
Haikal memberikan air minum dingin untuk Ghisell karena dia tidak ingin Ghisell terkuras tenaga nanti. Membayangkan dia harus beberapa hari bahkan bisa sampai satu minggu Haikal tidak akan bertemu Ghisell membuatnya sangat tersiksa, karena itu dia harus menyalurkan segala hasratnya malam ini. Ghisell menerimanya dengan malu-malu, tapi dia harus meminumnya bagaimana kalau nanti ucapan Haikal benar bahwa dia akan dibuat tidak berdaya oleng Haikal.
Ghisell meminum minuman pemberian Haikal dengan pelan sampai satu botol kecil itu habis karena takut Haikal menerkamnya sampai habis, dia tidak boleh langsung kelelahan.
Haikal kembali menciumi payudara Ghisell, namun Ghisell merasakan sensasi yang luar bisa, dia merasakan ada sesuatu yang dingin bermain dengan pu tingnya saat lidah Haikal bergerilya disana, rupanya Haikal memasukan es batu ke dalam mulutnya.
"Ahhh... Haikal!" Tubuh Ghisell menegang, hasratnya semakin memuncak, rupanya Haikal sedang memancing gairah kewanitaannya.
Ghisell semakin menjerit saat Haikal mencumbu miliknya dengan menyentuhkan es batu didalam mulutnya ke daging yang teramat lembut itu, bahkan lidah yang terasa dingin itu kini menyelusup masuk ke dalam. Menjilatnya dan bergerak keluar masuk ke dalam disertai sentuhan es batu yang dingin, membuat Ghisell melayang bebas menggapai cakrawala.
Rasa dingin itu membuatnya menggila, Ghisell terus merengek menahan kenikmatan dibawah sana,Haikal bukanlah seorang yang lihai dalam bercinta tapi bagi dia membuat sang istri puas dan takluk dalam permainannya itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri.
"Owhh....ahhh... Haikal ber hen ti." Ghisell tidak kuat merasakan kenikmatan itu sampai tubuhnya menggelinjang terus mengeliat, tangannya memegang erat lengan kursi sementara mulutnya masih menganga disertai ******* panjang.
"Aakhhhhh..." Akhirnya Ghisell mencapai pelepasannya.
Haikal membuka celananya yang terasa sesak dari tadi, dia menggendong tubuh Ghisell membiarkan dia duduk di pangkuannya dengan posisi menghadap ke arahnya, sampai badannya kembali menyatu.
"Arrrggghhh..." Keduanya sama-sama mengerang saat merasakan kedua milik mereka berdenyut damba.
Kini Ghisell yang mendominasi permainan, dia yang terus bergerak sementara kedua bibir mereka terus saling menaut, Haikal memegang kedua pinggang Ghisell membantunya bergerak agar Ghisell tidak cepat kelelahan.
Akal pikiran Ghisell tak ada disana, dia tidak malu atau gengsi untuk bergerak liar di pangkuan Haikal, Haikal semakin menyandarkan punggungnya ke kursi, menengadah ke langit-langit, merasakan milik Ghisell yang terus bergerak dibawah sana.
"Akhhh... Ghisell!"
Haikal mencium bibir Ghisell kembali lalu menggendong tubuh itu seperti koala, dia membiarkan Ghisell terduduk di atas meja makan yang bersih, Ghisell tidak mengerti gaya apa yang ingin Haikal mainkan, dia pasrah saja saat Haikal yang berdiri dihadapannya membuka lebar kedua pahanya lalu memasukan miliknya kembali.
__ADS_1
"Akhhh...shhh..." Ghisell sedikit meringis dengan gaya seperti ini, dia memeluk erat punggung Haikal saat Haikal menggerakkan miliknya dengan cepat.
"Ahhh...ahhhh...ahhh..."
Keduanya mulai men de sah mengiringi disetiap gerakan yang Haikal ciptakan, keduanya bercumbu begitu naf su dengan nafas yang tengah berbaur karena keduanya telah dikuasai api bi rahi .
Mereka menghabiskan malam ini dengan bercinta, bahkan Ghisell sudah beberapa kali mencapai pelepasananya. Sampai dia membiarkan dirinya terbaring di atas meja makan, pria itu masih berdiri kokoh menghantam dirinya berkali-kali.
Tak puas disana, Haikal menggendong Ghisell kembali , Ghisell pasrah saja saat Haikal menggendong tubuhnya, dia hanya bisa memandangi pria yang teramat tampan itu , Haikal membawanya masuk ke dalam kamarnya, dia tidak ingin Ghisell ketiduran di atas meja, dia membaringkan Ghisell diatas kasur.
Kedua tangan Ghisell mencengkram seprai dengan kuat saat benda berurat itu menyeruak masuk memasukinya kembali, "Ahhh..."
Dia memandangi Haikal yang sedang bergerak di atasnya, pria ini begitu tampan dan gagah, bahkan sangat sek si dan mempesona.
"Apa kamu lelah? Kalau lelah bilang saja, aku tidak ingin anak kita kelelahan." ucap Haikal dengan lembut.
"Belum." Jawab Ghisell dengan tatapan matanya tak bisa lepas dari pria tampan ini.
De sahan Ghisell memenuhi kamar Haikal, dia benar-benar dibuat tidak berdaya oleh Haikal, entah berapa kali mereka bercinta malam ini, tak terhitung, sampai mereka sama-sama terlelap karena kelelahan.
Rupanya pagi pun mereka bercinta lagi di kamar mandi, dibawah guyuran air shower dengan posisi berdiri, tenaga pria itu tiada habisnya, bahkan Haikal rasanya tidak rela jika pagi ini dia harus berjauhan dengan Ghisell.
Guyuran air yang dingin tak bisa meredam panasnya percintaan mereka, Ghisell mengangkat satu kakinya agar Haikal lebih leluasa menghentakan miliknya secara terus menerus sampai akhirnya mereka sama-sama mengerang merasakan ada yang keluar dibawah sana.
Haikal merasa dia adalah pria yang sangat bahagia saat ini, seakan dunia ini hanya milik mereka berdua, yang lainnya ngontrak. Dia mencium Ghisell kembali memeluk tubuhnya dengan erat. Rasanya Ghisell benar-benar menjadi miliknya seutuhnya.
__ADS_1
Rasanya tidak rela dia harus pergi ke kota C hari ini, dia ingin terus bersama sang istri setiap hari, setiap waktu. Tapi yang namanya tuntutan dunia kerja, dia tidak bisa lepas dari tanggungjawabnya begitu saja hanya gara-gara dia seorang CEO.
"Aku ingin memandikan kamu, boleh kan?"
Entah mengapa Ghisell berubah menjadi istri yang penurut, dia menganggukan kepala, membiarkan Haikal menyabuni badannya, menyentuh seluruh badannya dengan sabun cair dengan busa yang melimpah, lalu membersihkan tubuh itu, dia baru menyandari tubuh Ghisell banyak sekali tanda merah bekas cu pangnya.
Bahkan Haikal memakaikan bathrobe pada badan Ghisell, dia menggendong tubuh itu gaya bridal style, membawanya ke dalam kamar, Ghisell benar-benar diperlakukan seorang ratu oleh sang suami
Haikal mengeringkan rambut Ghisell dengan hairdryer sambil memberikan beberapa kecupan pada pipinya, keningnya dan bibirnya. Ghisell sama sekali tidak menolak, malah dia menikmati apa yang dilakukan Haikal padanya.
Haikal menaruh hairdryer di atas nakas, dia memegang wajah Ghisell dengan menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam dan penuh harap, "Aku mencintai kamu, Ghisell Carissa Adelardo."
Deg!
Perkataan itu membuat hati Ghisell bergetar.
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Aku mengejar kamu dan ingin menikahi kamu bukan hanya karena ingin bertanggungjawab saja, tapi karena aku benar-benar sangat mencintai kamu, aku ingin hidup selamanya bersama kamu dan anak kita nanti," Haikal mengatakannya dengan sungguh-sungguh, sungguh hanya Ghisell yang ada di dalam hatinya.
Ghisell saat ini belum tau pasti perasaannya pada Haikal seperti apa "A-aku..."
Aku apa hayo! Mana nih yang pada request es batu?😀
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...