Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku
Bab. 21 : HTS


__ADS_3

Putri melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Saking khawatirnya, Putri tak menghiraukan keselamatannya dengan berkendara ugal-ugalan tersebut.


Yang ada dipikiran Putri saat ini adalah, bagaimana caranya dia harus cepat sampai rumah Ibu tirinya.


Setalah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar empat puluh menit. Putri akhirnya sampai di depan Rumah Ibu tirinya itu.


Namun Putri, merasa bingung serta heran. Kenapa di depan Rumah Ibunya ada mobil mewah?


Siapa yang bertamu? Pikirnya.


"Mobil siapa itu?" gumam Putri. Tak terlalu menghiraukannya. Setelah itu Putri turun dari mobilnya, dengan langkah yang tergesa-gesa Putri berjalan masuk ke dalam Rumah tersebut.


Namun langkah Putri terhenti, saat melihat ada tiga orang laki-laki, yang tengah duduk di sofa ruang tamu, dua laki-laki berpakaian serba hitam, sedangkan satu laki-laki terlihat memakai setelan jas. Terlihat sangat berwibawa.


"Ibu..." ucap Putri. Reflek mereka semua langsung melihat kearah Putri yang berdiri di dekat pintu tersebut.


"Nah, itu dia datang Tuan," ucap Ibu Indri.


"Jadi ini?'' tanya laki-laki yang memakai setelan jas tersebut.


"Tidak terlalu buruk!" lanjutnya seraya menatap penampilan Putri dari atas sampai bawah.


"Ibu ini ada apa? Siapa mereka? Dan Siska, bukannya dia di bawa--" ucap Putri terhenti.


Saat melihat dua laki-laki yang berpakaian serba hitam itu berajak dari sofa, dan berjalan menghampirinya.


"Bawa dia,'' titah Andika. Kepada dua anak buahnya. Mereka mengangguk, lalu memegangi tangan Putri.

__ADS_1


"Lepaskan!" teriak Putri, ia memberontak, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan dua laki-laki tersebut.


"Ibu, tolong Bu..." teriak Putri.


"Maafkan Ibu, Put."


"Bu, ada apa sebenarnya? Kenapa mereka akan membawaku?'' Putri bertanya-tanya.


"Berisik, sebaik kakak nurut saja sama mereka," sahut Siska dengan sinis.


"Baiklah, Ibu Indri. Saya akan bawa Putri anda, sebagai jaminan hutang-hutangnya mendiang suami anda. Tapi ingat, jangan Ibu pikir urusan kita sudah selesai ya!


Jika anak Ibu, tidak menurut sama saya dan membuat ulah, maka saya akan kembali menagih hutang-hutang itu dan menaikan bunganya menjadi dua kali lipat!" tegasnya.


"Iya Tuan, saya yakin Putri tidak akan membuat ulah."


Putri terlihat membulat matanya, ia begitu terkejut mendangar ucapan Ibu dan laki-laki itu.


"Maaf Putri, tapi Ibu tidak punya pilihan lain."


Mata Putri terlihat langsung berkaca-kaca, beberapa detik kemudian, air matanya lolos membasahi wajah cantiknya itu.


Putri benar-benar tak menyangka, Ibu dan Adik tirinya itu sekejam itu padanya. Padahal selama ini, Putri selalu bersikap baik pada mereka. Kenapa mereka begitu tega? Apakah ini yang dinamakan air susu di balas air tuba?


Sakit, hati Putri benar-benar sangat sakit.


Putri menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak tak percaya.

__ADS_1


"Tidak Bu, Putri tidak mau!" pekik Putri, ia mencoba melepaskan tangan kembali. Namun sayangnya tenaga dua laki-laki itu bukan tandingannya.


"Bawa dia, ke mobil." Titah Andika. Kedua anak buahnya mengangguk. Lalu membawa Putri dengan paksa.


"Lepas, aku tidak mau ikut kalian."


"Aku berjanji akan segara melunasi hutang mendiang Ayah ku, tapi tolong lepaskan aku dulu!'' teriak Putri di sela isakkan tangisnya.


Namun mereka sama sekali tak menghiraukan Putri, Putri di masukan ke dalam mobil, duduk di kursi belakang, di dampit oleh dua anak buah Andika.


Andika terlihat memasuki Mobilnya, lalu ia menyuruh sopirnya untuk melajukan mobil, meninggalkan Rumah tersebut.


Karna terus memberontak, jadi Andika menyeru anak buahnya untuk membius Putri.


Hingga beberapa saat kemudian, Putri tak sadar diri.


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Jangan lupa ya.


Tambahan juga di rak favorit kalian, terima kasih.

__ADS_1


Salam sayang dari author.


I Love you all.....


__ADS_2