Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 25 : HTS


__ADS_3

Putri yang mendengar teriakan Andika, ia terus berlari secepat mungkin. Bagaimana caranya Putri harus bisa keluar dari rumah itu. Dan lolos dari laki-laki tidak waras menurutnya.


Kini Putri sudah berada di luar Rumah tersebut, Putri mengehentikan langkahnya, saat melihat beberapa penjaga yang tengah berdiri di depan gerbang yang menjulang tinggi tersebut.


"Sial..." pekik Putri. Putri bersembunyi, sambil terus berpikir bagaimana caranya agar ia bisa melewati penjaga-penjaga tersebut. Jika Putri langsung melawannya, itu tidak mungkin. Seberaninya Putri, tidak mungkin melawan mereka, lihat saja badan mereka saja besar-besaran. Sudah di pastikan Putri akan kalah kalau berduel.


"Aku cari bisa mati kalau ngajak mereka bertarung, lagian aku gak bisa bertarung," gumam Putri. Wajah cantik Putri sudah mulai terlihat frustasi.


"Aduh, gimana ini?" Putri mulai ketakutan.


"Wanita sialan dimana kau..." Putri semakin, ketakutan saat mendengar suara Andika, yang memanggilnya.


"Ya Tuhan tolong aku," batin Putri, ia masih bersembunyi di balik pohon besar yang ada di halaman rumah tersebut.


"Sial, di mana dia? Tidak mungkin dia sudah pergi dari sini?" decak Andika.


"Hay kalian," teriak Andika pada kedua penjaga yang tengah menjaga rumahnya itu.


Mereka terlihat segara bergegas mendekati Bosnya itu.


"Iya, Tuan."


"Di mana wanita itu?" tanya Andika pada mereka.

__ADS_1


"Maksud Tuan?"


"Dasar bodoh! Apa kau lihat wanita yang tadi kalian bawa hah? Dia kabur! Apa kalian melihat?" tanya Andika kesal.


"Tidak Tuan," jawab mereka.


"Ya sudah, cepat cari, bukan berdiri saja. Aku yakin dia masih ada di sini!" titah Andika.


Kedua orang itu mengangguk, lalu menuruti perintah Bosnya itu, mereka mulai berpencar mencari Putri di sekitar halaman rumah yang luas itu.


Begitu juga dengan Andika, ia terlihat berjalan menuju arah pohon besar.


"Putri... kau di mana cantik? Apa kau mau bermain petak umpet denganku hmm? Baiklah aku akan mencari mu cantik, jangan berpikir kau bisa lolos dari ku, aku akan menerkam mu nanti, jika sudah menemukan kamu," teriak Andika. Sambil terus berjalan dekati pohon besar tersebut.


Dan...


"Awas saja, jika aku menemukan mu, aku tidak akan memaafkan kamu, di mana kamu wanita sialan..." teriak Andika geram, sambil berjalan menjauh dari pohon besar tersebut.


Putri mengehelai napasnya, saat melihat Andika yang menjauh dari sana. Untunglah laki-laki itu tidak menemukannya. Dan untuk saja tadi Putri buru-buru manjat ke pohon tersebut, saat melihat Andika yang tengah berbicara pada anak buahnya.


"Aku harus segara pergi dari sini, sebelum laki-laki gila itu menemukan aku," gumam Putri.


Tapi tunggu, Putri terdiam sejanak. Ia melihat kebawah, astaga. Bagaimana caranya ia turun? Putri nampak bingung, saking paniknya tadi ia memanjat terburu-buru, sampai sekarang dia tak sadar sudah di atas. Dan seperti sekarang ia akan kesusahan untuk turun.

__ADS_1


"Ah, aku bodoh. Apa terlalu pintar sih? Bagaimana aku bisa naik, tapi tidak bisa turun?" kesal Putri.


Masih dengan wajah yang bingung, antar panik, takut, yang pasti bercampur aduk.


"Eh, tunggu!" Seperti wanita itu mempunyai ide cemerlang.


"Ponsel, ponsel, mana ih..." Putri membuka tasnya, mencari benda pipih canggih tersebut.


"Ih kok tidak ada sih?" Putri tak menemukan ponselnya itu di dalam tasnya tersebut.


"Apa jatuh ya tadi?'' gumamnya, seraya melihat kebawah.


"Astaga..., bodoh sekali aku. Ini aku pegang dari tadi," gerutu Putri, saat menyadari bahwa ponselnya sedari tadi ada di tangan. Mohon di maklum, mungkin karna terlalu panik, atau apa, jadi kadang kebodohan itu muncul begitu saja.


Bersambung...


Jangan lupa like, komentar, dan Votenya.


Maaf baru sempat up, pengen up banyak dan rutin.


Tapi, waktu di real life sibuk benget.


Terima kasih yang sudah menanti kelanjutannya cerita Putri.

__ADS_1


Salam sayang dari author.


Terima Kasih.


__ADS_2