Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Lima Puluh Dua


__ADS_3

Ghisell memperhatikan lehernya yang ada beberapa tanda merah, sebuah tanda mahakarya yang di ciptakan Haikal. Dia sama sekali tidak membawa syal jadi terpaksa menutupnya dengannya plester.


Haikal yang baru keluar dari kamar mandi, dia tertawa kecil melihat ada tiga plester menempel di leher Ghisell, "Leher kamu kenapa?"


Ghisell menghela nafas, "Digigit kambing. Pura-pura gak tau!"


"Masa ada kambing ganteng begini. Mau aku tambahin gak?" Haikal memegang kedua pundak Ghisell dari belakang, menggodanya.


Entah kenapa sentuhan itu membuat aliran darah Ghisell berdesir, mungkin tubuhnya belum bisa move on dari kisah panas semalam. Ghisell melepaskan tangan Haikal "Ishh... ogah ya. Cepat di baju! Aku tunggu di luar."


Haikal malah ingin menggodanya, bukannya menjauh dia malah merangkul pinggang Ghisell sehingga badan mereka begitu dekat, entah mengapa jantungnya berdetak begitu hebat saat dia tak sengaja menatap mata Haikal. Apalagi tercium aroma maskulin dari badannya yang sixpack itu.


"Masa ogah, bahkan semalam kamu mende sah dan terus menyebutkan namaku berkali-kali." Bahkan Haikal menirukan desa hanya. "akhh... Haikal."


Haikal memang sering usil padanya. Ghisell malah mencubit lengannya agar berhenti menggodanya. "Ishh..."


"Aw aw sakit." Haikal memegang lengannya, tapi dia malah terus tersenyum menggoda Ghisell.


Wajah Ghisell merah merona dengan kelakuan Haikal itu, sangat malu, ingin rasanya dia bersembunyi kemana aja biar bisa ngumpetin rasa malunya. Dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka, "Emm...tadi hape kamu bergetar, ada telepon dari cewek yang bernama Vira."

__ADS_1


"Vira?" Haikal mengerutkan keningnya. Haikal segera mengecek ponselnya, rupanya bukan cuma panggilan tak terjawab saja tapi ada beberapa pesan juga.


Ghisell memperhatikan Haikal yang tengah sibuk membaca pesan di ponselnya.


Siapa Vira?


Ada hubungan apa kamu dengan cewek bernama Vira itu?


Mengapa dia menelpon kamu pagi-pagi sekali?


Mungkin dibenaknya ingin bertanya seperti itu, tapi dia yakin jika dia bertanya begitu ke Haikal, Haikal malah kepedean dan terus menggodanya.


"Emm... ya terserah sih itu mau siapa kamu juga."


"Emang kamu gak marah kalau aku ketemuan sama dia?" Haikal hanya ingin tau aja reaksi Ghisell gimana jika dia berkata begitu.


"Kenapa harus marah? Aku kan sudah bilang sama kamu, pernikahan kita ini hanya sementara,jadi kita gak perlu membatasi kita mau dekat dengan siapa."


"Apa itu artinya kamu masih dekat dengan kak Rafael?"

__ADS_1


Ghisell tak menjawab pertanyaan Haikal. "Aku tunggu kamu di dalam mobil." Setelah berkata begitu , Ghisell segera pergi meninggalkan kamar hotel.


Padahal Haikal hanya ingin membuat Ghisell cemburu, tapi rupanya itu tidak mempan, Vira memang ingin bertemu dengannya, tapi Haikal sama sekali tidak terpikirkan untuk membalas pesan darinya.


Sementara didalam mobil, Ghisell sedang menunggu Haikal, dia membaca beberapa pesan dari Rafael, Rafael memang sering mengirim pesan padanya walaupun tidak pernah dia balas, bahkan sering mengirim dia bunga ke kantor.


Rafael tau batasan, tidak mungkin mengencani Ghisell yang statusnya masih istri Haikal. Dia hanya ingin terus memperhatikannya dan menunggunya.


[Aku sudah lama tidak berhubungan dengan Chika, demi kamu. Aku hanya ingin kamu tau aku serius menunggu kamu. Aku tau pernikahan kalian hanya sementara. Jadi jangan larang aku untuk menunggu kamu. Bahkan Haikal sudah tau aku akan menunggu kamu.]


Ghisell mengerutkan dahinya, darimana Rafael tau tentang pernikahan mereka. Sebenarnya Rafael hanya menebak saja dia tau alasan Ghisell mau menikah dengan Haikal karena dia hamil anak Haikal dan ternyata mereka tidak satu kamar, sudah dapat ditebak alurnya mau kemana hubungan pernikahan mereka. Mungkin terkesan egois, tapi bagi Rafael apa salahnya dia menunggu Ghisell yang jelas pernikahan mereka tidak akan bertahan lama.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...


__ADS_2