Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Bonchap 21


__ADS_3

Satu minggu berlalu, pernikahan Rafael dan Luna akhirnya telah diresmikan, tentu saja pernikahan mereka begitu sangat megah dan mewah, yang diadakan disalah satu hotel di bawah naungan K Grup.


Bahkan banyak tamu undangan yang hadir semakin meramaikan pernikahan mereka.


"Selamat ya Luna." Ghisell memeluk Luna, dia sangat ikut merasa bahagia karena akhirnya Rafael bisa menerima dan mencintai Luna. Jadi dia tidak perlu merasa bersalah lagi pada Rafael. Terlebih lagi dia sangat bahagia karena kini Luna dan dia resmi iparan.


Kini giliran Ghisell menyalami kakak iparnya sekaligus mantan terindahnya, Rafael. "Selamat ya kak, semoga pernikahan kak Rafael dan Luna langgeng dan selalu diberi kebahagiaan."


Rafael menganggukkan kepala, dia tersenyum tipis, "Iya, kak Rafael harap kamu juga bahagia bersama adikku yang nakal ini." Rafael mengatakannya sambil menepuk bokong Haikal.


"Aishh...kak, ini di depan umum." protes Haikal, dia tidak terima Rafael menepuk bokongnya di depan umum.


"Lah emang kenapa?" Rafael merasa tidak berdosa.


Haikal mendengus penuh rasa kesal, dia melirik Ghisell "Haruskah kita ganggu malam pertama mereka?"


"ishh... kamu ketinggalan info, mereka sudah lebih dari sekedar malam pertama." celetuk Ghisell.


Rafael membulatkan matanya begitu mendengar ucapan Ghisell, dia langsung melirik Luna, Luna hanya nyengir kuda, rupanya Luna sering meminta masukan kepada Ghisell bagaimana cara memuaskan pasangan, karena Ghisell memang sudah sangat jago dalam memuaskan suami.


"Ya sih lelaki dan perempuan tinggal dalam satu rumah mana ada yang bisa nahan," Haikal terkekeh, dia jadi teringat Raymond, "Raymond mana?" tanya Haikal pada Luna.


Tatapan Luna berubah menjadi sendu, "Kak Raymond lagi dibelakang."

__ADS_1


Raymond sedang menyendiri di halaman belakang, selama satu minggu ini Bella telah pergi dan tak akan kembali lagi ke kota A, beberapa hari lagi dia akan menikah dengan pria pilihan sang ayah.


Bahkan Bella sengaja mengganti nomor ponselnya karena tidak ingin berhubungan dengan Raymond lagi, Bella takut dia semakin tidak bisa melupakan Raymond.


Jo tau apa yang dialami putera sulungnya, dia sengaja datang kesana untuk menemaninya, dia menepuk-nepuk pundak Raymond agar Raymond bisa tegar menghadapi masalahnya. "Selagi masih ada waktu, berjuang lah, perjuangkan Bella."


Mata Raymond berkaca-kaca, "Tapi ayahnya Bella ingin pria baik-baik yang bersanding dengan Bella, Raymond merasa Raymond gak termasuk kriteria pria yang diharapkan ayahnya Bella." Raymond mungkin menyesal dengan masa lalunya yang sering bermain dengan banyak wanita, walaupun dia sudah berubah semenjak mengenal Bella.


"Dulu papa ada di situasi seperti itu, mamamu akan segera menikah dengan pria lain. Papa menyesal mengapa dulu papa pasrah saja, karena papa merasa papa bukan dari kalangan orang berada. Tapi akhirnya Om Bara dan tante Karin yang mempersatukan kami. Kalau tidak ada mereka, mungkin papa akan menjadi pria yang akan terus dipenuhi rasa penyesalan di sepanjang hidup papa."


Walaupun akhirnya Jo bisa membuktikan bahwa dia pantas bersanding dengan Jesika, setelah menikah dengan Jesika, Jo yang dulunya asisten Bara, Bara sengaja melepaskan Jo menjadi asistennya dan memberikan pesangon yang begitu besar karena Jo telah mengabdi kepadanya deri kecil hingga Jo telah menikah, agar Jo bisa mendirikan perusahaan sendiri. Dan akhirnya perusahaannya berjalan dengan lancar dan masih bekerjasama dengan Neo Grup sampai sekarang.


Bahkan dengan adanya hubungan pernikahan Rafael dan Luna membuat Bara dan Jo semakin dekat sebagai seorang sahabat sekaligus kakak, karena Bara sudah menganggap Jo adalah kakaknya sendiri. Bahkan status mereka kini diperkuat menjadi besan. Hubungan Jo dan Bara persis seperti Haikal dan Raymond.


Haikal yang tadinya ingin menemui Raymond, dia hanya bisa memperhatikan Raymond dari kejauhan karena Raymond sedang bersama papanya. Haikal memutuskan untuk ikut bergabung dengan papa dan ayah mertuanya yang sedang asik mengobrol tidak begitu jauh dari sana.


Ghisell hanya mendengarkan trio macan itu sedang membicarakan apa saja tentang anak mereka, membuat dia menyadari suatu saat dia akan seperti itu, dia pasti akan menjadi seorang mama yang sangat bahagia dan bangga kepada anak-anaknya nanti.


"Ghisell, dulu anaknya aktif sekali, sama dengan saudara kembarnya." cerita Ghea.


"Oh iya Galvin ya, dia belum pulang?" tanya Karin kepada sang besan.


"Belum, dia masih fokus kuliah." jawab Ghea.

__ADS_1


"Luna juga dulunya aktif dan manja sekali." Jesika juga ingin akrab dengan Ghea, besannya Karin sekaligus mama dari teman anaknya.


"Ya anak cewek memang pada manja ya, tapi sangat menggemaskan." Ghea mengatakannya sambil mengelus-elus punggung Ghisell, Ghisell akan menjadi calon mama, tapi di mata Ghea, Ghisell tetap menjadi puterinya yang lucu dan menggemaskan.


Karin merasa iri kepada Jesika dan Ghea karena dia tidak memiliki anak perempuan. "Hmm...jangan pada senang dulu, kalian hanya punya satu puteri, kalau aku punya dua puteri kesayanganku," Maksud Karin adalah Ghisell dan Luna.


Mereka pada terkekeh karena mengerti dengan apa yang diucapkan Karin. Ghea dan Jesika sangat bersyukur memiliki besan seperti Karin yang begitu menyayangi puteri mereka, jauh dari kata mertua jahat yang seperti dalam novel.


Drrrttt....Drrrttt....


Ghisell mendapatkan pesan dari Bella.


[Hari ini ada acara pertemuan dengan keluarga calon suami aku membahas pernikahan kami, karena itu tolong sampaikan kata maaf dari aku buat Luna karena tidak bisa hadir ke acara pernikahannya. Apalagi aku tidak sanggup bertemu dengan Raymond, Sell.]


Bella memang selalu menjadi pendengar dan memberi saran yang baik buat Ghisell, tapi dia sendiri tidak bisa mengatasi masalahnya sendiri, yang akhirnya harus memilih untuk menghormati keputusan kedua orang tuanya.


🥱🥱 Masih ngantuk, othor pamit tidur lagi yah hehe...


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....


__ADS_2