Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 37 : HTS


__ADS_3

Benar saja, 10 menit kemudian. Exsel sampai di depan gedung kantornya. Tanpa kata Exsel langsung keluar dari mobil. Dan memasuki kantornya itu.


Doni nampak terheran, melihat Exsel yang seperti tergesa-gesa itu.


"Kenapa si Bos?" gumam Doni. Setalah itu Doni pun keluar dari mobil dan menyusul Exsel masuk ke dalam.


Exsel kini sudah berada di dalam lift. Tak lama kemudian terdengar suara lift berbunyi.


Ting...


Exsel melangkah keluar dari lift tersebut dan berjalan menuju ruangannya.


Exsel memasuki ruangannya, di lihatnya Putri memang ada di sana. Kini istrinya itu, terlihat tengah tertidur di sofa. Entah itu sengaja tidur, atau memang ketiduran.


Tapi sepertinya ketiduran karna bisa dilihat, tanganya masih menggenggam ponselnya.


Exsel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, lalu mendekati Putri, yang masih memejamkan matanya itu.


Padahal hanya di suruh nunggu 10 menit saja, oleh Exsel. Tapi lihatlah, Putri sampai ketiduran seperti itu.


Exsel duduk di sofa, di samping istrinya itu.


Ia menatap lekat wajah sang istri, ah menggemaskan.


Ingin rasanya Exsel menggigit hidung mancung mungil istrinya itu. Tapi kasian, nanti Putri terbangun.


Perlahan tangan Exsel mendekat ke wajah Putri, Exsel mengusap lembut bibir sensual milik istrinya itu.


Glekk...


Exsel menelan silivanya. Sial, kenapa rasanya Exsel ingin melahap bibir sensual milik istrinya itu!


Hufft...


Exsel membuang napas panjangnya. Mencoba menetralkan perasaannya yang aneh, mendesir di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Exsel membenarkan anak rambut Putri , yang terlihat menutup wajah cantik istrinya itu.


Lagi-lagi Exsel menelan silivanya, saat tak sengaja melihat gunung kembar milik sang Istri, yang sedikit terekspose.


"Cobaan apa lagi ini!" desis Exsel.


Exsel langsung mengalihkan pandangannya. Ia menunduk kepalanya. Dan lagi-lagi, pemandangan yang membuat Exsel, harus kembali menelan silivanya. Saat melihat dress bagian bawah yang digunakan oleh istrinya itu, menyingkap ke atas. Membuat paha putih dan mulus Putri terlihat jelas di mata Exsel.


Exsel, langsung mengusap wajahnya kasar.


Ah, entahlah! Kanapa dia merasa tersiksa.


Exsel segera membenarkannya, ia merapikan dress yang digunakan istrinya itu.


Niatnya baik, takut ada orang yang liat. Ya, walaupun itu gak mungkin sih! Itukan ruangan Exsel. Padahal itu hanya alasan Exsel saja. Nyatanya ia tidak tahan dengan pemandangan indah, yang dimiliki istrinya itu.


"Apa kamu mau menggodaku, sayang!" ucap Exsel pelan, menatap kembali Putri yang masih terlelap itu.


Exsel mendekatkan wajahnya ke wajah Putri.


"Ya ampun, Mas!" Tiba-tiba Putri membuka matanya. Ia terlihat begitu terkejut saat mendapati wajah Exsel sangat dekat dengannya, bahkan berjarak satu centil saja.


Begitu juga dengan Exsel, ia tak kalah terkejutnya.


Beberapa saat mereka terdiam, dengan wajah yang saling berdekatan.


Putri mulai merasa jantungnya berdetak dengan cepat. Begitu juga dengan Exsel, namun walaupun begitu. Seperti keduanya enggan untuk melepas moment itu.


Sebelah tangan Exsel meraih pinggang Putri, menggeser Putri agar lebih mendekat kearahnya, refleks Putri menurut pasrah. Lalu Exsel menaikan Putri ke atas pangkuannya.


Tatapan Exsel kini mulai berbeda, ada tatapan hasrat menggelora di sana. Sementara Putri, ia terlihat pasrah.


Detak jantung Putri semakin berdetak hebat, saat merasakan benda kenyal mendarat di bibirnya.


Exsel mencium bibir istrinya itu dengan lembut, Putri memejamkan matanya, entahlah ia tidak bisa berkata apa-apa. Bahagia? Tentu saja! Jangan di tanya.

__ADS_1


Tapi, Putri tidak bisa membohongi dirinya, bahwa saat ini ia merasa sangat gugup.


Perlahan Exsel memungut bibir sensual istrinya itu, dengan penuh cinta. Membuat Putri terbuai olehnya. Membalas ciuman Exsel, walaupun masih terasa kaku.


Mereka saling bertautan, Putri melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.


Dan...


"Bos, in----" pintu ruangan tersebut terbuka. Nampak Doni di sana, ia tak melanjutkan ucapannya. Karna terkejut melihat adegan yang terlihat jelas di matanya itu.


"Sial, mataku ternoda!" batin Doni. Doni kembali menutup pintu ruangan tersebut.


Begitu juga dengan Exsel dan Putri, mereka tak kalah terkejut. Putri langsung turun dari pangkuan suaminya itu.


"Kenapa gak di kunci dulu pintunya, Mas!" ucap Putri. Antara malu dan kesal, entahlah.


"Mas, gak tau kalau dia bakalan ke sini Sayang!" sahut Exsel.


"Mengganggu saja!" lanjutnya berucap dalam hati, kesal pada Doni.


"Apa Doni melihat kita tadi..." Putri menggantungkan ucapnya.


"Dia pasti melihatnya Sayang, sudahlah tidak usah dipikirkan," timpal Exsel.


Bersambung...


Like dulu


Komen dulu


Vote dulu.


Atau gift bunga sama kopi juga boleh. Hehe..


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2