Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab 41 : HTS


__ADS_3

Dokter Steven pun langsung melakukan pemeriksaan pada Exsel, setalah beberapa saat kemudian, serangkaian pemeriksaan itu pun selesai.


“Bagaimana, Dok?” tanya Exsel. Wajahnya terlihat cemas, takut, jika tidak sesuai dengan harapan.


“Semuanya baik-baik saja, bagus kok. Sudah tidak ada masalah,” jelas Dokter Steven.


“Se-seruis, Dok?” Exsel menatap Dokter Steven tak percaya.


“Iya, benar.”


Exsel bernapas lega, syukurlah semuanya sesuai dengan yang ia harapkan.


Setalah itu Exsel dan Dokter Steven pun keluar dari ruangan tersebut, mereka langsung menghampirinya Putri yang masih menunggu di ruang tamu.


Melihat suaminya telah kembali, Putri rasanya tidak sabar untuk menanyakan hasilnya, namun tidak mungkin ia langsung mencerca pertanyaan pada suaminya itu, terlebih saat ini masih berada di rumah Dokter Steven.


“Sudah, Mas?” tanya Putri pada Exsel.


“Sudah,” jawabnya.


“Semuanya baik-baik saja, suami Nona Putri saya sebenernya yang terlalu berlebih,” timpal Dokter Steven sambil terkekeh.


Putri tersenyum menanggapinya, dalam hati ia mencerna ucapan Dokter Steven. Bisa disimpulkan jika kemungkinan besar Exsel sudah sembuh dari penyakitnya itu? Apa itu tandanya Putri akan menjadi istri Exsel seutuhnya mulai saat ini, ah betapa senangnya hati Putri.


“Kami langsung pamit ya, Dok. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Exsel langsung berpamitan.


“Loh kok cepat sekali? Ah iya saya paham, baiklah, selamat bersenang-senang untuk kalian berdua,” sahutnya.

__ADS_1


Putri menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah, jelas ucapan Dokter membuatnya malu. Bukankah ucapan tersebut lebih sensitif dan mengarah ke ... ah sudahlah, Putri tidak bisa berkata-kata.


Setalah berpamitan, Exsel dan Putri pun meninggalkan tempat tersebut.


“Sayang ... ” panggil Exsel pada Putri. Mereka kini sudah ada diperjalanan pulang menuju rumah.


“Iya Mas, kenapa?”


“Enggak, kamu cantik sekali. Oh iya, apa kamu tidak mau bertanya tentang hasil pemeriksaan aku tadi?” tanya Exsel.


“Bukankah Dokter Steven sudah menjawabnya tadi, Mas? Mas baik-baik saja, katanya Mas yang terlalu berlebih,” jawab Putri sambil tersenyum.


Sebelah tangan Exsel terulur meraih tangan istrinya itu, mengecupnya berkali-kali, memperlihatkan betapa ia sangat mencinta dan menyayangi Putri, Exsel merasa menyesal kenapa tidak dari dulu saja ia berterus terang tentang penyakitnya itu pada Putri. Kerena nyatanya Putri sangat menerima ia apa adanya.


“Jadi, apa kamu siap menjadi istri seutuhnya?” tanya Exsel, menoleh sekilas pada istrinya itu dengan tatapan nakalnya.


Tak lama kemudian akhirnya mereka pun sampai, Exsel keluar terlebih dahulu dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.


“Eh-eh Mas, mau ngapain?” tanya Putri pada Exsel, saat ia hendak melangkah keluar dari mobil, tiba-tiba saja Exsel mengangkat tubuhnya.


“Mas, turunin ih, nanti jatuh. Aku bisa jalan sendiri,” protes Putri.


Exsel tak menghiraukannya, ia terus berjalan sambil menggendong istrinya itu ala bridal style. Exsel langsung masuk ke rumah dan membawa istrinya itu ke dalam kamar.


Seperti Exsel akan segara mengeksekusi Putri, eh...


Sesampainya di kamar, Exsel langsung membaringkan tubuh istrinya itu di atas kasur dengan hati-hati.

__ADS_1


Putri mengalungkan tangannya ke leher suaminya itu, perlahan Exsel mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu, dan ...


Skip!


Akhirnya Exsel bisa menyalurkan hasrat terpendamnya selama ini, dan Putri menjadi istri seutuhnya.


“Terima kasih sudah sabar dan bertahan sampai saat ini, aku mencintaimu jangan pernah tinggalkan aku, Putri,” ucap Exsel tulus, usai melakukan aktifitas yang memabukkan tersebut bersama istrinya.


Putri hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menyahut ucapan suaminya.


“Terima kasih juga sudah menjaga kehormatan kamu selama ini, dan menyerahkannya padaku,” ucap Exsel lagi.


Lagi-lagi putri hanya tersenyum sambil mengangguk. Ia tidak bisa berkata-kata, malam ini adalah malah yang sangat bersejarah baginya.


***


Sementara itu di tempat lain, Anton terlihat sedang merencanakan sesuatu, ia juga sudah bertekad akan merebut putri dari Exsel.


“Lihat saja! Aku akan merebut Putri kembali, dan akan mempermalukan kamu, Exsel!” gumamnya sambil tersenyum menyingrai.


Bersambung ...


Akhirnya setalah beberapa abad novel ini hiatus, aku come back ya.. Wkwkwk


Insyaallah, aku akan lanjut semua novel yang masih menggantung, hehe ...


Jangan lupa like, komen dan votenya ya temen-temen, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2