Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 6 : HTS


__ADS_3

Putri kini tengah bercermin, ia sengaja berdandan malam ini, untuk menyambut kepulangan suaminya.


Sebelumnya Exsel mengatakan bahwa ia akan pulang lebih awal, tidak seperti biasanya. Tentu saja itu kabar yang sangat membahagiakan untuk Putri, pasalnya jika Exsel pulang lebih awal, itu tandanya Putri bisa menghabiskan waktu malamnya lebih lama dengan suaminya.


Senyuman terulas dari wajah Putri, saat ia mendengar suara mesin mobil yang memasuki halaman rumahnya, sudah di pastikan itu Exsel suaminya pulang.


Putri pun berajak dari kursi meja riasnya, ia berjalan keluar untuk menyambut Exsel.


Baru beberapa langkah Putri menginjakan kakinya di anak tangga, Exsel terlihat sudah masuk ke dalam rumah. Laki-laki itu tersenyum melihat istrinya yang tengah berjalan menuruni anak tangga tersebut.


"Mas," ucap Putri seraya meraih tangan Exsel dan mencium punggung tangan suaminya itu.


Sekejap Exsel terdiam, melihat istrinya yang sangat berbeda malam ini, Putri benar-benar terlihat sangat cantik dengan Piyama dress berwarna peach yang melekat di tubuhnya.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Putri kebingungan, melihat Exsel yang menatapnya tanpa berkedip.


Exsel tersentak, ia menggaruk tengkuknya.


"Hehe, enggak kok sayang. Malam ini kamu cantik sekali," puji Exsel.

__ADS_1


Putri menundukkan kepalanya, ia tersipu malu saat suaminya itu memujinya, pipi Putri kini terlihat merah merona.


"Mas, mau mandi dulu," ucap Exsel.


"Ya sudah, aku siapkan air panas dulu ya buat mas," ujar Putri, diangguki oleh Exsel.


Mereka pun berjalan menuju kamar, setelah sampai kamar, Putri langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan air panas untuk Exsel, Putri mengisi bathtub dengan air panas, lalu mencampurkannya dengan air dingin, setelah merasa sudah selesai Putri pun keluar dari kamar mandi.


"Mas, airnya sudah siap!" ucap Putri. Exsel menganggukkan kepalanya, lalu ia berajak dari tepi ranjang berjalan menuju kamar mandi.


Setelah melihat Exsel masuk ke kamar mandi, Putri menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu.


"Kenapa aku jadi deg-degan begini ya?" gumam Putri, entah mengapa ia marasa nervous, padahal mereka sudah menikah lama. Bukan pertama kalinya juga, seperti ini.


Tak lama kemudian Exsel terlihat keluar dari kamar mandi, bertelanjang dada, hanya memakai handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya saja, dada bak roti sobek, di tambah tetesan air dari rambutnya yang masih basah, menambah karisma laki-laki itu. Sejenak Putri terdiam, ia terkesima dengan kesempurnaan suaminya itu.


Exsel hanya tersenyum, lalu ia berjalan kearah Putri. Mata Putri mengikuti langkah sang suami yang berjalan mendekatinya itu.


Jangan tanya jantung Putri saat ini seperti apa? Yang pasti susah diungkapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Exsel mendekatkan tubuhnya pada Putri yang tengah duduk di tepi ranjang tersebut. Hembusan napas Exsel terasa mengenai pori-pori kulit wajah Putri. Putri memejamkan matanya, Exsel semakin menyunggingkan senyumannya.


"Awas, aku bajuku tertindih ini," bisik Exsel. Seketika Putri langsung membuka matanya dan berdiri. Sumpah demi apapun Putri salah tingkah sendiri, Putri pikir Exsel akan... Ah sudahlah, rasanya Putri malu untuk mengatakannya.


Exsel terlihat menahan tawanya, lalu ia mulai memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya itu. Memang pakaian yang sudah di siapkan oleh Putri untuk suaminya itu, terduduki oleh Putri.


"Astaga, bisa-bisanya aku berpikir yang tidak-tidak," batin Putri.


"Dasar otak mesum," ledek Exsel. Usai memakai lengkap pakaiannya. Ia mendaratkan cubitan gemas di hidung Putri.


Putri hanya bisa menangkubkan kedua tanganya, menutupi wajahnya yang terus memerah.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, dengan like, komen dan Votenya.


Gift bunga atau kopi juga boleh, hehe


Terima kasih.

__ADS_1


Maaf juga belum bisa up banyak, aku nabung bab dulu ya. Biar bisa crazy up


Bye..


__ADS_2