Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

"Haikal, lepas. Kamu mau bawa aku kemana?" Ghisell terus berontak. "Aku mau pulang."


Air hujan sudah mulai berjatuhan berlomba-lomba mengenai bumi. Menimbulkan hawa yang sangat dingin.


"Gak bisa, aku tidak akan membiarkan kamu pulang begitu saja."


Karin Ghisell terus berontak, Haikal malah menggendong Ghisell ala bridal style agar mereka cepat sampai ke Vila. Karena mungkin sudah sore dan hujan jadi suasana di kampung itu begitu sepi jadi gak ada yang melihat mereka.


"Haikal, aku harus pulang. Bella sedang menunggu aku."


Haikal tidak ingin mendengarkannya, malah membawa Ghisell masuk ke dalam Vila.


Vira yang sedang mengobrol dengan karyawan lainnya di depan Vila sebelah , dia tercengang saat melihat Haikal menggendong Ghisell memasuki Vila utama, "Haikal..."


Namun Jerry malah menahan Vira untuk tidak mengganggu mereka. Vira sangat sakit melihat semua itu, pengorbanan yang dia lakukan selama ini sia-sia, padahal dia rela bekerja di lapangan demi Haikal, tapi sepertinya Haikal malah sangat tergila-gila pada istrinya.


"Wah CEO kita sweet sekali," kata salah satu karyawan wanita yang ada disana.

__ADS_1


"Coba aja kalau masih lajang ya, udah jadi bahan rebutan tuh." kata karyawan wanita lainnya.


Karyawan wanita yang bertugas di bagian lapangan bukan cuma Vira, ada beberapa orang juga.


Haikal menurunkan Ghisell begitu sudah memasuki Vila, dia kembali mencium Ghisell dengan ganas seperti binatang buas yang baru mendapatkan mangsanya setelah sekian lama berpuasa, mendekap erat tubuh itu. Terus menyesap bibirnya dengan nafas yang memburu, menahan segala hasrat yang menumpuk dijiwa.


Ghise kewalahan mengimbanginya sampai dia malah tak bisa mengontrol keseimbangan tubuhnya sehingga Haikal membuatnya berjalan mundur mengenai dinding.


Haikal melepaskan ciumannya dengan nafas yang begitu berat, "Bella sedang bersama Raymond, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya." Haikal tau apa yang ada dipikirkan Ghisell saat ini.


Ghisell mengernyitkan keningnya, dia tidak tau Raymond berada disini juga.


Ghisell menatap kedua mata Haikal, dia melihat kesungguhan di dalam hatinya ketika mengatakan itu.


Dengan kesal Ghisell melepaskan tangan Haikal yang dari tadi memegang wajahnya. Akhirnya Ghisell mengeluarkan unek-unek yang menumpuk di dadanya dengan penuh emosi. "Sepertinya rencana kamu berhasil, karena kamu telah membuat aku kesal. Aku kesal dengan kamu yang seolah-olah melupakan aku, aku kesal sama kamu yang gak pernah ngabarin aku. Aku kesal setiap aku ingat kamu sedang bekerja dengan mantan kamu, membuat hatiku sangat sakit jika mengingatnya." Ghisell mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


Haikal memeluk Ghisell, "Maaf membuat kamu kesal."

__ADS_1


Tanpa di duga Ghisell membalas pelukannya, dia merasa tenang karena Haikal tidak macam-macam selama mereka berjauhan, tanpa dibuktikan juga dia mempercayai ucapan Haikal dari bagaimana dia menatap dirinya.


Haikal melepaskan pelukan, dia tersenyum lebar mendengarnya, dia menatap Ghisell dengan intens, "Kamu cemburu aku bekerja dengan Vira?"


"Apa aku gak boleh cemburu?" Ghisell mengatakannya dengan emosi. Dia terbelalak begitu menyadari dengan apa yang dia ucapkan.


Senyuman Haikal semakin mengembang, ingin sekali dia memberitahu pada dunia bahwa saat ini Ghisell sedang cemburu. Haikal merengkuh pinggang Ghisell menempelkan kedua tubuh mereka, sampai kedua netra mereka saling bertemu, "Tentu saja boleh, sangat boleh. Aku senang mendengarnya."


Dengan pelan Haikal menyatukan kedua bibir mereka, dia melu mat dengan perlahan bibir Ghisell, menginvasi bibirnya dengan begitu lekat, Haikal menggapai tengkuk Ghisell dengan halus, memagut bibirnya dengan begitu mesra, Ghisell terbuai dengan ciuman lembut itu, begitu menggelitiki hasratnya, membuat dia tanpa sadar membalas ciuman Haikal, ciuman lembut perlahan semakin menuntut, mereka tiada henti saling bertukar saliva, mereka saling bersilat lidah dengan begitu menggebu.


Langit kelam begitu kelam,menyimpan gemuruh guntur yang meledak menggelegar di angkasa. Kilat melesat-lesat merobek langit. Suara gemuruh guntur itu membuat Ghisell memeluk erat punggung Haikal, sementara hawa dinginnya air hujan di sore hari itu malah membuat ciuman mereka semakin lama semakin panas.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...


__ADS_2