Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 17 : HTS


__ADS_3

Putri kini tengah menunggu kepulangan suaminya.


Sedari tadi Putri terus berjalan mondar-mandir. Bingung, itulah yang saat ini wanita itu rasakan.


10 Milyar, bangaimana Putri mendapatkan uang sebanyak itu. Jangankan 10 Milyar, 1 Milyar saja tidak punya, jangankan punya melihat saja ia tidak pernah.


Jalan satu-satunya memang meminta bantuan pada Exsel, suaminya. Tapi apa Exsel akan memberikan uang sebanyak itu? Itu terlalu banyak, memintanya saja sungkan. Putri tau suaminya itu kaya raya, tapi rasanya ia tidak berani meminta uang sebanyak itu pada suaminya, terlebih untuk kepentingan keluarganya. Untuk melunasi hutang mendiang sang Ayah. Apa Exsel nantinya akan percaya?


"Ya Tuhan, bagaimana ini? Apa Mas Exsel akan percaya? Apa Mas Exsel akan memberikan uang sebanyak itu padaku?" gumam Putri. Mengingat tentang Exsel yang memang tidak terlalu percaya dengan Ibu dan Adik tirinya Putri, pasti itu akan sulit sekali.


Hingga tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumahnya. Sudah di pastikan itu Exsel, Exsel pulang. Putri bergegas untuk membukakan pintu, untuk suaminya itu.


Senyuman terulas dari wajah Exsel saat melihat Putri yang sudah berdiri menyambut kepulangan. Ah, rasanya semua lelah Exsel hilang saat pulang ke Rumah, apa lagi melihat sang istri yang dicintai sudah menunggu kepulangannya.


"Sayang..." Exsel menghampiri Putri, lalu mendaratkan kecupan di kening istrinya itu sekilas.


"Mas," Putri tersenyum, lalu meraih tangan Exsel. Karna sadari tadi sedikit melamun Putri lupa mencium tangan suaminya itu.


"Masuk yuk!" ajak Exsel diangguki oleh Putri. Mereka pun bergegas masuk ke dalam rumah tersebut.


"Mas mandi dulu ya Put," ucap Exsel.


"Iya Mas, eh biar aku siapkan air hangat ya."


"Gak usah sayang. Biar Mas siapkan sendiri saja. Kamu duduk manis di sini saja, nanti setelah Mas mandi, Mas mau ajak kamu keluar,"


"Kemana Mas?"


"Kita makan malam di luar ya Sayang. Sudah lama kita gak makan di luar!'' jawab Exsel.


"Iya Mas, boleh. Ya udah aku siap-siap, sama siapin baju Mas ya."


"Iya Sayang..." Exsel pun berlalu menuju kamar mandi.


Putri segara menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu, setalah itu ia bersiap-siap. Rasanya Putri bahagia, memang sudah lama Exsel dan dirinya tidak jalan berdua, selama ini Exsel selalu sibuk.


Hingga 20 menit kemudian, Exsel sudah menyelesaikan ritual mandinya. Exsel keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Putri tertegun melihat penampakan yang membuatnya terpesona itu, dada bidang Exsel yang bak roti sobek terpang-pang jelas di matanya.


"Kenapa Yang?'' tanya Exsel. Membuat Putri langsung tersadar, dan salah tingkah.


"Eh, enggak kok Mas. Oh iya ini bajunya," ucap Putri gugup seraya memberikan baju ganti pada suaminya itu.


Exsel mengambil baju gantinya itu, lalu mulai memakainya. Putri memalingkan pandangannya saat Exsel membuka handuk yang melilit di pinggang itu.

__ADS_1


Entahlah, walaupun Exsel suaminya, Putri tidak pernah melihat kepemilikan Exsel itu. Bagaimana rupanya pun Putri tidak tau.


***


Sementara itu, seorang wanita terlihat tersenyum penuh kemenangan. Duduk di kursi kebesaran-nya dengan gaya yang elegan tapi terlihat angkuh.


"Permainan baru saja di mulai, nikmati masa-masa jaya mu yang hanya tinggal beberapa detik lagi ini Tuan Exsel," ucapnya. Dengan sinis.


Ya, wanita itu adalah Lyani. Entah apa yang tengah di rencanakan wanita itu. Seperti rencana besar sudah ia siapkan untuk menghancurkan Exsel.


***


Exsel dan Putri kini tengah di perjalanan menuju sebuah Restoran ternama yang ada di kota tersebut. Senyuman dari keduanya sedari tadi tidak redup.


Banyak hal yang mereka ceritakan selama di perjalanan. Sehingga Putri lupa dengan rencananya kali ini, yang akan berbicara mengenai uang yang di minta Ibu dan Adik tirinya.


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan mereka. Exsel keluar terlebih dahulu dari mobilnya, lalu membukakan pintu untuk istrinya itu.


"Silahkan tuan Putri," ucap Exsel seraya membungkuk. Ala-ala pengeran dalam cerita dongeng.


Putri hanya mengangguk, sambil tersenyum. Lalu ia turun dari mobil. Mereka bergandengan tangan sambil berjalan masuk menuju Restoran tersebut.


Putri dan Exsel nampak menjadi perhatian, banyak orang-orang yang memperhatikan mereka, namun mereka menatap keduanya dengan tatapan yang sulit di artikan. Putri dan Exsel sebenarnya nampak risih. Namun mereka berusaha bersikap biasa-biasa saja.


"Ganteng sih, tapi sayang..." ucap salah seorang yang ada di Restoran tersebut, sambil menatap Exsel dengan tatapan merendahkan, nada bicara orang tersebut juga terdengar menghina Exsel.


Exsel dan Putri tidak terlalu menangapi orang-orang tersebut. Toh, mereka juga tidak tau apa maksudnya?


"Ihhhh...ngeri ganteng-ganteng letoy..." ucap salah seorang pengunjung yang duduk di dekat Putri dan Exsel.


Exsel dan Putri saling melemparkan pandangan mereka.


"Ada apa? Apa maksud mereka?" batin Putri, bertanya-tanya dalam hatinya.


"Apa maksud mereka? Tidak memuaskan? Letoy? Apa mereka sedang menyindirku?" batin Exsel. Tentu saja ia merasa tersindir. Tapi mereka tau dari mana? Ah mungkin itu hanya perasaannya saja. Exsel mencoba berpikir positif, membuang semua pikiran buruknya.


"Selamat malam Tuan, Nona. Mau pesan apa?" tanya seorang pelayan Restoran tersebut yang baru saja menghampiri meja Exsel dan Putri.


"Silahkan dilihat dulu ini menunya," lanjutnya seraya memberikan buku menu pada Exsel dan Putri.


"Kami lihat-lihat dulu menunya, nanti kalau sudah, kami akan panggil lagi, untuk memesan," ucap Exsel.


Pelayan wanita itu mengangguk ramah. Lalu pergi dari sana.


"Mas mau makan apa?" tanya Putri, matanya terlihat fokus menatap buku menu tersebut.

__ADS_1


"Terserah kamu saja Put, samakan saja!" sahut Exsel.


"Baiklah, aku akan memesan beberapa makanan untuk kita!" ujarnya. Exsel hanya mengangguk. Entahlah, saat ini tiba-tiba Exsel hilang nafsu makannya. Ia ingin mengajak Putri pulang, tapi tak tega rasanya.


Jujur saja Exsel sudah tidak nyaman berada di Restoran tersebut, terlebih kini orang-orang hampir semuanya melihat Exsel dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah itu tatapan kasiahan, menghina, dan yang lainnya.


"Sial, ada apa dengan mereka? Kenapa mereka menatapku aneh seperti itu?" batin Exsel.


"Sayang kita pindah Restoran saja yuk!" ucap seorang wanita mungkin pada kekasihnya, mereka baru saja datang ke Restoran tersebut.


"Loh kenapa Sayang? Bukannya kamu tadi yang mau makan disini?" laki-laki yang bersamanya nampak terlihat kebingungan.


"Iya tadinya, tapi sekarang aku gak mau!"


"Kenapa? Sudahlah, kita makan di sini saja. Aku sudah lapar." Laki-laki nampak menolak dan memaksa wanita itu untuk makan dan duduk di sana, mereka duduk tepat di belakang tempat duduk Exsel dan Putri.


"Pokoknya aku gak mau, nanti kamu ketularan impoten lagi, lihat tuh di sini ada laki-laki yang lagi viral, laki-laki Impoten!" pekik wanita itu, sengaja berbicara keras.


Exsel dan Putri spontan menoleh kearah mereka. Exsel berdiri, wajahnya terlihat tidak bersahabat.


Seperti Exsel benar-benar merasa tersindir kali ini, raut wajah penuh amarah terlihat dari wajah tampannya.


Lalu Exsel berjalan menghampiri wanita itu.


"Anda bicara apa?" tanya Exsel dengan nada bicara penuh penekanan.


Putri ikut berajak, ia menyusul Exsel. Putri merasakan hatinya mulai tidak enak.


"Apa? Memangnya aku bicara apa hah?" wanita itu berbalik bertanya pada Exsel.


"Kamu ini apa-apaan sih," laki-laki yang bersama wanita itu terlihat memarahinya. Ia merasa tidak enak dengan Exsel.


"Maafin pacar saya ya Pak. Dia emang orangnya gitu!" lanjutnya meminta maaf pada Exsel.


"Idih, kamu ngapain sih minta maaf. Aku bicara fakta kok! Kalau memang Bapak Exsel Alexsander itu pria impoten!" ucapnya dengan lantang.


Seketika, lagi-lagi mereka kini menjadi pusat perhatian semua pengunjung Restoran yang terlihat sangat ramai tersebut.


"Mbak, kalau bicara itu di jaga ya! Peke sopan santun!" sahut Putri dengan suara memekik. Ia tak terima jika suaminya di hina.


"Ayo Mas, kita pulang!" lanjut Putri menarik tangan Exsel. Exsel hanya menurut mengikuti langkah istrinya itu.


Bersambung...


Maaf baru sempat updete!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.


Terima kasih.


__ADS_2