
Putri membuka pintu kamar yang terlihat tertutup rapat, lalu ia melangkah masuk. Namun Putri tak melihat ada Exsel di dalam sana.
"Kamana Mas Exsel?" gumam Putri.
Namun beberapa saat kemudian, Putri mendengar percikan air dari dalam kamar mandi. Sudah di pastikan bahwa yang ada di dalam kamar mandi tersebut adalah Exsel.
Putri berjalan menuju lemari, ia mengambil pakaian ganti untuk suaminya itu. Setalah sudah siap. Putri duduk di tepi ranjang, menunggu Exsel selesai mandi.
"Huh..." Putri membuang napas panjangnya.
"Lelah sekali rasanya, hari ini," lanjut Putri, ia merebahkan tubuhnya, di atas kasur dengan kaki yang menjuntai kebawah.
Putri meregangkan otot-ototnya, tubuhnya benar-benar tak karuan. Apa lagi tadi ia sempat jatuh dari atas pohon. Ya, walaupun gak langsung jatuh ketanah, melainkan jatuh menimpa anak buah Andika.
Tapi tatap saja, ada rasa sakit di tubuh, walau gak parah.
Mengingat kejadian tadi, Putri terkekeh sendiri. Entah itu konyol, lucu, apa keberuntungan. Gara-gara ulat bulu, ia bisa lolos dari sana.
Merasa nyaman rebahan di atas kasur tersebut, perlahan, dan tak sadar. Putri memejamkan matanya, dan wanita itu tertidur begitu saja.
Hingga tak lama kemudian. Pintu kamar mandi terlihat terbuka. Nampak sosok Exsel keluar dari sana, dengan menggunakan handuk saja, yang melilit di pinggangnya.
Dada bidang bak roti sobek, dengan kulit putih mulus, no minus. Percik air yang menetes dari rambutnya, menambah karisma laki-laki itu. Sexy sekali every body.
__ADS_1
Exsel berjalan mendekati Putri, Exsel tersenyum saat melihat istrinya yang tertidur itu, eh ketiduran mungkin.
Melihat Putri yang tertidur sangat pulas, serta dengkuran halus terdengar dari wanita itu. Membuat Exsel tersenyum, tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan.
Perlahan Exsel mendekati Putri, ia duduk di samping Putri, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu.
Exsel menatap lekat wajah istrinya itu.
"Cantik, tapi kebo!" ucap Exsel pelan. Memuji sekaligus meledek istrinya itu. Ya, pikir saja. Baru beberapa menit Exsel mandi, eh Putri sudah ngorok aja.
Karna jarak wajah mereka yang sangat dekat itu, membuat tetesan air dari rambut Exsel yang masih basah, tepat mengenai pinggir bibir Putri. Dan di beberapa titik wajah Putri.
Membuat Putri langsung membuka matanya, karna merasa tetesan air yang menetes ke wajahnya itu, menimbulkan rasa sedikit dingin.
"Emm, Mas u-udah selesai mandinya?" Dengan gugup Putri bertanya.
"Udah," jawab Exsel, sambil mengambil pakaian ganti yang sudah di siapkan Putri tadi.
Putri masih menatap Exsel, yang tengah memakai pakaiannya. Tak berkedip sama sekali, pesona Exsel tak bisa di tolak oleh mata dan hati Putri.
Sempurna, tapi sayang sampai saat ini, Putri belum bisa memeliki suaminya itu seutuhnya.
"Awas, nanti banjir kamar ini, sama iler kamu," ucap Exsel. Usai selesai menggunakan pakaian. Melihat Putri yang masih menatapnya, membuat jiwa kejahilannya meronta-ronta.
__ADS_1
Putri tersadar, ia mengalihkan pandangannya dari Exsel. Dengan bodohnya, karna merasa gugup, Putri mengusap ujung bibirnya. Dan...
"Eh..." Putri merasakan ada cairan di ujung bibirnya itu.
"Eh, kok basah. Apa iya aku sampai ileran begini, hanya melihat suamiku memakai baju?'' batin Putri.
Exsel menahan tawanya, melihat ekspresi wajah Putri.
Kena prank, 'kan. Padahal itu bukan iler, itukan air bekas tetesan rambut Exsel yang mengenai Putri saat tertidur tadi.
Putri jadi malu sendiri, ia tak berani berkata apa-apa. Dengan wajah yang merah seperti tomat, Putri langsung berajak, ia berjalan cepat menuju kamar mandi.
Exsel tertawa pelan, puas. Mengerjai istrinya itu.
"Kamu mengemas sakali Put," ucap Exsel.
Bersambung...
Jangan lupa, like, komen dan Votenya.
Terima kasih.
Salam sayang dari Author.
__ADS_1