Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Lima Puluh Delapan


__ADS_3

Di Kantor Utama K Grup...


"Luna tolong ambil ini!"


"Luna tolong ambil itu!"


"Luna, tolong beli bunga seperti biasa untuk Ghisell."


Rafael merasakan ada perubahan pada sikap Luna, setiap disuruh apapun biasanya suka protes tapi hari ini dia lebih banyak diam dan nurut begitu saja.


"Kenapa tuh anak? Apa dia masih ngambek gara-gara kemarin!" gumam Rafael, padahal dia pikir Luna terbiasa dengan pergaulan bebas di Amerika, apalagi dia dengar Luna sering bolos kuliah. Eh ternyata kemarin adalah ciuman pertamanya, rupanya dia salah menilai Luna.


Sementara Luna terus meracau sambil memilih bunga untuk Ghisell "Benar-benar menyebalkan. Dia kelihatan biasa aja, sama sekali tidak merasa bersalah."


Sesuai saran dari Bella, Luna mengirim bunga itu bukan ke Ghisell tapi ke Raymond. "Kirim bunga ini ke Direktur Rumah Sakit JK, bilang aja dari pengagum rahasia."


"Oh iya, mbak. Ini nota pembeliannya." Karyawan di toko bunga itu memberikan nota pembelian bunga agar Rafael percaya bahwa Luna mengirim bunga itu buat Ghisell.


Di Rumah Sakit JK...


Raymond hatinya sedang berbunga-bunga karena dia masih terbayang dengan ciuman panasnya bersama Bella, dia sudah memutuskan bahwa dia tidak akan pernah melepaskan Bella dan akan mencoba untuk setia pada satu wanita.


Tok Tok Tok


Terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk!" suruh Raymond.


"Dokter Raymond, ini ada kiriman bunga." kata OB di rumah sakit JK.


Raymond mengerutkan dahinya, "Dari siapa?"


"Katanya pengagum rahasia."


Raymond tersenyum lebar, dia memang tidak meragukan pesonanya jadi sudah hal biasa jika ada wanita yang diam-diam mengirim bunga secara rahasia seperti ini, padahal bunga itu dari Rafael.


Sementara itu di Neo Grup...


"Kenapa telepon aku malam-malam? Aku sudah bilang bekerjalah profesional. Jangan menghubungi aku di luar jam kerja." Haikal begitu marah saat bertemu dengan Vira di kantor.


"Ya ampun, maaf. Aku hanya ingin menanyakan soal pekerjaan, kemarin ada yang ingin aku tanyakan mendesak sekali." Vira sama sekali tidak merasa bersalah.


"Harusnya kamu telepon Jerry dulu, asisten aku, bukan langsung ke aku. Tolong hargai privasi atasan kamu." Kalau bukan karena ayahnya Vira memiliki saham di Neo Grup, dia sudah pasti akan memecat wanita ini, dari dulu dia merasa risih dengan wanita satu ini yang terus mengejarnya itu.

__ADS_1


Dan di Kantor Utama Adva...


Bella tidak konsentrasi dalam pekerjaannya karena masalah ciuman semalam dengan Raymond, sialnya ciuman itu sampai terbawa mimpi.


Bella lebih pusing lagi melihat Ghisell yang berjalan mondar mandir di Ruang Manager, sambil terus mengigit jarinya.


"Kamu kenapa Sell? Kok dari tadi mondar mandiri terus kayak setrikaan?"


Entah mengapa Ghisell merasa tidak tenang saat mendengar Haikal akan pergi bersama Vira ke kota C, apalagi akan tinggal beberapa hari disana, mungkin bahkan bisa sampai satu minggu, bukankah dia yang bilang tidak akan membatasi Haikal dekat dengan siapapun? Seharusnya dia sudah tau akan terjadi hal seperti ini.


"Menurut kamu, mantan kekasih berduaan tinggal di luar kota, apa yang akan terjadi?" tanya Ghisell pada Bella.


"Ya kalau berduaan terus bisa aja CLBK, apalagi berduaan terus uhhh bakal lebih dari sekedar CLBK. Memangnya kenapa?" Bella sangat penasaran siapa yang dibicarakan Ghisell.


"Oh nggak, hanya bertanya saja." Ghisell jadi membayangkan hal yang tidak-tidak sampai badannya terasa panas dingin.


"Apa mungkin maksud kamu Haikal ya?" Bella mencoba menebak.


Ghisell tidak menjawab, artinya iya.


"Kamu percaya aja Haikal tidak akan macam-macam. Karna itu aku cuma ingin kasih saran sama kamu, Sell. Sebelum dia pergi kamu harus pastikan dia kenyang dulu." Bella mencoba memberi saran sebagai sahabat baik.


"Kenyang? Aku kasih makan dia gitu?"


Ghisell tidak tau mengapa dia merasa gelisah, apalagi saat Haikal bilang tidak akan memaksanya lagi, dia jadi berpikiran yang aneh-aneh.


...****************...


Malam itu di apartemen.


Haikal baru pulang membeli makanan yang diinginkan Ghisell, Ghisell sangat menyukai salad buah. Dia memberikan salad buah itu di atas meja yang kebetulan Ghisell sudah standby disana.


"Ini salad buah yang kamu inginkan,"


Ghisell membawa salad buah itu dari tangan Haikal, tanpa menunggu lama dia langsung memakannya.


Haikal mengelus perut Ghisell, "Papa pasti kangen banget sama kamu, sayang."


Sentuhan itu membuat badan Ghisell merasa tersengat listrik, menimbulkan hawa panas di tubuhnya, maklumlah dari semalam dia menahan hasratnya, sebagai seorang wanita pasti akan tersiksa, apalagi wanita tipe kayak Ghisell yang tidak berani meminta duluan.


Haikal melepaskan sentuhannya, dia takut tidak bisa menahan diri jika terus mengelus perut sang istri, apalagi dia mencium aroma wangi dari tubuh Ghisell yang semakin membuat hasratnya bergejolak.


"Kamu besok mau berangkat?" Pertanyaan Ghisell nampak kikuk padahal sudah jelas Haikal akan berangkat besok.

__ADS_1


"Iya, bukan cuma Vira, ada Jerry juga ikut. Disana ada banyak karyawan bagian lapangan juga." Haikal hanya ingin Ghisell tidak berpikir macam-macam padanya walaupun dia tau Ghisell tidak peduli tentang hal itu.


Ghisell merasa lega mendengarnya, dia pikir Haikal kesana hanya berduaan dengan Vira.


"Sepertinya kamu sangat akrab dengan mantan kamu itu?" Ghisell mengerutkan dahinya, kenapa dia harus bertanya seperti itu pada Haikal.


"Tidak juga, aku tidak pernah memiliki perasaan padanya. Dulu kita dijodohkan. Dan sekarang kita hanya rekan kerja saja."


Jawaban Haikal sungguh membuatnya sangat merasa lebih dari sekedar rasa lega, entah mengapa Ghisell merasa bahagia mendengar jawaban dari Haikal.


"Kamu untuk sementara tinggal di rumah mama Ghea aja, biar ada teman."


"Gak apa-apa, aku disini aja, ada Bella ini."


"Hmm... ya sudah, aku masuk ke kamar dulu." pamit Haikal, padahal malam ini dia ingin sekali meminta jatahnya sebagai seorang suami pada istrinya tapi dia yakin Ghisell akan menolak.


Haikal segera masuk ke dalam kamar.


Satu jam berada di kamar, Haikal tidak bisa tidur, dia terus merubah posisi tidurnya menghadap ke kanan lalu kiri, dia sangat tersiksa membayangkan nanti jika dia merindukan Ghisell, apa tidak bisa dia memeluknya sebentar saja.


Tok...Tok...Tok...


Terdengar suara ketukan pintu, sepertinya Ghisell memiliki keperluan padanya.


Ceklek!


"Ada ap..." Haikal tidak meneruskan perkataannya saat melihat penampilan Ghisell membuat dia meneguk saliva dengan susah payah seakan tenggorokannya begitu sangat kering.


Haikal membulatkan matanya memandangi Ghisell yang berdiri tepat didepan kamarnya dengan memakai lingerie pemberian dari Omah Rosa. Haikal tidak bisa berkedip, tidak ingin melewatkan pemandangan indah dari bidadari yang satu ini, yang mampu membuat jantungnya berdebar dan tergila-gila.


Ghisell tampak gugup ditatap seperti itu. "Bo-boleh emm... boleh aku tidur disini?" tanya Ghisell dengan malu-malu.


Apa Haikal akan menolak apa langsung digabrug/ diterkam? 😅


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2