Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Bonchap 23


__ADS_3

Satu jam setelah Raymod dan Haikal pergi, Bella pulang ke rumah di antar Danu. Selama mereka melakukan fitting baju pengantin bersama sampai pulang ke rumah, tak ada obrolan penting diantara mereka.


Bahkan Bella membiarkan Danu mengobrol bersama kedua orang tuanya di ruang tamu, dia memutuskan masuk saja ke dalam kamar. Dari sikap Bella, Danu tau pasti Bella sangat terpaksa menerima perjodohan ini, tapi Danu membutuhkan Bella agar Omnya bisa memberikan harta warisan peninggalan kedua orang tuanya dengan syarat Danu harus menikah dulu. Dan tidak dipungkiri dia memiliki ketertarikan pada Bella juga.


Bella dari awal sudah tau bahwa dirinya dijodohkan dengan Danu, walaupun pernah sempat menolak tapi ayahnya menganjurkan untuk mengenal Danu lebih jauh, waktu itu Bella tidak pernah menganggap perjodohan itu. Makanya saat Bella memiliki pacar dan mengenalkan pacarnya kepada sang ayah, pacarnya langsung di buat tak ingin bertemu Bella lagi karena Reno menilai pria itu kelihatan hanya bermain-main saja dengan anaknya.


Karena itu setiap kali Raymond meminta Bella untuk mengizinkannya bertemu orang tuanya, Bella selalu nolak, karena dia belum siap kehilangan Raymond jika tau dirinya telah dijodohkan.


Ceklek!


Arumi masuk ke kamar sang putri, dia melihat Bella yang sedang duduk di tepi kasur dengan wajah yang kelihatan muram.


"Tadi ada pria yang bernama Raymond datang kesini."


Bella terbelalak begitu mendengar ucapan sang mama, "Raymond?"


Dari tatapan Bella saat mengucap nama pria itu, Arumi bisa tau bahwa putrinya memiliki hati pada pria yang bernama Raymond itu.


"Iya, dia datang kesini untuk melamar kamu."


Bella berusaha untuk menahan air matanya, dia seharusnya tidak boleh goyah dengan keputusannya, tapi tetap saja rasanya menyakitkan karena dia tidak bisa melupakan pria itu.


"Apa kamu menyukai pria itu, Bella?"

__ADS_1


Mata Bella berkaca-kaca mendengar pertanyaan dari sang mama, dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Arumi.


"Jika kamu memang menyukai pria itu, mama akan membantu bicara sama ayah kamu."


"Percuma juga kan Ma, Bella gak mau ayah marah. Apalagi Bella gak mau mama dan papa jadi berantem gara-gara Bella." Akhirnya air mata Bella tumpah juga, Bella tak bisa membendungnya lagi.


Arumi menghapus air mata anaknya, dia memegang kedua pundak Bella "Pernikahan itu hanya sekali dalam seumur hidup, sayang. Karena itu kamu harus menikah depan pria yang kamu suka. Ayah kamu pernah muda, dia pasti akan mengerti."


Bella terdiam, dia hanya bisa terisak, sejujurnya dia juga ingin hidup dengan pria yang dia cintai, dan pria itu adalah Raymond. Arumi memeluk Bella membiarkan Bella menangis dipelukannya.


Setelah Danu pergi, sore ini Bella ingin berbicara yang serius dengan ayah, ditemani mamanya.


"Bella minta maaf yah, Bella..." Bella terasa sesak untuk melanjutkan perkataannya, "Bella tidak bisa melanjutkan perjodohan ini."


"Kamu ini bicara apa Bella?" Reno sangat marah.


Arumi memegang tangan Reno untuk menenangkannya.


Bella terisak, "Bella gak mau menikah dengan Danu yah. Bella sudah beberapa kali menolaknya, tapi ayah gak mau dengar itu makanya Bella dari kemarin pasrah saja, Bella gak bisa menentang keinginan ayah. Tapi...tapi Bella mencintai pria lain, yah. Bella ingin hidup dengannya."


Reno hanya menatap tajam pada Bella tanpa berkata apa-apa tapi tatapan itu cukup membuat Bella sakit. Reno menghela nafas berat, dia segera bangkit dan meninggalakan istri dan anaknya.


"Ayah."

__ADS_1


Arumi menahan Bella, "Ayahmu sedang menenangkan hatinya dan berpikir, biar sekarang urusan mama, mama yang akan bicara baik-baik sama ayahmu."


Bella hanya menganggukan kepala, dia membiarkan mamanya pergi menemui sang ayah yang tengah menenangkan diri di halaman belakang.


Arumi duduk di sebelah sang suami yang sedang menaburkan makanan ikan ke dalam kolam dengan tatapan kosong.


"Apa aku terlalu keras sama Bella?" lirih Reno. "Padahal aku melakukan ini semua untuk kebaikan anak kita."


"Apa yang menurut kita baik belum tentu baik buat Bella, belum tentu Bella bahagia, sayang."


"Iya sayang, aku tau. Tapi aku hanya takut Bella menikah dengan pria yang gak tepat, dan menyakiti Bella."


Arumi memeluk sang suami dari belakang, "Pria yang bernama Raymond itu kelihatannya sangat mencintai anak kita. Bella juga mencintainya. Kita dulu menikah karena saling mencintai, sama halnya dengan Bella, Bella pasti ingin menikah dengan pria yang dia cintai."


Perkataan Arumi membuat Reno terketuk hatinya. Dia terdiam memegang tangan Arumi yang memeluk dirinya. Dia tidak bisa berpikir jernih sore ini.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....


__ADS_2