Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Lima Puluh Satu


__ADS_3

Haikal semakin ingin membuat Ghisell menikmati permainannya malam ini, jemarinya bergerak ke bawah dan menyelinap masuk ke dalam kain yang masih di pakai Ghisell , dibagian bawah tubuhnya, jemarinya perlahan-lahan menulusuri kelembutan di pangkal paha, dan berhasil menyentuh sesuatu yang sangat lembut dan lembab, dia menyelipkan satu jarinya diantara belahan daging lembut itu. Ghisell semakin kehilangan akal dibuatnya saat jemari itu mulai bergerak-gerak dibawah sana.


"Ha...Haikal" Beberapa kali Ghisell menyebut nama suaminya disetiap desa hannya, bahkan kini bira hinya semakin memuncak saat jemari itu bergerak dengan cepat.


Entah mengapa Ghisell merasa kecewa saat dia akan mencapai puncaknya, tiba-tiba jemarinya berhenti bergerak, bahkan Haikal melepaskan jemarinya untuk tidak menyentuh kewanitaannya itu.


Kepalanya terasa pusing dan ingin mengumpat pria yang ada diatasnya seakan sedang mempermainkan dirinya.


Haikal tersenyum smrik, dia tau apa yang dirasakan Ghisell saat ini, yang nanggung itu memang tidak enak. Haikal ingin menikmati semua bagian tubuh Ghisell dari ujung kepala ke ujung kaki, kapan lagi dia dan Ghisell melakukan ini, jadi dia harus menikmati tubuh indah itu, menghujani seluruh tubuhnya dengan kecupan.


Haikal sudah tak tahan lagi, dia membuka celananya, sampai terlihat jelas sesuatu yang berdiri tegak dan berotot, Ghisell merasa ngeri jika membayangkan benda itu memasuki kepemilikannya.


Haikal tidak ingin Ghisell merasa kesakitan, dia harus membuat pelumas di daerah inti Ghisell, dia menenggelamkan kepalanya diantara kedua paha Ghisell, Ghisell terbelalak saat merasakan ada benda lembut dan basah bermain di area sensitifnya. Bahkan lidah itu menari-nari disana, Ghisell menganga menengadahkan kepalanya menatap langit-langit , meremas seprai dengan sangat kuat, menahan rasa geli saat lidah Haikal keluar masuk ke liang surgawi.


Beberapa kali de sahan itu menggema menghiasi kamar hotel disana, Ghisell tak tahan lagi, dia semakin menggila, tanpa sadar dia melebarkan pahanya agar Haikal semakin bebas bermain di sana, dia mulai mencengkram rambut Haikal menekankan kepalanya saat akan mencapai puncaknya.


"Akkhh...akhhh..." Ghisell merasakan ada yang mendesak keluar dari dalam tubuhnya, dia mengerang panjang saat ada yang berhasil lolos keluar membanjiri kewanitaannya.


Haikal tidak ingin menunggu lama lagi, dia segera menyatukan kedua tubuh mereka, melesat masuk dengan bebas, dia mengerang saat merasakan miliknya terjepit daging lembut yang teramat sempit, merasakan milik Ghisell berkedut manja menjepit dengan kuat pusakanya.


Awalnya Ghisell sedikit meringis dan merasakan tidak nyaman ada yang mengganjal di bawah sana, namun saat Haikal mulai bergerak disitulah dia merasakan kenikmatannya, Haikal ingin membuat Ghisell puas dan nyaman, bagitu juga dirinya, dia ingin bermain lembut karena tau akan kehadiran calon bayi mereka.


"Akhh...kamu sempit sekali sayang." Haikal mengerang penuh kenikmatan.


Desa han Ghisell bagaikan lantunan yang indah, beberapa kali Ghisell menyebutkan nama suaminya saat merasakan milik Haikal keluar masuk membuat jiwanya terus melayang menggapainya nirwana kenikmatan.


Haikal menegakan badannya, membuka semakin lebar kedua pangkat paha Ghisell, membuat Ghisell semakin melambung tinggi karena milik Haikal semakin dalam dan terasa semakin nikmat. Haikal terus bergerak memompa tubuhnya dan sementara lidahnya terus bergerilya di payu daranya.

__ADS_1


Naluri Ghisell bergerak secara alami, dia meremas rambut Haikal yang sedang menikmati bulatan kenyal di dadanya, rasa gengsi atau sifat jutek itu tida ada lagi, yang ada dia terus meracau dan mende sah, kenikmatan ini sungguh tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, bahkan dia membalas ciuman Haikal kembali dengan segala hasrat di dalam dirinya.


"Haikal, aku akhh..." Ghisell merasakan kembali ada yang mendesak di dalam tubuhnya ingin keluar dengan bebas di bawah sana.


Haikal mengerti dengan apa yang dirasakan Ghisell.


Haikal menegakan kembali badannya , dia memegang kedua paha Ghisell dan bergerak dengan tempo cepat, sampai dia mengerang panjang.


"Arrkkkhhh..." Ghisell telah mencapai puncaknya. Tubuh Ghisell bergetar hebat dengan wajah merah merona menggoda.


Haikal memposisikan kembali badannya diatas Ghisell karena belum mencapai puncaknya, dia terus bergerak, keluar masuk dengan begitu dalam.


Lidah Haikal menari-nari di put ting Ghisell hingga menegang kembali, Lalu meyedot payu dara Ghisell dengan rakus, membuat Ghisell terpancing kembali hasratnya. Rupanya pria diatasnya ini begitu sangat kuat, Ghisell kembali mende sah, pria ini terus saja memberikan kenikmatan padanya.


Haikal bergerak dengan begitu indah, dan tangannya tidak henti meraba-raba ke setiap lekuk tubuhnya, memuja keindahan tubuh sang istri, hingga peluh keringat bercucuran di kening mereka.


"Akhhh..."


"Arrrhhh..."


Ghisell merasakan ada cairan hangat menyembur dinding rahimnya. Entah ke berapa kali Ghisell mencapai puncaknya, bahkan dia sudah hampir saja terlupa dengan rasa bencinya pada Haikal.


Ternyata malam itu malam yang panjang untuk mereka, melanggar kesepakatan mereka yang awalnya cuma satu kali terjadi berkali-kali.


Paginya... Ghisell terbangun dari tidurnya, dia mandapati Haikal yang masih memeluk dirinya, mereka belum memakai pakaian sehelai pun, hanya ditutupi selimut saja. Dia memandangi Haikal yang masih tertidur pulas, dia memang menyadari dari awal bertemu pria ini memang tampan tapi membuat dirinya kesal karena imipian untuk hidup bersama orang yang dicintai kini telah kandas.


Ghisell membersihkan diri dengan merendamkan dirinya didalam bathtub. Entah mengapa setiap sentuhan yang Haikal berikan padanya masih terasa menjalar di seluruh tubuhnya. Ghisell menggelengkan kepala, dia tidak boleh terpedaya lagi olehnya.

__ADS_1


Ghisell keluar dari kamar mandi, dia melihat Haikal yang sudah memakai celana saja, tubuh sixpack itu membuatnya teringat lagi dengan kejadian semalam, sungguh jauh diluar dugaan, dia pikir dia akan kesakitan tapi malah sebaliknya.


Haikal tersenyum memandangi Ghisell yang masih memakai bathrobe. Ingin rasanya dia mengulang lagi malam panas mereka tapi dia tidak yakin apa Ghisell mau melakukannya lagi.


"Bagaimana dengan semalam? Apa berkesan buat kamu?" tanya Haikal dengan tersenyum menggodanya memeluk Ghisell dari belakang.


"Hmm... biasa aja, gak ada spesial." Jawab Ghisell dengan berpura-pura santai. Nafas Haikal begitu terasa geli menerpa lehernya. Dia segera melepaskan pelukan Haikal. "Cepat mandi gih, kita harus pulang."


Haikal mengecup bibir Ghisell sebentar, "Baik Nona." Dia tersenyum manis padanya. Sangat terlihat manis.


Haikal padahal ingat jelas bagaimana reaksi Ghisell semalam, terlihat begitu sangat menikmatinya. Haikal hanya tersenyum gemas saja, dia memutuskan untuk masuk ke kamar mandi.


Drrrrttt...Drrrrttt...


Ponsel Haikal bergetar, rupanya ada panggilan telepon dari wanita bernama Vira. Ghisell tidak sengaja melihatnya.


"Vira? Siapa dia? Kenapa juga harus ikut campur urusannya?" Ghisell mencoba untuk bersikap masa bodoh kembali. Jangan sampai jatuh cinta pada pria seperti Haikal, dia bisa lebih makan hati dibandingkan Rafael, karena Haikal memiliki daya tarik tersendiri membuat banyak wanita menyukainya.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2