Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Empat Puluh Lima


__ADS_3

"Pasti malam ini Ghisell pakai lingerie itu hahaha..." Omah Rosa tertawa renyah menceritakan bahwa dia sengaja menyuruh Bik Angel untuk menukarkan koper Ghisell.


Ghea ikut tertawa aja mendengar kejahilan sang mertua, "Ya ampun Mah, terus koper Ghisell ada dimana sekarang?"


"Ada di kamar Omah, nanti pagi Omah suruh Bik Angel mengantarkan koper itu ke kamar Ghisell. Namanya pengantin baru itu malu-malu, gimana mau cepat dapat cicit kalau malu-malu begitu, apalagi Ghisell itu kelihatannya sangat jual mahal. Ini demi kelangsungan hidup keluarga Adelardo." tukas Omah Rosa dengan panjang lebar. Saat itu dia dan Ghea sedang menikmati suasana malam di sekitar Vila itu sambil memakai jaket yang tebal karena suasananya begitu dingin.


Omah Rosa dan Opah Reza sudah lama tinggal di luar kota, tepatnya daerah perkampungan, untuk menikmati hari tua mereka, mereka ingin lebih banyak menghirup udara segar dan jauh dari hingar bingarnya daerah perkotaan.


Setelah sekian lama membersihkan diri, Ghisell keluar dari kamarnya dengan menggunakan handuk, dia dengan santai membuka kopernya, Ghisell terpekik kaget saat melihat isi koper itu hanya ada beberapa lingerie saja. Sama sekali tidak ada pakaian yang biasa dia gunakan sehari-hari.


"Astaga! Omaahhh!" Ghisell terus mengumpat, dia yakin siapa lagi yang akan melakukannya selain Omah Rosa.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar Haikal mengetuk pintu kamar pengantin itu.


"Ghisell, kamu sudah selesai kan ? Aku masuk yah?"


Ghisell jadi gelapan, dia sama sekali belum memakai pakaian. "Tunggu sebentar." teriaknya dari dalam.


Haikal tersenyum geli, "Jadi selama itu cewek mandi?" Dia harus memahami kebiasaan sang istri yang mandinya lama. Dia menyandarkan punggungnya ke daun pintu sambil membayangkan istrinya sedang mandi. "Aish!" Dia menggelengkan kepala agar tidak berpikiran mesum kepada sang istri.


"Ish....Omah kenapa harus mengerjain aku kayak gini?" Tidak ada pilihan lain, Ghisell terpaksa memakai lingerie itu , tiada hentinya dia terus mengumpat, merasa dikerjai sang Omah.


Ceklek!


Ghisell membuka pintu kamarnya dengan perasaan dag dig dug, jangan sampai Haikal tergoda oleh penampilannya. Haikal yang baru masuk matanya langsung terbuka lebar, jakunnya naik turun memperhatikan penampilan sang istri. Lekuk tubuhnya begitu terpampang sangat nyata, bahkan terlihat jelas belahan di dadanya, membuat hawa tubuhnya seketika menjadi panas dingin.

__ADS_1


Kenapa dia memakai pakaian begitu? Apa dia ingin menggodaku?


Ghisell tidak ingin terlihat gugup, dia pura-pura cuek dengan penampilannya, toh dia rasa Haikal sudah pernah melihat tubuhnya malam itu. "Hhh... mengapa harus menatapku seperti itu bukannya kamu sudah melihat semuanya?" Ghisell berpura-pura biasa saja.


Haikal malah tertawa kecil, "Jadi kamu sengaja memakai pakaian begini untuk menggodaku?"


Haikal berjalan mendekati Ghisell membuat Ghisell gugup dan refkel berjalan mundur. "Ti-tidak, buat apa aku menggodamu?"


Melihat Ghisell gugup seperti itu membuat Haikal ingin semakin menggoda istrinya "Bilang saja sebenarnya kamu menginginkannya lagi."


"Ish... bahkan aku gak ingat malam itu." Punggung Ghisell mentok di dinding. Dia tak bisa berkutik lagi karena Haikal telah mengunci tubuhnya.


Haikal malah tersenyum gemas memandangi Ghisell yang gugup seperti itu, oh sangat menggemaskan sekali. Ingin rasanya dia memakannya malam ini.


Ghisell terpekik kaget tiba-tiba Haikal menggendong tubuh Ghisell ynag ramping itu ala bridal style. Ghisell membulatkan mata, dia mencoba berontak, "Ish... Haikal, lepaskan aku."


Bahkan Ghisell merasa terhipnotis, dia tidak bisa melawan saat merasakan sentuhan lembut dibibirnya. Haikal melummat bibirnya dengan begitu lembut, bibirnya begitu menginvasi bibir Ghisell, membuat lidahnya menari-nari hingga hisapan yang kuat dan kian menuntut.


Haikal memagutnya dengan begitu dalam, menyesapi betapa manisnya bibir sang istri, bibir itu begitu membuatnya candu.


Ciuman malam ini rasanya berbeda, mengapa begitu memabukan, bahkan Ghisell hampir terbawa suasana, dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak membalas ciuman itu.


Haikal melepaskan ciumannya. Dia tersenyum memandangi sang istri, membereskan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya. Haikal menarik selimut untuk menutupi tubuh Ghisell, sungguh di luar dugaan, Ghisell pikir pria itu akan memaksanya untuk bercinta malam ini karena Haikal biasanya selalu memaksa.


Haikal sengaja menutupi tubuh Ghisell agar dia tidak tergoda oleh kemolekan tubuhnya yang memakai lingerie itu. Dia tidak akan melakukannya jika Ghisell tidak ingin menyerahkannya dengan sepenuh hati.


Haikal mengecup kening Ghisell dengan lembut, "Tidurlah, jangan tidur terlalu malam, gak baik untuk kesehatan, apalagi disini ada anak kita." Haikal mencium perut Ghisell walaupun terhalang selimut tebal, dia mengusapnya juga dengan lembut.

__ADS_1


Haikal membaringkan tubuhnya disamping Ghisell, dia tersenyum manis melihat raut wajah Ghisell yang nampak kebingungan.


Haikal tertawa kecil, "Kamu kenapa? Apa kamu ingin aku menyentuhmu?"


"Ish... jangan ngadi-ngadi deh." Ghisell malah menanggapinya dengan serius.


"Hehe... aku pikir kamu mau. Aku dengar katanya orang yang hamil itu libiddonya tinggi, aku siap memuaskan kamu dengan sepenuh hati."


"Ish... Haikal!"


Haikal malah semakin gemas melihat ekspresi Ghisell seperti itu, "Bercanda, bercanda. Ya sudah ayo cepat tidur, sebelum aku berbuah pikiran nih."


Ghisell langsung membelakangi Haikal, dia tidak ingin tidur berhadapan dengannya. Malam ini dia sudah memutuskan untuk tidak memikirkan Rafael lagi, bukan demi Haikal, tapi demi dirinya sendiri, jika dia dan Haikal berpisah pun dia tidak akan bisa kembali pada Rafael.


Tahan Haikal tahan!


Haikal menyemangati dirinya sendiri agar bisa menahan hasratnya, jangan sampai ada berita suami memperkosa istrinya sendiri. Menahan hasrat bagi seorang laki-laki memanglah sebuah ujian yang besar, apalagi kalau ada didepan mata seorang bidadari yang begitu teramat sekssi.


Sabar Joni belum saatnya 😅


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...


__ADS_2