Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 10 : HTS


__ADS_3

Tiba-tiba pintu ruangan UGD terbuka, nampak Dokter yang menangani Exsel keluar dari sana. Putri dan kedua mertuanya, langsung menghampiri Dokter tersebut.


"Dok, bagaimana kondisi suami saya?" tanya Putri.


"Sudah lebih baik, pasien akan segara dipindahkan keruangan rawat," jawab Dokter, sambil memberi senyumannya. Putri dan kedua orang tua Exsel merasa lega.


"Syukurlah, sebenarnya apa yang terjadi sama anak saya Dok?" tanya Mamah Exsel.


"Ada syaraf yang sedikit menganggu tubuhnya, tapi itu tidak berakibat fatal," ucap Dokter. Mereka menganggukkan kepalanya. Lalu Dokter pamit dari sana.


Usai kepergian Dokter, mereka menunggu Exsel dipindahkan ke ruang rawat. Setalah itu mereka langsung menemui Exsel.


Exsel terlihat sudah sadarkan diri. Exsel tersenyum saat melihat kedua orang tuanya, namun senyuman Exsel sirna saat melihat Putri yang berjalan di belakangnya orang tuanya, Exsel juga memalingkan pandangannya saat Putri melihat kearahnya.


"Kenapa dengan Mas Exsel? Aku tau kamu marah sama aku Mas, maafkan aku," gumam Putri. Yang menyadari sikap suaminya berubah tersebut.


"Hallo Exsel, kamu baik-baik sajakan sayang?" tanya Mamahnya, sambil mengusap puncuk kepala Exsel. Exsel hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis sebagai jawaban.


"Mas..." panggil Putri sambil mendekati Exsel. Namun Exsel tak menyahut.


"Mamah dan Papah keluar dulu ya sebentar beli makanan," pamit orang tua Exsel. Mereka sengaja meninggalkan Putri fan Exsel, mereka tau Putri dan Exsel butuh waktu berdua untuk berbicara.


Tanpa menunggu jawaban dari Exsel, kedua orang tuanya itu pergi, keluar dari ruangan tersebut. Mereka memang sekalian membeli makanan untuk Exsel dan juga mereka.

__ADS_1


Exsel masih tak menghiraukan Putri, ia masih melihat kearah lain.


"Mas, maafin aku," ucap Putri lirih, ia meraih tangan suaminya itu. Namun dengan cepat Exsel menepisnya, dan menjauhkan tangannya dari Putri.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Exsel dingin, tanpa menoleh kearah Putri. Putri berusaha memahami sikap suami itu, Putri tau kalau Exsel kecewa dan marah padanya. Tapi semoga tidak lama.


"Mas, Mamah sudah menceritakan semuanya. Kenapa kamu selama ini tidak berkata jujur sama aku?" ucap Putri.


Exsel sedikit terkejut, lalu ia menoleh kearah Putri.


"Jadi kamu sudah tau semuanya?" Exsel berbalik bertanya dan Putri mengangguk.


"Baguslah, jadi aku tidak harus menjelaskan padamu! Sebaiknya kamu pergi dari sini, aku mau istirahat!" usir Exsel.


"Satu lagi," ucap Exsel membuat Putri langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Exsel.


"Aku akan mengabulkan permintaan kamu, setalah aku keluar dari Rumah sakit, aku akan urus surat perceraian kita," lanjut Exsel tanpa melihat kearah Putri.


Deg...


Putri merasa detak jantungnya berhenti berdetak. Apa? Apa maksud Exsel?


"Mas, apa maksud kamu?" tanya Putri.

__ADS_1


Exsel tersenyum tipis, lalu menatap kearah Putri. Sebisa mungkin Exsel menahan rasa sesak dihatinya.


Jujur saja, Exsel sangat mencintai Putri, tapi ia sadar, ia bukan laki-laki yang sempurna, ia tidak bisa membahagiakan istrinya itu. Terlebih kini Putri sudah mengetahui semuanya, tentang kondisinya, sudah dipastikan Putri akan meninggalkannya. Pikir Exsel.


Mungkin ini saatnya Exsel untuk melepaskan Putri, membiarkan wanita itu mendapat kebahagiaannya diluar sana, kebahagian yang tidak pernah Exsel bisa berikan kepada Putri selama pernikahannya selama ini.


"Bukannya kamu mau kita bercerai? Aku akan mengabulkannya!" ucap Exsel.


Apa? Tidak, bukan ini yang Putri mau, kenapa semuanya jadi seperti ini?


Putri hanya terdiam, lidahnya terasa kelu, semua badannya terasa lemas. Dan detik kemudian, Putri tidak bisa melihat apa-apa, gelap.Tubuh Putri tumbang.


Bersambung...


Like


Komentar


Votenya


Jangan lupa ya!!


Terima kasih yang sudah setia ngikutin cerita Exsel dan Putri. See u ...

__ADS_1


__ADS_2