Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 39 : HTS


__ADS_3

Bu Indri memasuki sebuah ruangan, yang bertuliskan, Ruangan CEO. Seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesaran-nya terlihat tersenyum smirk, memandangi wanita parubaya itu.


"Selamat siang, Pak Antoni," ucap Bu Indri ramah, senyuman mengambangkan wajahnya.


Antoni, seorang Pria yang usianya sudah memasuki kepala tiga, pemilik perusahaan yang selalu bersaing dengan perusahaan milik Exsel.


Pria itu membalas sapaan Bu Indri dengan anggukan kepalanya, lalu mempersilahkan wanita itu duduk.


Bu Indri mengangguk, lalu duduk di kursi yang berada di meja Antoni, mereka duduk saling berhadapan.


"Saya merasa terhormat, bisa kedatangan Ibu Indri, mertua dari Tuan Exsel pemilik perusahaan terbesar di kota ini." Antoni tersenyum penuh arti.


"Apa ada yang bisa saya bantu?'' lanjutnya.


"Emm begini Pak Antoni..." Ibu Indri menjeda ucapannya. Wanita itu nampak ingin menyampaikan sesuatu, namun terlihat ragu.


Antoni mengangkat sebelah alisnya, menunggu wanita itu kembali melanjutkan perkataannya.


"Apa Pak Antoni, masih berniat dengan Putri?" lanjut Bu Indri.


Antoni tersenyum, namun lagi-lagi senyuman pria itu sulit diartikan.


"Sebelum saya minta maaf, karna dulu sa..." Bu Indri tak melanjutkan ucapannya.


"Saya sudah memaafkan anda. Tidak usah di bahas!" pungkas Antoni.


"Kenapa Ibu menawarkan Putri kepada saya? Bukannya dulu Ibu yang mentah-mentah menolak saya, saat saya ingin melamar Putri menjadi istri saya! Bahkan Ibu tidak pernah merestui hubungan saya dan Putri, padahal dulu kami saling mencintai!" lanjut Antoni.


Ya, Antoni adalah mantan pacar Putri. Dulu mereka menjalin hubungan cukup lama, namun tak pernah dapat restu dari Ibu tiri Putri, dan Ayahnya. Dengan alasan, Antoni tidak pantas untuk Putri. Karna dulu Antoni bukan siapa-siapa, belum seperti sekarang ini.


Antoni saat itu pernah berjanji akan membuktikan bahwa ia pantas untuk Putri, berkerja keras memperbaiki karirnya di dunia bisnis, hingga bisa seperti ini sekarang, mempunyai perusahaan tersendiri.


Namun sayangnya, saat Antoni ingin kembali melamar Putri, ia mendapatkan kabar bahwa Putri akan menikah dengan pria lain. Orang tua Putri menjodohkan Putri dengan Exsel.


Antoni sempat terpuruk saat itu, ia merasa semua kesuksesan yang ia raih sia-sia.


Antoni pernah mencoba menemui Putri, meminta Putri menolak perjodohan itu, namun Putri malah mengatakan kepadanya, bahwa Putri tidak bisa.


Putri juga mengatakan pada Antoni, bahwa pria itu harus melupakan.


Merasa sakit hati dan kecewa, Antoni bertekad akan balas dendam pada keluarga Putri. Namun sayangnya, ia kalah saing, sulit untuk mendapatkan cela, karna Putri berada dalam lingkungan Exsel.

__ADS_1


Antoni masih di bawah Exsel, jadi sulit untuk mendapatkan kekuasaan. Selama ini Antoni berusaha untuk menyaingi perusahaan Exsel, namun sayangnya usahanya selalu gagal, Exsel selalu nomer satu, dah dia dibawah Exsel.


"Untuk itu, Pak Antoni saya sungguh menyesal sudah menolak anda dulu. Pak Antoni masih cinta 'kan sama Putri? Kalau memang masih, saya akan membuat Pak Antoni kembali memeliki Putri," jelas Ibu Indri.


Antoni tersenyum sinis, cinta? Bahkan rasa cintanya sudah hilang, saat melihat Putri menikah dengan laki-laki lain. Tapi, seperti tawaran Ibu Indri itu menarik pikir, Antoni.


"Maksud Ibu?" Antoni bertanya, seakan ia pura-pura tidak mengerti apa maksud wanita itu.


"Pak, tentu saja Pak Antoni tau bukan! Kalau suaminya Putri itu Pria impoten, Pria penyakit, Pria tidak sempurna di mata wanita. Saya kasian sama Putri, selama menikah dia tidak pernah di sentuh oleh suaminya. Pasti dia tersiksa," jelas Bu Indri, memasang wajah sok sedihnya, pura-pura prihatin pada anak tirinya itu.


"Lalu apa urusannya dengan saya?" tanya Antoni.


"Saya perlu bantuan Pak Antoni. Karna saya sudah tidak tau lagi harus berbuat apa! Suami Putri itu sangat keterlaluan pada kami. Dia tidak memperdulikan kami, sebagai keluarganya Putri, bahkan tidak menghargai saya. Bukan hanya itu, bahkan dia selalu menyiksa Putri, kasian sekali bukan." Bu Indri sengaja mengarang cerita, seolah-olah bahwa ia adalah korban ketidak adilan.


"Apa?" Antoni nampak begitu terkejut. Bahkan ia merasa marah saat wanita itu mengatakan bahwa Exsel menyiksa Putri.


"Iya, tolong... bantu Putri lepas dari Pria itu, Exsel itu bukan suami yang baik. Saya menyesal sudah menjodohkan Putri dengan dia. Bahkan keluarga Exsel sudah menjebak kami, menipu kami. Kalau saya tau Exsel itu pria impoten saya tidak akan mau menerima perjodohan itu," lirih Ibu Indri. Wanita bermuka dua, pandai bersilat lidah, wanita itu sengaja memperbalikkan fakta, agar Antoni merasa iba.


"Kurang ajar!" pekik Antoni. Ia terlihat geram, dua tanganya mengepal sempurna.


Ia merasa tidak terima, Antoni memang membenci Putri, tepatnya, antara masih cinta dan benci, bertaut menjadi satu. Antoni kira Putri sudah bahagia dengan suaminya, tapi kenyataannya!


Bu Indri bersorak ria dalam hatinya, saat melihat ekspresi Antoni yang berubah itu.


"Bagaimana, apa Pak Antoni mau membantu saya? Memisahkan Putri dengan suaminya. Jujur saya sangat kasian pada Putri, setiap hari dia menangis, karna sikap suaminya yang sangat kasar!"


"Baik, saya akan bantu."


Bu Indri tersenyum. Dengan air mata buaya yang terlihat membasihi wajahnya.


"Terima kasih pak Antoni. Setelah Putri dan Exsel berpisah. Saya berjanji akan merestui Pak Antoni dan Putri. Karna saya tau, Pak Antoni masih mencintai Putri, 'kan? Sebaliknya juga Putri, dia selalu bilang sama saya, kalau dia tidak bisa melupakan Pak Antoni," ujar Ibu Indri, berdusta. Ia sudah bertekad akan melakukan apa saja. Agar tujuannya tercapai.


Antoni hanya mengangguk sebagai jawaban.


Entahlah, antara senang atau tidak mendengar bahwa Putri masih mencintainya. Bahkan tak bisa melupakannya. Namun Antoni selalu memantau Putri selama ini, tapi Putri terlihat bahagia dengan suaminya. Apa memang Putri hanya pura-pura bahagia?


"Ya sudah, terima kasih sebelumnya Pak Antoni. Saya permisi dulu, karna masih ada hal yang harus saya urus. Karna saat ini Siska anak saya tengah dalam bahaya, dan itu juga ulah Exsel," pamit Bu Indri. Sengaja memberi informasi tentang Siska putri kesayangannya itu. Ya, siapa tau Pria yang dihadapannya itu membantunya. Iba padanya.


"Memangnya Siska kenapa?" Ya, seperti lagi-lagi wanita itu berhasil membuat Antoni Iba. Bagaimana tidak, pandai bersilat lidah, dan bermuka dua. Sangat sulit membuktikan kebohongannya.


Apa lagi untuk Antoni, orang yang tidak terlalu dekat dengannya.

__ADS_1


"Kami terkana masalah, kami di tipu. Dan membuat kami mempunyai hutang yang besar," lirihnya bercucuran air mata.


"Maksud Ibu?"


"Sulit untuk menjelaskannya, bahkan suami saya sampai meninggal gara-gara hal itu. Karna shock.


Kami berhutang kepada salah satu lintah darat, dan uang kami tidak cukup untuk membayarnya, bahkan saya sudah menjual semua barang-barang berharga saja.''


"Berapa hutangnya?" tanya Antoni.


"10 miliar, baru saya bayar 1 miliar karna saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Saya sudah minta bantuan sama suaminya Putri, tapi dia malah menghina saya." Air mata buaya Bu Indri semakin jadi.


Antoni membuang napas panjang. Sungguh keterlaluan menurutnya, bukannya suaminya Putri itu sangat kaya raya.


"Baiklah, nanti saya akan bantu melunasi semuanya," ucap Antoni.


Bu Indri membulatkan matanya. Semudah itukah?


Dalam hati ia semakin bersorak gembira.


"Benarkah?" tanya Bu Indri.


"Ya, nanti Ibu kirimkan nomer rekening Ibu pada saya."


Bu Indri mengangguk-anggukkan kepalanya.


Ah betapa senangnya dia, Siksa bisa bebas, dan kini ia tinggal menunggu Putri dan Exsel hancur. Binggo! Pandai bukan dia, licik tidak apa-apa menurutnya. Yang penting semua tujuan tercapai.


Bersambung....


Maaf baru sempat Up.


Terima kasih sudah setia menunggu kelanjutannya.


Jangan lupa, like, komen dan Votenya ya.


Bye...


Badanku lagi gak fit jadi kemarin istirahat dulu.


Besok up rutin lagi kok.

__ADS_1


Salam sayang...


__ADS_2