape tertawa.


"Lo makin hari tinggal di apartemen malah makin norak aja"cebik Rini


"memang Lo bisa makan beginian, tetap aja pulang nya cari nasi lagi.."ledek Selly


"bisa ngga kalau bicara suka benar sekali."sahut Rini


Indri pun mulai membakar daging, dan merebus sayuran sedangkan Selly merasa malas sekali karena dia ingin langsung makan.


"makan ngga? jangan sampai itu makanan mubazir? bisik Rini


"suapin lagi males ngunyah? sahut Selly


"Lo mau gue panggilin bagian pembersih lantai biar suapin Lo pake sendok semen? tawar rini


Selly pun mendengus kesal dengan ucapan sahabatnya itu.


lalu Selly pun mulai membakar daging dia sudah malas harus membuat sayur lagi.


"besok kalau kau cari tempat makan seperti ini lagi, aku akan bawa mbok Sri untuk membantu ku mengiris bawang merah dan bawang putih."terang Selly yang membuat Indri tersedak


"kau pintar masak tapi kenapa jadi malas sekali sekarang? tanya Rini


"aku kemarin hanya cari muka depan calon mertua."ujar Selly


"kalau begitu kau kakak ipar ngga punya perikemanusiaan."timpal Indri


"aku memang tidak punya perikemanusiaan tapi aku punya pribadian saja"sahut Selly

__ADS_1


"kita mau makan apa mau debat? kalau mau debat Ayo ke kolam renang saja? siapa yang menang harus traktir aku dan yang kalah aku ceburin.."ide Rini


yang langsung di setujui oleh Selly tapi Indri menolak karena dia tidak pandai berenang.


__ADS_2