
Haikal membulatkan matanya memandangi Ghisell yang tengah berdiri tepat didepan kamarnya dengan memakai lingerie pemberian dari Omah Rosa. Haikal tidak bisa berkedip, tidak ingin melewatkan pemandangan indah dari bidadari yang satu ini, yang mampu membuat jantungnya berdebar dan tergila-gila.
Ghisell tampak gugup ditatap seperti itu. "Bo-boleh emm... boleh aku tidur disini?" tanya Ghisell dengan malu-malu.
Haikal hanya terpaku, dia masih tidak percaya bahwa Ghisell akan meminta tidur dengannya apalagi memakai pakaian yang sangat terlihat jelas lekukan tubuhnya, membuat hasrat kelelakiannya bergetar.
"Emm... Maksud aku buat malam ini aja, aku takut anak kita merindukan papanya, aku tidak tau cara mengatasinya nanti." Ghisell mengatakan itu dengan terbata-bata, tubuhnya terasa panas dingin, mengigit bibir bawahnya.
Haikal memperlihatkan sorot mata tajam tak mengatakan apa-apa, membuat Ghisell semakin gugup, perlahan dia mendekatkan jaraknya pada Ghisell sampai kedua netra itu bertemu, dia melingkari pinggang Ghisell merapatkan kedua tubuh mereka.
Ghisell memegang erat lingerienya, Hatinya sungguh berdebar-berdebar ditatap seperti itu oleh Haikal, dia menelan saliva dengan susah payah, bahkan saat Haikal mencondongkan wajahnya membuat wajah mereka sangat merasa dekat. "Apa itu artinya malam ini aku boleh menyentuh kamu?"
Ghisell dengan malu-malu menganggukan kepala, Haikal tersenyum tipis dan tanpa menunggu lama menyatukan kedua bibir mereka, Haikal menciumnya sangat rakus dengan nafas yang terus berderu dirajai dengan naf su, menekan tengkuk Ghisell memperdalam ciumannya.
__ADS_1
Ghisell tak bisa mengimbangi ciuman Haikal yang sangat berutal, sampai dia hampir kehabisan nafas, Haikal menyadari Ghisell tengah mengandung anaknya, dia tidak boleh kehabisan nafas. Haikal memberikan kesempatan pada Ghisell untuk mengambil nafas dan mencium bibirnya kembali, tangan Ghisell kini berpindah mengalungkan tangannya pada leher Haikal, perlahan ciuman itu terasa begitu lembut namun sangat menggairahkan, Ghisell membalas setiap tautan bibir Haikal, saling menautkan bibir mereka dengan begitu menggebu-gebu dalam dada.
Bukannya membawa Ghisell ke kamar, tapi Haikal malah membawa Ghisell berjalan menuju sofa di ruang tengah, kedua bibir mereka tiada henti saling memagut, dia membiarkan Ghisell duduk di kursi sofa sana, Haikal dengan membungkukan badannya masih mencium Ghisell manyapu bibirnya dengan sangat liar. Sementara kedua tangannya memegang kedua lengan kursi sebagai tumpuan.
Haikal melepaskan ciumannya, dia membuka bajunya sehingga terlihat begitu indah perut kotak-kotaknya yang membuat wanita mana saja pasti akan terpedaya melihatnya, tapi wanita ini adalah satu-satunya yang berhak memilikinya, hati dan raganya, hanya untuk Ghisell seorang.
Ghisell menelan saliva memandangi tubuh Haikal yang atletis itu, dia sangat menyukai tubuh itu, bahkan wangi tubuhnya sangat membuatnya nyaman.
"Ugghh... ahh..." kata indah itu keluar bebas dari mulutnya.
Dengan cepat Haikal membuka apa saja yang dipakai Ghisell sampai tubuh indah itu tak terbalut kain apapun, oh sangat indah dan mempesona! Haikal menghisap bulatan indah didada Ghisell dan tangannya meremas yang satunya lagi dengan lembut lalu memilin bagian pu tingnya.
"Hai...kal." Ghisell *******-***** rambut Haikal dengan kuat, tubuhnya tak bisa diam, dia terus meremang, menahan rasa geli didadanya.
__ADS_1
Tiba-tiba Haikal melepaskan aktivitas mereka, membuat Ghisell kebingungan memandangi Haikal, "Kamu harus minum dulu. Karena malam ini aku akan membuat kamu tidak berdaya!"
Ghisell hanya membulatkan matanya mendengarkan ucapan Haikal. Membuatnya tidak berdaya? Ghisell merinding memikirkannya. Sampai dia meneguk saliva membayangkannya.
Lanjut gak? Ini othor bangun pagi demi kalian hehe...jangan lupa anterin kopinya. Untuk part selanjutnya jangan lupa siapkan es batu biar gak gerah. 😁
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...
__ADS_1