Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Tujuh Puluh Empat


__ADS_3

Kini Giliran Vira memutar botol. Saat Vira memutar botol, entah sengaja atau tidak, botol itu mengarah ke arah Ghisell. Vira menatap Ghisell dengan tajam, "Apa alasan kamu menikah dengan CEO kami?"


Ghisell tak kalah menatap tajam pada Vira, sepertinya dia mengerti mengapa Vira bertanya seperti itu karena Vira tau Ghisell menikah dengan Haikal karena dirinya tengah hamil, dia memikirkan apa ada alasan lain selain dari itu.


Haikal sangat kesal pada Vira, dia tau Ghisell belum bisa memberikan hatinya padanya dengan sepenuh hati, karena itu dia memilih mengentikan permainan tersebut.


Haikal tidak ingin Ghisell merasa kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Vira.


"Sudah malam, lebih baik kita hentikan permainan ini. Aku minta kalian semua segera istirahat, besok harus bekerja." Haikal mengatakannya dengan nada tegas.


Vira marah terkekeh, "Loh kok aneh, anda gak penasaran alasan istri anda ingin menikah dengan anda."


Pernyataan itu membuat semua yang ada disana bertanda tanya, kecuali Raymond dan Bella yang sudah tau alasannya.


"Vira!" bentak Haikal, dia menyesal seharusnya dia tadi mempersilahkan Vira pulang saja.


Haikal menarik tangan Ghisell untuk membawanya masuk ke dalam Vila, tapi Ghisell melepaskan tangan Haikal.


"Karena aku merasa nyaman saat berada di dekatnya." Ghisell mulai menjawab pertanyaan Vira.


Haikal membulatkan matanya begitu mendengar ucapan Ghisell, benar kah Ghisell nyaman dengannya?


"Pertemuan pertama kami memang bukan yang diharapkan, tapi dipertemuan yang lainnya saat itu dia mengajakku ke festival, dia banyak menghiburku, membuat aku yang sedang sedih bisa tertawa karenanya. Aku mulai merasa nyaman di dekatnya. Tapi aku yang terlanjur memiliki gengsi yang tinggi gak mau mengakui itu semua." Ghisell malah menjelaskannya dengan panjang lebar, ya waktu itu dia ingat saat Haikal mengajak kembali untuk bertemu dengannya, Ghisell hampir saja hendak pergi untuk menemui Haikal, tapi niatnya terhenti karena Rafael datang bersama keluarganya untuk melamarnya. Bisa diintip lagi di bab 20 kalau ada yang lupa dengan pernyataan Ghisell hehe...


"Cinta dia yang begitu besar membuat aku bisa luluh karenanya, dan akhirnya aku juga bisa mencintai suamiku." Ghisell tidak mengerti pada dirinya sendiri mengapa dia bisa selancar itu mengatakan soal perasaannya.


Haikal terpaku mendengarnya, jadi Ghisell mencintainya? Dia merasa malam ini seperti berada di dunia mimpi, dia tidak menduga Ghisell akan mengatakan semua itu.


Mereka yang ada disana pada bersorak. "Wow...so sweet."

__ADS_1


Vira tidak menyangka Ghisell akan menjawabnya seperti itu, dia melengos pergi masuk ke dalam Vila dalam perasaan kesal.


Ghisell mengerutkan dahinya begitu menyadari apa yang di ucapkan tadi, mengapa dia harus menjelaskannya sepanjang lebar seperti itu, dia menggigit bibir bawahnya, merasa gugup karena Haikal terus memandanginya tanpa mengucapkan sesuatu.


Tiba-tiba Haikal menarik tangannya, dia membawa Ghisell ke halaman belakang Vila, rupanya disana luas sekali, sampai mereka terus berjalan semakin jauh dari Vila.


"Haikal, kita mau kemana?" Ghisell sangat ketakutan karena suasananya begitu gelap.


"Ada yang ingin aku tunjukan sama kamu." Haikal berhenti saat melihat ada sebuah taman disana yang banyak kunang-kunang bertebaran.



Ghisell terperangah melihatnya penuh rasa takjub, "Oh ya ampun indah sekali!"


Haikal tersenyum simpul melihat Ghisell menyukai tempat yang dia tunjukan itu.



Ghisell tersenyum memandangi binatang yang baru dilihatnya itu.


"Ini namanya kunang-kunang, di kota kita sudah jarang ada binatang ini."


"Binatang yang indah." seru Ghisell.


Kunang-kunang itu terbang kembali dari telapak tangan Haikal, berkumpul kembali dengan segerombolannya.


Haikal memeluk Ghisell dari belakang, melingkari pundaknya, mereka begitu menikmati suasana romantis seperti ini di dukung dengan indahnya suasana malam di temani cahaya yang berkerlap kerlip dari secercah cahaya kecil kunang-kunang yang berterbangan.


"Kamu menyukainya?"

__ADS_1


Ghisell menganggukan kepala, " Sangat menyukainya." Dia memegang lengan Haikal yang melingkari pundaknya.


"Mumpung kita lagi berduaan ayo katakan yang tadi,"


Ghisell tau apa yang dimaksud Haikal, dia merasa malu jika harus mengungkapkannya secara langsung, apalagi berduaan dengan Haikal. "Yang mana?"


"Yang tadi kamu bilang kalau kamu nyaman dan cinta sama aku."


"Oh emm... itu." Ghisell mengigit bibir bawahnya, dia merasa gugup untuk membicarakan masalah hati pada Haikal.


Haikal melepaskan pelukannya, dia membalikan badan Ghisell membuat mereka saling berhadapan.


"Apa kamu nyaman bersamaku? Dan apa kamu mencintai aku?" tanya Haikal dengan tatapan penuh harap.


"Kenapa harus bertanya? Tadi kan aku sudah menjelaskan semuanya." Ghisell mengatakannya dengan malu-malu.


"Aku ingin kamu mengatakannya secara langsung padaku, aku ingin mendengarnya sekali lagi."


Ghisell menghembuskan nafasnya dengan pelan, dia sangat gugup sekali. Dia menatap kedua bola mata Haikal dengan tatapan penuh arti, "Aku mencintaimu, Haikal. Kamu selalu membuat aku nyaman. Aku juga tidak tau sejak dari kapan. Tapi benar-benar tidak ingin kehilangan kamu."


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2