
Siapkan es batu biar gak gerah!
Keduanya masih menikmati ciuman mereka, yang dari awalnya lembut kini menjadi kian menuntut, hawa na fsu telah menguasai mereka, membuat Ghisell tidak bisa mengimbangi ciuman Haikal yang semakin liar, mencium bibirnya dengan begitu rakus seperti orang kelaparan yang belum diberi makan dalam waktu yang lama.
Haikal melepaskan ciuman mereka saat tau dirinya hampir hilang kendali, dia harus melakukannya dengan lembut tapi panas, mungkin bagi Ghisell ini untuk pertama kalinya karena malam itu dia benar-benar tidak mengingatnya, Haikal ingin membuat Ghisell tidak bisa melupakan disetiap sentuhan yang diberikan pada tubuhnya.
Mereka hanya terdiam dan saling pandang, mereka mulai berciuman kembali. Haikal merapatkan tubuhnya, mulai menciumi leher Ghisell, Ghisell mengangkat wajahnya ke langit-langit membiarkan Haikal terus menciumi lehernya, Haikal memberikan gigitan kecil dan menyesapnya memberikan tanda kemerahan disana, tanpa disadari Ghisell mulai melenguh terbawa suasana dan menikmati sentuhan Haikal pada kulit lehernya.
Celana Haikal sudah terasa sesak, meronta-ronta ingin segera keluar bebas untuk memasuki sarangnya, tapi belum saatnya, Haikal ingin membuat Ghisell terlena dengan semua sentuhan yang akan di hujani pada seluruh tubuhnya.
Haikal membantu Ghisell berdiri tanpa melepaskan ciuman mereka. Malam ini Ghisell menjadi wanita yang penurut, tidak memprotes dengan apa yang dilakukan Haikal padanya, Haikal mengangkat tangannya mulai membuka gaun yang gunakan Ghisell hingga yang tersisa hanyalah bra dan kain segita yang sangat menggoda itu.
Tak ada kata malu, malah dia semakin terbuai saat Haikal mencium lehernya kembali, Ghisell mengigit bibir bawahnya menahan diri agar tidak mendesahh.
Haikal menggendong Ghisell membaringkan tubuhnya di atas kasur, nuansa serba putih di kamar hotel itu akan menjadi saksi bisu bahwa Haikal bisa melumpuhkan singa betina menjadi kucing angora.
__ADS_1
Haikal memposisikan dirinya berada di atas Ghisell bertumpuan kepada kedua lengannya, dia berusaha agar tidak terlalu menindih Ghisell agar Ghisell tidak merasa berat dengan bobot tubuhnya kekar.
"Jangan tegang! Aku jamin kamu akan menikmatinya." Haikal merasakan ada ketegangan di raut muka sang istri.
Ghisell masih tinggi hatinya, "Aku tidak tegang, biasa aja."
Haikal hanya tersenyum saja, dia memandangi wanita yang ada dibawah kungkungannya, rasanya seperti mimpi dia akan mengulang lagi malam panas bersamanya.
Haikal melahap bibir ranum yang selalu menggoda dirinya untuk ingin terus menciumnya, dan tangannya mulai bergerak ke bawah punggung Ghisell membuka pengait bra, Haikal melempar ke sembarang arah bra itu agar dia bisa melihat dengan jelas dua bongkahan yang sangat indah.
Haikal melepaskan ciumannya, dia memposisikan wajahnya berada di atas payu dara Ghisell, dan lidahnya mulai menyentuh pu ting yang terpampang begitu jelas berwarna merah jambu, sangat menggiurkan, sampai pu ting itu kini berdiri tegak semakin menantang Haikal untuk melahap dengan rakus.
Ghisell berusaha jangan sampai mendesah seperti itu lagi. Sangat memalukan.
Namun lagi-lagi Ghisell tak bisa menahan desa hannya, kata ah itu terus saja keluar dari bibir manisnya saat Haikal terus menyesap payu daranya. Desa han Ghisell membuat Haikal semakin bersemangat menikmati dua bulatan kenyal di dada Ghisell, dia mengenyot putingnya secara bergiliran, lalu mulutnya mulai fokus ke sebelah kiri, terus menyesapnya dan menghisapnya, sementara yang bagian kanan dia remas dengan lembut oleh tangannya.
__ADS_1
Ghisell semakin kehilangan kendali, akal sehat dan rasa gengsinya tak ada lagi disana, dia refleks menekan kepala Haikal yang sedang menikmati payu daranya. oh rasanya begitu memabukan, membuatnya terus melayang sampai desa han itu berkali-kali keluar dari mulutnya.
Haikal tersenyum puas melihat raut wajah Ghisell yang begitu menikmati sentuhan demi sentuhan lembut yang dia lakukan pada tubuhnya, dia semakin cantik dan menggoda.
Haikal semakin ingin membuat Ghisell menikmati permainannya malam ini, jemarinya bergerak ke bawah dan menyelinap masuk ke dalam kain yang masih di pakai Ghisell , dibagian bawah tubuhnya, jemarinya perlahan-lahan menulusuri kelembutan di pangkal paha, dan berhasil menyentuh sesuatu yang sangat lembut dan lembab, dia menyelipkan satu jarinya diantara belahan daging lembut itu. Ghisell semakin kehilangan akal dibuatnya saat jemari itu mulai bergerak-gerak dibawah sana.
Mau lanjut sekarang apa besok nih? Kopinya mana biar othornya gak ikut tidur bersama mereka, oh salah maksudnya biar gak ketiduran, kan mau nulis lagi 🤣
...****************...
Ada yang bertanya kenapa si othor dan beberapa readers nyebut terus es batu?
Baca aja di novel ini sudah tamat 78 bab, di jamin hot jeletot dan banyak part basahnya, no sensor. Genre romantis dan action.
Ini memang novel terhot sepanjang sejarah novel othor.
__ADS_1
RANJANG BALAS DENDAM SANG MAFIA (mencintaimu atau membunuhmu)