
Rafael sengaja membawa Luna ke halaman samping paviliun, kebetulan disana ada kolam renang kecil, walaupun tidak sebesar kolam renang di halaman belakang rumah.
Rafael memang bukan pria romantis, karena itu dia mengikuti saran dari Haikal saat dia mencoba untuk bercerita tentang masalah hatinya pada Luna, tapi urusan kejutan dia ingin dia yang melakukan semua itu sendirian.
Luna terperangah saat melihat pemandangan indah di sana. Ada sebuah bunga berbentuk I love you di kolam renang sana, lalu Rafael masuk ke dalam sebentar, membawa makanan untuk makan malam mereka dan meletakannya diatas meja yang ada di pinggir kolam.
"Apa ini?" Luna sama sekali tak percaya dengan apa yang dilihatnya, "Kak Rafael yang melakukannya sendiri?"
Mereka duduk di kursi yang sudah tersedia disana.
Rafael mengagukan kepala, "Tadi aku sengaja pulang dulu untuk membuat semua ini untuk kamu."
"Tapi untuk apa? Kenapa memberikan kejutan ini padaku?" Luna tidak mengerti mengapa tiba-tiba Rafael bersikap romantis padanya.
"Lebih baik kita makan dulu, nanti aku akan menjawab semuanya."
berhubung sangat lapar karena tadi Luna tidak sempat makan di pesta sana, dia terlalu sibuk mengurus ini itu. Akhirnya dia memakan hidangan makan malam mereka.
"Bagaimana rasanya?"
"Masakan kak Rafael tidak diragukan lagi, pasti sangat enak."
Rafael tersenyum penuh rasa puas karena Luna menyukai masakannya, bahkan memakannya sampai habis.
Setelah makan malam, Rafael membawa Luna masuk ke dalam kolam renang, sampai pakaian mereka basah semua, Rafael sengaja memberikan kejutan di kolam ini karena kolam ini airnya hangat.
Rafael merangkul pinggang Luna mengikis jarak diantara mereka berdua, dia menatap intens kedua mata Luna, "Aku ingin meresmikan pernikahan kita, aku ingin hidup selamanya bersama kamu, Luna."
Luna sama sekali tidak percaya Rafael bisa mengatakan hal semanis itu padanya, "Tapi...tapi kenapa kak? Bukannya kak Rafael..."
"Karena aku mencintaimu kamu, Luna."
Luna terbelalak mendengar ucapan Rafael. Rafael mencintainya? Benar kah? Rasanya seperti mimpi.
"Aku juga gak tau sejak dari kapan, tapi yang pasti aku gak pernah bisa jauh dari kamu. Aku selalu ingin melihat kamu setiap hari, setiap waktu. Aku sangat kesal jika kamu dekat dengan pria lain."
Mata Luna berkaca-kaca, dia sangat bahagia mendengarnya, sama sekali tidak menyangka bahwa akhirnya kata cinta terucap dari mulut Rafael. "Aku juga cinta sama kak Rafael, aku juga gak tau senjak kapan, tapi rasanya aku selalu sedih jika ingat perkataan kak Rafael yang bilang bahwa pernikahan kita hanya satu bulan." Tanpa teras air matanya menetes.
__ADS_1
Rafael menghapus air mata Luna, "Mari kita hidup bersama selamanya, menghapus semua masa lalu kita, dan semakin menumbuhkan rasa cinta kita. Menjadi mama dan papa yang baik untuk anak kita nanti."
Luna tersenyum penuh rasa haru, dia memeluk Rafael, "Iya, mari kita lakukan itu semua."
Rafael membalas pelukan Luna, setelah sekian menit mereka berpelukan, Rafael melepaskan pelukannya dan mencium bibir Luna, hanya sebentar dan saling berpandangan dengan penuh rasa bahagia, mereka berciuman kembali, ciuman yang disertai dengan lu ma tan, Rafael tidak ingin berhenti, bibir Luna begitu manis, menyapu bibirnya dengan penuh rasa cinta.
Sepoy-sepoy hembusan angin malam menerpa mereka, membuat mereka saling memeluk dengan kondisi mereka yang basah kuyup di dalam kolam, bahkan alunan musik romantis yang sengaja di putar Rafael terdengar begitu indah, membuat jiwa mereka bergelora, untuk saling memeluk dan ciuman mereka kini semakin panas.
Dengan nafas berbaur, mereka masih saling bercumbu dengan penuh rasa bergairah, bahkan Rafael membuka kancing baju Luna, begitu pun Luna, dia membuka kancing kemeja Rafael, sampai akhirnya mereka tak memakai satu helai kain pun di dalam genangan air kolam sana.
Rafael menyimpan pakaian mereka di tepi kolam, dia mengangkat tubuh Luna agar duduk di tepi kolam, sementara dirinya masih di bawah di dalam kolam, mereka berciuman kembali walaupun Luna harus sedikit membungkukan badan, Rafael mulai menciumi ceruk leher Luna disertai dengan gigitan kecil membuat Luna mende sah.
"Kak!" Luna sedikit menengadahkan wajahnya menatap bintang-bintang yang berkerlap-kerlip di atas sana, Rafael semakin bebas menciumi lehernya, menyesapnya dengan kuat.
Setelah puas menciumi lehernya, Rafael mengulum bagian puncak di payu dara Luna, menyedotnya.
"Ahhhh... kak!" Luna memeluk kepala Rafael yang tengah sibuk menikmati dua aset berharga di dadanya, silih berganti.
Luna semakin mende sah saat Rafael mere mas dengan lembut salah satu bulatan yang indah, putih, dan mulus itu, lalu melahapnya kembali, memainkan lidah di area puncaknya.
"Kak..." Luna sedikit menganga, Rafael memang diam-diam menghanyutkan, dia walaupun cuek tapi sangat tau bagaimana memanjakan tubuh pasangannya.
"Ahhh...ahhh... Kak." Erang Luna begitu Rafael menyedot miliknya. Bahkan dia tak mampu duduk dengan tegak, badannya sedikit miring ke belakang yang hanya bertumpu pada kedua tangan sebagai penahan.
Rafael menelusupkan lidahnya masuk ke dalam, mengocokan lidahnya keluar masuk dengan cepat. Perpaduan antara geli dan nikmat membuat Luna menjerit keenakan, "Ahhh...kak...Rafa..."
Luna bahkan tak mampu menahan lagi tubuhnya, dia membaringkan badannya di tepi kolam, sementara Rafael masih terus menikmati pusat kenikmatannya, semakin melebarkan kedua pahanya, menyesap dan me lu matanya dengan rakus.
"Ahhhhhh..." Luna meremang begitu merasakan ada yang tumpah di bawah.
Rafael mengangkat tubut Luna agar masuk kembali ke dalam kolam, membiarkan dia menyadarkan punggungnya ke dinding tepi kolam dan langsung menyatukan kedua pusat inti mereka dengan cara Luna mengaitkan kakinya ke pingggang Rafael.
"Arrrggghhh..." Luna sedikit menjerit karena miliknya masih sempit, tentu saja masih terasa perih Rafael kembali masuk ke dalam.
"Oh Luna...ahhh.." Rafael mengerang saat merasakan kedua milik mereka menyatu dengan sempurna. Bahkan Rafael terus menggerakan pinggulnya agar terus menusuk semakin dalam.
Lagi-lagi rasa perih itu tergantikan dengan rasa nikmat saat Rafael terus bergerak, menciptakan gelombang air yang ikut bergerak seakan ikut menikmati percintaan panas mereka.
"Ayo kita melakukannya setiap hari agar kita segera punya anak." Rafael mengatakannya dengan nafas tersengal-sengal. Tubuh Luna begitu membuat dirinya menjadi candu.
__ADS_1
"Tentu saja," Luna mengagguk, dia sama sekali tidak merasa keberatan karena dia sangat menikmatinya.
Mereka berciuman kembali dengan segala naf su di dalam jiwa.
"Kak, aku mau keluar!" Luna sudah tak kuat menahan gelombang yang akan keluar dibawah sana.
"Keluarkan saja sayang " Rafael semakin menggerakan miliknya dengan cepat.
Luna memeluk dengan erat punggung Rafael, tubuhnya bergetar hebat saat merasakan gelombang hangat itu keluar. "Shhh...kak...ahhhh..."
Rafael mencabut miliknya yang masih berdiri tegak dan menantang. Dia duduk di tepi kolam, lalu mengulurkan tangannya agar Luna naik ke tepi kolam juga.
Luna duduk di pangkuan Rafael, kedua milik mereka menyatu kembali, kini giliran Luna yang mendominasi, dia ingin menyenangkan Rafael juga, Luna mencium bibir Rafael sambil menggerakan tubuhnya seperti sedang berpacu kuda.
"Ahhh...terus Luna." Kedua tangan Rafael memegang pinggang Luna, ikut menggerakan badan Luna agar bergerak semakin cepat.
"Emm...ahhh... kak." Luna semakin men de sah saat Rafael menyambar buah dadanya yang bergerak indah di depannya, menyesapnya dengan rakus.
Rafael kembali mencium bibir Luna, saat merasakan akan ada yang tumpah di dalam sana, keduanya sama-sama mengerang dengan segala rasa nikmat dan kepuasan yang ada.
"Ahhhh.. "
Rafael memegang wajah Luna "Terimakasih, Luna. Aku janji aku akan berusaha untuk memperlakukan kamu dengan baik, aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku cintai untuk kedua kalinya. Aku mencintaimu."
Luna tersenyum manis, dia mengecup bibir Rafael. Rafael menekan tengkuk Luna memperdalam ciuman mereka.
Mereka turun ke bawah lagi, masih berciuman didalam genangan air di dalam kolam sana. Bahkan saling memeluk karena dinginnya udara malam sudah mulai terasa.
Bulan dan bintang-bintang yang bertaburan dengan indah di langit menjadi saksi bisu bagaimana panasnya percintaan mereka, mereka bercinta dengan penuh rasa cinta karena telah sama-sama mengetahui isi hati mereka.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....
__ADS_1