
Exsel dan Putri kini tengah menikmati makan malam mereka. Sebenarnya Putri juga merasa tidak nafsu makan, sama seperti dengan Exsel. Tapi walau bagaimanapun mereka tetap harus mengisi perutnya.
Ingat, menghadapi masalah itu butuh tenaga. Eh...
Tanpa permisi Doni langsung masuk ke dalam Rumah Exsel, ia berjalan tergesa-gesa.
Putri dan Exsel mengalihkan pandangan mereka, saat mendengar bunyi ketukan sepatu Doni yang beradu dengan lantai.
"Bos, maaf menganggu," ucap Doni.
"Ya, ada apa?" tanya Exsel, ia mengehentikan makanan, lalu menatap Doni serius.
"Emm..." Doni menjeda ucapannya.
"Sebaiknya kita bicara di ruangannya ku saja," ajak Exsel. Diangguki oleh Doni.
"Sayang, aku tinggal dulu sebentar ya," pamit Exsel. Putri tersenyum, lalu mengangguk.
Exsel dan Doni pun berjalan menuju ruangan kerja Exsel, yang berada di Rumah tersebut.
Mereka duduk di sofa saling berhadapan.
"Kenapa bisa seperti ini, Don?" tanya Exsel, tepatnya seperti itu bukan pertanyaan, tapi keluhan. Ya kira-kira seperti itu.
"Tenang Bos, gue udah nyuruh orang buat hapus itu berita dari semua media sosial, dan gue juga udah suruh orang buat menyelidiki siapa dalang yang sudah membagikan berita tersebut," ujar Doni.
"Thank, Don. Elo emang yang terbaik."
"Apa elo udah dapat informasi lagi?" tanya Exsel.
__ADS_1
"Belum, tapi sepertinya orang yang sudah merekam pembicaraan kita itu, bukan orang jauh. Tidak mungkin ada orang luar yang berani masuk ke kantor kita bukan?"
"Elo udah coba cek CCTV kantor?"
"Astaga, iya belum. Gue sampe lupa, di kantor kita, 'kan banyak CCVT," Doni menepuk jidatnya. Sumpah Doni tidak kepikiran sampai ke situ.
"Ck, dasar bodoh!"
"Hehehe..., bentar gue minta rekaman CCTV sama Security kantor," ujar Doni. Lalu ia mengambil ponselnya. Beberapa saat kemudian, Doni tersenyum.
"Rekaman CCTV-nya sudah dapat," seru Doni.
"Kirimkan pada ku, kita liat di leptop saja, biar lebih jelas!" pinta Exsel, diangguki oleh Doni.
Lalu Aditia mengambil leptopnya, Doni sudah berhasil mengirimkan rekaman CCTV tersebut ke leptop Aditia.
Aditia mulai memutar video CCTV tersebut. Mereka terlihat fokus menatap layar monitor leptop.
"Sialan!" pekik Exsel.
"Pecat dia sekarang juga!" lanjut Exsel kepada Doni.
"Tunggu dulu, jangan main pecat dulu. Besok kita panggil dia dulu, wajib kita interogasi dulu. Gue yakin Pak Abas hanya mata-mata saja, pasti ada yang mengarahkan dia. Elo ngertikan maksud gue?"
"Ya, pokoknya elo atur semuanya!" titah Exsel. Doni langsung mengangguk.
Setalah itu mereka pun keluar dari ruangan tersebut, Doni langsung berpamitan pulang.
"Bagaimana Mas?" tanya Putri, kepada Exsel yang baru saja memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Sudah Sayang. Aku sudah menemukan pelakunya!" jawab Exsel, seraya berjalan mendekati Putri yang duduk di tepi ranjang.
"Syukurlah," Putri merasa lega.
"Siapa Mas pelakunya?" lanjut Putri bertanya.
"Pak Abas."
"Pak Abas? Maksud Mas, Pak Abas manajer keuangan di kantor Mas?" cerca Putri. Exsel terlihat menganggukkan kepalanya, membenarkan ucapan istrinya itu.
"Kok bisa Mas? Bukannya dia sudah lama kerja di kantor Mas, dia juga orang yang sangat jujur dan bertanggung jawab bukan? Kok bisa dia berbuat sekejam itu sih Mas?"
"Gak tau Put, Mas juga awalnya tidak menyangka, tapi bukti CCTV mengarah pada dia. Mas benar-benar kecewa pada dia, padahal Mas sangat percaya sama Pak Abas," keluh Exsel.
"Lalu selanjutnya Mas mau bagaimana?"
"Entahlah. Sudah ini sudah malam, sebaiknya kita tidur," ajak Exsel pada Putri. Putri mengangguk, lalu mereka pun mulai berbaring di atas ranjang.
Exsel terlihat langsung memejamkan matanya, tak lama napas laki-laki itu terdengar teratur. Menandakan kalau Exsel sudah tidur. Sementara Putri, dia tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Gelisah.
Entah harus bagaimana Putri sekarang, Putri terus memikirkan uang untuk membayar hutang mendiang sang Ayah yang banyak itu. Bagaimana Putri mendapatkannya? Ia tidak mungkin berbicara masalah ini pada Exsel, suaminya itu. Mengingat kini Exsel juga tengah tertimpa masalah, tidak mungkin Putri membebaninya.
"Ya Tuhan, harus bagaimana aku. Aku tidak mungkin berbicara pada Mas Exsel, masalah ini," batin Putri.
Bersambung...
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Terima kasih.