Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Enam Puluh Enam


__ADS_3

Sudah satu minggu Haikal berada di Kota C, Setiap hari Haikal terus bertanya tentang Ghisell pada Raymond.


"Gimana kedaan Ghisell sekarang?" Haikal sangat mengkhawatirkan Ghisell.


"Kata Bella dia baik-baik aja kok, cuma kayaknya rindu berat sama kamu."


Raymond memang yang mengusulkan agar Haikal jangan dulu menghubungi Ghisell, sampai Ghisell sadar sendiri akan perasannya pada Haikal. Walaupun awalnya Haikal merasa tidak kuat untuk tidak menghubungi Ghisell, dia akan menjadi gila jika tidak mendengar kabar tentang Ghisell, tapi karena Raymond akan selalu memberikan kabar tentang Ghisell lewat pacarnya, akhirnya Haikal pun bersedia mengikuti usulan dari sahabatnya, walaupun hatinya tersiksa, tapi dia juga ingin tau bagaimana perasaan Ghisell padanya.


"Beneran Ghisell merindukan gue?" seru Haikal dengan mata yang berbinar-binar.


"Kayaknya sih begitu. Walaupun dia gak bilang, tapi kelihatan aja dia seperti mengharapkan ada yang menghubunginya."


"Tapi gue tersiksa banget Ray, gue kangen banget mau mendengar suaranya." Haikal mengatakannya seperti orang yang sedang kelaparan.


"Ya ampun tahan aja dulu napa,"


Haikal pasrah saja, dia mengikuti saja sarannya dari mantan casanova itu.


Setelah selesai berteleponan dengan Raymond, Haikal berjalan sendirian menikmati udara pagi di luar Vila, dia menempati Vila itu berdua dengan Jerry, sementara Vira dan karyawan lainnya tinggal di Vila yang ada disebelahnya. Jangan ditanya lagi apa Vira tidak menggodanya? Tentu saja dia mencoba untuk mencari perhatian pada Haikal namun Haikal tidak pernah menanggapinya.


Beberapa kali dia memperhatikan ponselnya, ingin sekali dia menelpon Ghisell namun dia harus bersabar sebentar.


"Arggghhh aku kangen banget sama kamu, Ghisell." Haikal terus meracau, menahan rasa rindu yang menggebu, pastinya sangat menyiksa diri.


"Kamu disini, Haikal?" sapa Vira yang kebetulan menikmati udara pagi juga.


"Hmm iya." jawab Haikal dengan nada datar.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku temenin?" tanya Vira dengan tatapan menggoda dan mendekatkan jarak mereka.


Namun Haikal malah mundur menjauhkan jaraknya, "Gak usah, aku mau sendiri."


Vira menghela nafas, "Aku sudah tau tentang istri kamu itu, kamu menikah karena dia sedang hamil kan karena itu kamu meninggalkan aku. Tapi aku tau hubungan kamu dengan istri kamu itu kayak gimna karena istri kamu mantannya kak Rafael. Buat apa kamu mempertahankan rumah tangga kamu kalau ternyata istri kamu gak bisa mencintai kamu?"


Haikal menatap Vira dengan sorotan mata tajam, "Vira, bukannya aku sudah memperingati kamu untuk bersikap profesional?"


"Tapi ini kan di luar jam kerja."


"Iya, di luar jam kerja. Tapi tujuan kita disini untuk bekerja. Jangan pernah membahas masalah pribadi lagi jika kamu ingin tetap menjadi patner kerja aku." Setelah berkata begitu, Haikal pun pergi meninggalkan Vira, dia memilih masuk kembali ke dalam Vila.


Jerry yang melihat Haikal baru masuk ke dalam Vila segera menyapanya, "Pagi tuan, anda ingin makan apa? Biar saya carikan."


Makan istriku. Kata hati Haikal memelas.


"Baik, Tuan." Jerry segera pergi meninggalkan Vila itu, mencari makanan untuk sarapan pagi tuannya.


...****************...


"Apa? Kita akan ke Kota C? Mau ngapain?" Bella terkejut karena Ghisell mengajaknya untuk pergi ke Kota C hari ini.


"Ya mau mantau lagi lokasi yang akan dijadikan Departemen Store itu." jawab Ghisell dengan santai saat itu dia sedang sarapan pagi bersama Bella, tentu saja Ghisell yang memasak.


"Buat apa dipantau lagi Sell? Emangnya gak kapok apa waktu itu kita di serang oleh warga pasar disana!" Bella bergidik ngeri membayangkannya.


"Nggak lah, kita sudah berdamai, mereka gak akan marah lagi lihat kita apalagi sekarang sedang di bangun pasar swalayan untuk mereka."

__ADS_1


Bella menghela nafas, "Kapan Sell?"


"Ya hari ini, waktu itu kan kita memantaunya sangat sebentar cuma bagian depannya aja."


"Hmm... bilang aja mau ketemu Haikal, apa susahnya sih." Bella malah menggoda Ghisell.


"Ish... Untuk apa aku bertemu dengan orang yang sama sekali tidak mengingatku, mungkin saat ini dia sedang berduaan dengan mantannya itu." Ghisell mengatakannya dengan perasaan penuh sesak di dada.


Firasat Ghisell memang benar, saat ini Haikal sedang berduaan tapi bukan dengan mantannya, melainkan dengan asistennya, Jerry membelikan banyak makanan untuk Haikal. Namun Haikal sama sekali tidak berselera untuk sarapan, dia jadi membayangkan bagaimana masakan Ghisell, ingin sekali dia merasakan masakannya.


"Tuan mau makan yang mana?"


"Buat kamu aja semuanya, aku jadi gak berselera untuk makan. Biar nanti aku cari makan di luar kalau lapar, aku mau memantau dulu ke lokasi."


Jerry pasrah saja, dia menganggukan kepala.


Haikal memeriksa ponselnya kembali, rasa rindu ini sungguh menyiksa, setidaknya dia ingin sekali saja mendengar suaranya, tapi harus menahannya.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2