
Nah mana yang kemarin mau nyiapin es batu banyak! 😁
"Jadi Kak Rafael dan Luna menikah?" Tanya Ghisell pada pria yang sedang memijat kakinya yang mulus dan putih itu.
Haikal yang menawarkan diri untuk memijat kaki Ghisell padahal Ghisell meminta memanggilkan tukang pijat saja karena merasa kakinya pegal, namun saat mendengar tukang pijat di kampung ini laki-laki, Haikal tidak jadi memanggilnya, dia tidak rela ada yang menyentuh istrinya selain dirinya.
"Iya, mereka nikah siri dulu malam ini, dua minggu lagi resepsinya. Hmm... semoga kak Rafael bisa mencintai Luna dan melupakan istriku yang gengsian ini."
"Ish..." Ghisell mendengus kesal.
"Lalu kapan resepsi pernikahan kita?" tanya Haikal. Kini pijatan di area betis itu malah pindah ke paha dengan menyibakan roknya.
"Ish daerah sana gak pegal." protes Ghisell. "Aku rasa tidak perlu ada resepsi, buat apa juga, yang penting status kita sudah sah."
"Memang kamu gak mau nikah mewah?"
"Nggak, aku sebagai istri mau belajar berhemat."
Haikal terkekeh saat mendengar kata hemat, "Ya ampun Ghisell sayang, bilang aja kalau kamu mau apa dan mau beli apa, aku pasti akan membelikannya. Kamu mau minta uang berapa pun juga pasti aku kasih, ya walaupun aku tau kamu punya banyak uang."
Tangan Haikal semakin nakal malah menelusup masuk ke kain segitiga menyentuh sesuatu yang lembab dan begitu lembut.
"Haikal!" protes Ghisell dengan nafas tersengal.
"Anggap aja aku tukang pijat plus-plus." Haikal tersenyum miring, dia menyelipkan satu jemari diantara belahannya dan segera menggerakkannya dengan lembut.
Ghisell mengepalkan tangannya memenahan kegelian dibawah sana.
"Boleh ya sekali lagi?"
__ADS_1
"Emang belum puas ya? Tadi sore kan udah beberapa kali kita melakukannya."
"Belum, kamu selalu membuat aku bergairah." Haikal segera membuka kain segitiga itu dengan cepat, menenggelamkan kepalanya diantara kedua paha Ghisell yang masih memakai rok itu.
"Ahhh..." Ghisell mende sah saat merasakan lidah yang lembut itu menjilati miliknya, lalu lidah itu masuk ke bagian dalam, keluar masuk dengan ritme cepat, Ghisell menegang mencengkram seprai dengan kuat.
"Oh shitt... aku suka milikmu, sangat wangi dan lucu." racau Haikal, dia menjilati milik Ghisell lagi seperti sedang menjilati es krim.
"Ahhh... Haikal." rengek Ghisell, dia tidak bisa mengelak bahwa rasanya sungguh nikmat. Rasa geli membawa kenikmatan yang tak tertahankan.
"Aaahhhhh..." Ghisell melengking panjang saat merasa ada yang mendesak keluar di daerah intinya.
Haikal segera membuka baju dan celananya, rupanya sang joni sudah tegak dengan gagah. Haikal memposisikan dirinya berada di atas Ghisell, dia langsung memasukkan miliknya yang besar pada milik Ghisell yang masih terasa sempit.
"Ahhhh...akhhh.." Keduanya mengerang penuh kenikmatan saat keduanya menyatu.
Ghisell semakin meracau tiada henti menyebutkan nama Haikal di setiap dalam desa hanya saat kejantanannya terus keluar masuk memompa intinya.
"Ahhh...ahhh... Haikal...mmphh..." Haikal menggerakan pinggulnya dengan ritme yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu pelan juga, dia tersenyum puas melihat Ghisell yang terus mende sah memanggil namanya.
"Ohh... nikmat sekali, Ghisell akhh..." Haikal merasakan bercinta malam ini terasa lebih nikmat karena dia sudah mengetahui orang yang berada dalam kungkungannya begitu mencintai dirinya.
Haikal mengeluarkan miliknya, dia membalikan badan Ghisell dengan pelan dan mengangkat pinggulnya, bermain dari belakang. Menghentakan miliknya dengan kuat.
"Ohhh my..." Ghisell meremas rambut di ubun-ubunnya tak bisa menahan sensasi yang teramat luar biasa nikmatnya, oh sungguh nikmat, dirinya merasakan melayang bebas di angkasa.
Haikal menengadah ke atas merasakan miliknya dijepit dengan kuat, jiwanya terus melayang-layang merasakan nikmatnya percintaan malam ini.
Ghisell semakin mende sah ketika Haikal mempercepat tempo goyangannya. Sampai akhirnya mereka merasakan ada yang mendesak ingin keluar dari bawah sana.
__ADS_1
"Ahhhhh... arrrggghhh..." Mereka mengerang secara bersamaan karena telah mencapai puncaknya.
Sesuai dengan janji, Haikal hanya melakukannya satu kali. Dia tidak ingin Ghisell merasa kelelahan. Haikal memposisikan dirinya tidur di samping Ghisell, tiba-tiba Ghisell memeluk tubuhnya dengan manja menenggelamkan kepalanya di dada Haikal yang bidang. Tubuh mereka hanya ditutupi selimut saja.
"Haikal!"
"Hm?" Haikal masih kaget karena Ghisell memeluknya begitu erat.
"Kamu ingat boneka dan cincin couple yang kamu kasih ke aku?"
"Aku ingat, kamu bilang sudah membuangnya bukan?"
"Aku bohong, boneka dan cincin itu ada di lemariku, di apartemen kita."
Haikal terperangah senang mendengarnya, "Yang benar kamu?"
"Iya, aku memang pernah berniat menyimpannya ke gudang. Tapi rasanya tidak rela mungkin karena aku merasa sangat menyukai boneka itu, makanya saat kita pindahan, aku memasukannya ke dalam koper. Aku mengeluarkan boneka itu dimalam hari, setiap tidur aku memeluknya."
Haikal tersenyum lebar, "Mulai sekarang aku saja yang peluk, kita akan saling berpelukan setiap malam, setiap kita tidur."
Ghisell menganggukan kepala. Dada bidang itu membuatnya sangat nyaman, Ghisell semakin menenggelamkan wajahnya disana.
Mereka tidak tahu bahwa di Vila sebelah,Vira sedang uring-uringan, menyesal kenapa harus bertanya begitu ke Ghisell.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...