
"Apa apaan sih kalian! Aku itu udah besar ! masih jaman ya sekarang, jodohin anak sendiri?! Trend kuno itu. Aku juga udah jadi CEO. masalah perempuan jangan ditanya lagi! aku punya banyak perempuan!!!"
*Plaaaaakk*
"Kurang ajar kamu ya, ayah ada mendidik kamu seperti itu ha?! sudah pintar sekarang kamu ninggiin suara. Maka dari itu, ayah mau kamu berhenti main sama perempuan luar sana!"
Ya, singkat cerita begitulah… Pertengkaran antara suamiku dan mertua ku.
Perkenalkan nama ku Sheren Alka, umurku 22 tahun. Biasanya di panggil Sheren aja. Status sudah menikah. Dan memiliki suami CEO yang bernama Vian Johnbert. Hidupku jangan ditanya lagi, sudah dibilang sangatttt mapan sekali.
Aku menikah karna dijodohkan oleh kedua orang tua ku. Alasannya ? Ya biasa aja sih, kata kedua orang tua ku sih. Ayah Vian sama ayah ku itu temen dekat. Yaa alasan klasik lah. Semua orang pada tau dah.
Aku sih terima aja, karna takutnya kalau nolak. aku gak nikah-nikah gimana ? hahaha. Soalnya udah 22 tahun hidupnya jomblo terus.
Jadi selagi ada didepan mata, mapan lagi. Ya sikat aja, bukan matre ya. Cuman kita realistis aja.
Ehhhh jangan dianggap serius dong, pernyataan diatas canda doang kok hehe. Ya kali aku pengen nikah gara-gara dia mapan atau semacamnya. Aku ini bisa dibilang anaknya penurut.
Aku gak terlalu bisa menolak apa yang diinginkan kedua orang tua ku. Jadi kalau disuruh apa aja sama orang tua, aku ikut-ikut aja selagi itu masih bisa diterima akal sehat.
Tapi aku gak bisa bohong ya. Ketika liat calon suami aku waktu itu Vian Johnbert, tampan nya bukan main. Ya udah terima aja deh. Walaupun aku sempat mikir, "gimana ya kalau dia gak bakalan pernah cinta aku?" Tapi setelah dipikir lagi, kan ada tuh pepatah yang bilang "Cinta itu butuh proses" Bener kan ?
Nahhh makanya aku terima, lagi pula. Aku yakin hidup dengannya gak bakalan susah kok hahaha. Yang ada aku yang nyusahin Vian wkwk. Karena dia kan CEO kalau masalah kehidupan sih udah gak usah diragukan lagi. Yang aku khawatirin itu yaa ini nih, ekspresi wajahnya. Galak, dingin, cuek, tampan menjadi satu. Apa tahan kalau seperti itu ? Hahaha.
Cuek banget wajahnya ya tuhan. Ohiya aku sudah menikah dengannya hampir berjalan lebih kurang empat bulanan loh. Lumayan lama lah ya.
Aku sama Vian belum gitu gitu ya. Paham kan maksudku. Sejak hari pertama aku menikah dengannya aku sudah pisah rumah sama orang tua ku. Aku tinggal di apartemen, apartemen milik Vian pribadi.
__ADS_1
Aku kangen mereka, tapi aku gak berani ijin ke Vian kalau aku mau jumpa orang tua ku. Dia selalu pulang malam, gak ada waktu luang buat bicara sama dia. kalau aku nungguin dia. Dia sering banget bau alkohol. Iya tau kok, dia main sama perempuan lagi.
Palingan selama ini kalau kangen ibu dan ayah pasti cuman terlfonan atau vc an doang.
Tapi hari ini, aku nekat. Aku mau pergi kerumah orang tua ku tanpa ijin dia. Biarin deh. Dia kan pulang malem. Sekarang aja dia udah gak ada dirumah. Dia udah pergi ke kantor. Aku udah buatin dia sarapan. Tapi ya begitulah, gak pernah dimakan.
Sedih ? iya dong. Aku istrinya, tapi gak pernah dianggap sama sekali. Iya sih aku tau. Dia nikah dengan aku itu terpaksa. Aku gak tau sampai kapan begini.
-
Oke, sekarang aku udah siap nih. Aku mau pergi dulu. Aku pergi naik bus, aku gak bisa bawa mobil. Ada sih mobil, cuman aku gak bisa bawa. Mau belajar, tapi siapa yang mau ajarin?
Vian? hahaha emangnya dia mau?
(15 menit kemudian)
Aku pun sampai di halte bus, dan menunggu bus datang. Dari apartemen ke halte bus aku berjalan kaki, ya lumayan jauh tapi gpp itung-itung sekalian olahraga. Sekitar 10 menitan nungguin bus. Bus tak kunjung datang.
"Mau hujan ya? kayaknya bukan hari ini aku kerumah ibu dan ayah. Ya udah aku pulang aja deh."
Aku pun memutuskan untuk pulang. Perjalanan dari halte ke apartemen itu lumayan jauh lah. Bingung nih, kalau aku kehujanan bakalan bisa demam. Aku gak kuat kena hujan. Tapi aku kuat kok ngadepin sikap kamu. hmm ><
Aku berlari kecil, menelusuri jalan koridor agar bisa sampai ke apartemen sebelum hujan turun. Tapi takdir berkata lain. Baru saja aku berlari kecil. Hujan turun secara tiba-tiba.
"arghh pake acara hujan lagi.."
Aku berlari lebih kencang agar cepat sampai ke apartemen dan membersikan diri supaya aku jangan sampai demam. Kalau aku demam siapa yang nyiapan sarapan buat vian. Dan aku juga kalau demam nyusahin orang banget.
__ADS_1
*Bukkkk*
"shhh aduhh, kok bisa sih jatuh. Ck berdarah lagi." Gerutuku sambil meringis melihat luka yang cukup lebar dilutut. Aku memaksakan diri untuk berdiri lagi. Tapi aku tak sanggup berlari. Nyeri dilututku menghambatku untuk berlari. Maunya kerumah ibu dan ayah eh malah dapet gini, sial banget kan.
Aku terus berjalan, dengan luka lutut yang semakin nyeri. Aku sengaja gak mau singgah ke cafe / supermarket. Aku belum masak. Karna perasaan ku bilang Vian bakalan pulang cepat hari ini. Ya udah deh ya, feeling cewe kan selalu bener hahaha.
Dengan basah kuyup, aku pun sampai di depan gedung apartemen. Aku ini penginap VIP. Jadi semua pekerja di apartemen kenal aku dan Vian. Jangan lupa ada si CEO, siapa sih yang tidak kenal dia.
"Eh mbak Sheren, kenapa basah kuyup gini. gak bawa payung ya?" Tanya pak satpam yang sedang berjaga di pintu masuk gedung apartemen.
Mendengarkan pertanyaan dari pak satpam, aku tidak mengubrisnya. Aku hanya membalas dengan senyuman sekilas. Nyeri dilututku semakin menjadi. Ditambah kepala ku yang sedikit demi sedikit pusing.
Lantai apartemen jauh lagi. Aku pun naik lift dengan tergopoh gopoh, sambil memegangi pelipis yang lama-lama pusing nya menjadi.
Dan ketika sampai, aku pun menyusuri pintu apartemen. Jadi disini sedikit ku jelaskan, apartemen khusus VIP Vian dan aku itu. Antara lift dan pintu apartemen gak jauh. Karena apartemen aku dan vian itu sebesar lantai di gedung apartemen.
Seperti sekarang ini aku di lantai 10. Nah dilantai 10 ini gak ada apartemen lain lagi, selain apartemen aku dan vian doang. Naik lift aja pake card, jadi tanpa card ini gak ada yang bisa ke apartemen aku dan Vian. Gak ngerti juga deh sistemnya gimana. Yang aku tau cuman itu aja hahaha. Semua yang nginap sini rata-rata holkay semua.
Cuman aku denger sih, dibandingin yang lain. si VIAN lebih kaya dari pada pemilik apartemen lainnya. Bodo amat sih. Gak ngurus aku mah, dapat tempat tinggal aman nyamam udah bagus.
Begitu aku sampai dipintu apartemen. Dan entah kenapa badan aku tiba-tiba menggigil. Yang tadi pusing mendadak menjadi ditambah menggigil. Berharap dalam hati semoga aku gak sakit. Aku gak mau nyusahin Vian. Vian udah sibuk di kantor masa iya sibuk juga dirumah jagain aku.
Emang dia mau jagain aku ?
'ahh pandangan ku gelap.'
.
__ADS_1
"Perjalanan ku masih panjang dan jauh, Dan untuk menaklukan mu bukanlah hal yang mudah. Semoga kali ini semesta benar-benar berpihak kepadaku. Aku akan menaklukkanmu." — Sheren Alka
[TBC]