Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Empat Puluh Dua


__ADS_3

"Kita bersaing secara sehat, aku tidak merebut Ghisell darimu, tapi ingin mengambil kembali milikku. Bagiku menunggu dia sembilan bulan itu sangat mudah, bahkan aku pernah menunggunya lebih lama dari itu saat dia kuliah di Singapura."


Haikal berusaha untuk tidak emosi, "Aku tau disini aku yang salah. Tapi apa kakak yakin Ghisell mau kakak menunggunya? Oke Ghisell mungkin masih mencintai kakak, tapi belum tentu jug selama ini dia bahagia bersama kakak."


"Aku selalu berusaha untuk membahagiakannya..."


"Malam itu, dia terlihat begitu sedih, bahkan dia terus meracau dan bilang merasa dikhianati. Bukan malam itu saja, saat aku berusaha mendekatinya, dia bilang akan menunjukan pacarnya padaku agar aku menyerah dan tidak mengharapkan dia lagi, dia menunggu kakak selama tiga jam, lalu kakak kemana waktu itu? Mengapa kakak tidak datang? Mengapa kakak tega membuatnya menunggu? Apa kakak tau saat itu dia di ganggu seorang preman, dimana kakak yang seharusnya melindunginya?"


Rafael terdiam, dia ingat semua kejadian itu ada hubungannya dengan Chika.


"Dalam hubungan itu bukan hanya saling cinta, tapi harus saling pengertian, apalagi seorang lelaki harus bisa menjaganya. Oke, kakak mencintainya tapi kakak tidak bisa menghargai perasannya. Ghisell tipe wanita yang hanya ingin setia pada satu pria walaupun dia sudah disakitin beberapa kali olehmu."


"Aku tidak pernah mengkhianati Ghisell. Aku dan Chika hanya sahabatan, kamu juga tau itu kan?"


"Sahabat?" Haikal tertawa kecil, "Bahkan hampir saja dia membawa kakak ke hotel?"


"Mungkin karena Chika ingin menolongku, diantara kita tidak akan terjadi apa-apa." Rafael masih mempercayai Chika.


Haikal menghembus nafas dengan pelan dan mengusap wajahnya dengan kasar "Tidak ada yang namanya sahabatan antara lelaki dan perempuan sedekat itu kak, apalagi sampai kakak bisa membiarkan diri kakak menjadi tempat bersandarnya Chika, Chika itu seorang wanita. Tanpa kakak sadari itu bisa dikatakan berkhianat karena kakak berbagi perhatian dan bahu kakak kepada dua orang wanita. Itu artinya apa? Kakak terlalu nyaman dengan keduanya. Dan memaksa Ghisell untuk mengerti kedekatan kalian tapi kakak tidak bisa mengerti perasaannya."


Rafael terdiam, dia tidak ingin merespon perkataan adiknya itu.


"Apa kakak yakin Ghisell selama ini bahagia bersama kakak?"


"Ghisell juga tidak akan bahagia bersama kamu. Ghisell tidak mencintai kamu."


Perdebatan mereka berhenti saat ada sang mama datang ke paviliun itu, "Oh jagoan-jagoan mama disini, makan malam sudah siap, ayo kita makan."


"Iya, Mah." Rafael dan Haikal mengatakan itu hampir bersamaan, mereka pura-pura tersenyum dan tidak ingin terlihat renggang di depan kedua orang tuanya.


...****************...


Setelah selesai makan malam, Karin mengobati luka di wajah anak bungsunya. Dia tau luka itu pasti bekas pukulan Rafael, membuat Karin sangat merasa sedih, berada diposisi seperti ini membuatnya serba salah tidak bisa memihak salah satunya.


Haikal mencoba untuk tidak meringis saat sang mama mengoleskan salep luka pada wajah tampannya.

__ADS_1


"Padahal Haikal bisa sendiri, Ma."


"Kapan lagi mama bisa mengurus anak bungsu mama ini?" Karin mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


Karin menatap anaknya dengan tatapan sendu, "Besok kamu resmi menjadi seorang suami dan calon ayah juga, karena itu kamu bertanggung jawab sepenuhnya kepada istri kamu. Mama tau ini berat buat Rafeal, seiring berjalannya waktu mama yakin kakakmu akan bisa melupakan Ghisell, yang kakakmu butuhkan adalah waktu. Jadi jalani rumah tangga kamu tanpa ada beban apapun, fokus pada istrimu dan kehamilannya."


Haikal mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Iya, Ma."


Sementara itu Ghisell malam ini sedang videocall bersama Bella.


"Jadi kita tetanggaan nih?" seru Bella.


Waktu makan sore di kediaman Gibran, Haikal menjelaskan kepada keluarga Ghisell kalau Haikal akan membeli sebuah apartemen untuk tempat tinggal mereka berdua.


"Ya gitu, hmm... aku belum siap untuk besok Bell, bagaimana bisa aku hidup bersama pria yang aku benci coba?"


"Benci dan cinta itu beda-beda tipis Sell, jangan sampai kemakan omongan sendiri, entar kamu bucin lho sama dia."


Ghisell merasa tidak terima dikatakan akan bucin oleh Bella, "Ih gak mungkin lah. Kamu juga sama jangan sampai bucin sama Mr. Lemon itu kalau beneran cinta dan benci itu beda tipis."


Ghisell malah balik mrnggoda Bella "Ya ampun, bagaimana persyaratan itu... "


Ceklek!


Suara itu membuat Ghisell berhenti bicara, rupanya sang mama membuka pintu kamarnya.


"Bell, kita sambung besok lagi ya."


Klik!


Ghisell mematikan panggilan teleponnya.


"Ada apa, Ma?"


Ghea duduk di samping Ghisell yang sedang duduk di tepi ranjang, "Mulai besok kamu akan menjadi seorang istri. Setelah itu mama harap kamu melupakan masa lalu kamu, mulai sekarang menataplah ke depan bersama Haikal. Kamu telah menjadi tanggung jawab sepenuhnya Haikal, mama harap kamu bisa menghormati Haikal sebagai suami kamu. Layani dia sepenuh hati kamu."

__ADS_1


Ghisell terpaksa mengangguk saja, "Iya, Ma."


Omah Rosa ikut bergabung dengan mereka, dia membawa beberapa lingerie untuk Ghisell, "Ini Omah tadi belanja dulu, kayaknya lingerie ini cocok sekali buat kamu,"


Ghisell terpekik kaget saat melihat betapa seksihnya lingerie itu, "Astaga Omah, buat apa aku memakai pakaian kayak gitu."


Ghea hanya tertawa geli melihat reaksi Ghisell yang begitu kaget saat melihat lingerie yang di bawa Omah Rosa.


"Ya ampun Ghisell, seorang istri memang harus berpenampilan seksih di depan suaminya, apalagi di malam pertama biar langsung topcer."


Ghisell hanya menganga mendengar ucapan sang omah.


Ghea mengedipkan matanya pertanda agar Ghiselle mengalah saja, tidak akan ada habisnya jika berdebat dengan omah Rosa. Lagian Ghea rasa omongam omah Rosa ada benarnya.


Omah Rosa menyuruh Ghisell berdiri dan mengukurkan lingerie itu ke tubuh Ghisell. "Ya ampun pas banget lingerienya, kalau Haikal lihat kamu memakai ini pasti langsung menyergap kamu."


"Ishhh... omah." protes Ghisell.


Enak aja, aku gak akan memakainya. Bisa habis aku jika memakai ini.


"Jangan kaget, biasanya sakit dulu. Nanti juga ketagihan, ya kan Ghea?" Perkataan Omah Rosa membuat Ghea merah merona.


Sementara Ghisell jadi salah tingkah, dia sama sekali tidak ingat bagaimana rasanya saat melakukannya dengan Haikal malam itu, dia hanya ingat paginya tiba-tiba dia terbangun berada di kamar hotel dan merasakan sakit dibagian intinya.


Tuh ingat Sell kata Omah Rosa rasanya bakal nagih katanya hehe... Kalau gak percaya tanya saja sama mamamu 😅 Kalau gak percaya juga tanya ke readers 😅😅


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2