He Is CEO My Husband

He Is CEO My Husband
Sebuah Harapan


__ADS_3

A..aku mengerjapkan mataku, dan ini terasa sangat pusing sekali. 'Dimana aku ?' Itu lah pertanyaan yang terlintas pertama kali diotakku.


"HAHAHAHAHAHA hai gadis cantik, kau sudah bangun hum ? Wah kamu cantik sekali ya. Enak nih kalau dicicipi hahahaha"


Aku pun sontak kaget, dan mengerjapkan mata ku berkali kali. Untuk lebih menyadarkan diriku, apa yang sedang terjadi sekarang.


"Shhhh dimana aku ini ?" Tanya ku sambil meringis kepala pusing dan bau ruangan yang sangat tidak sedap. Seperti bau busuk tong sampah ? Entah aku juga tidak tau.


"Kau dimana ya ? Apakah kau lupa ? Kau sekarang ada dimarkas kami gadis kecil. Ayo bermain lah bersama kami. Kasih tubuh mungilmu itu kekami, dan setelah itu kau bebas pergi dari sini hahahaha"


Siapa mereka sebenarnya ? Kenapa aku lupa. Arghh kepala ku, dan seketika aku mengingatnya kembali. Aku baru ingat, bahwa aku ini sekarang sedang diculik oleh mereka.


Siapapun tolong aku, VIAN! kau dimana ?! Aku tak sadar air mata ku tiba2 mengalir begitu deras.


"Hay gadis, kenapa kau menganis hum ? Cepat. Ikuti apa perintah dari kami!" Ucap tegas lelaki yang tak aku kenali itu.


"Dari pada aku menyerahkan kekalian. Lebih baik aku mati! Aku tidak rela disentuh oleh ******** seperti kalian!" Itulah kata2 yang kulontarkan untuk mereka. Punya tujuan, agar mereka lebih takut kepada ku.


Tapi itu nihil, apalah dayaku. Hanya wanita lemah yang tak sanggup berbuat apa2 sekarang.


"Apa ?? Kau lebih memilih untuk mati ? Hmm menarik juga kau gadis haha. Heh kalian! Ambilkan pisau untuk ku. Seperti sedikit menarik kalau aku menggores pisau tersebut ke pipi gadis cantik ini" Ucap lelaki itu.

__ADS_1


Aku bergidik ngeri, dan semakin menangis. Tangan dan kaki ku di ikat. mulut dibekap oleh kain. Aku sangat takut ketika lelaki yang didepan ku ini mengeluskan tangannya kepipiku. Sangat membuat ku takut. Seperti nya dia ini adalah ketua dari yang lainnya.


"Boss, ini pisaunya" kata lelaki satunya lagi memberikan pisau tersebut ke lelaki yang didepanku.


"Hay gadis, mulus sekali pipi mu ya. Wah.. ini aku beri sedikit hukuman untukmu. Aku bisa saja berhenti melakukannya asalkan kau ingin mengikuti apa yang aku mau. Ok ?" Jelas pria itu.


Aku hanya diam, dan terus mengalirkan air mata. Orang yang aku harapkan datang sekarang adalag VIAN. aku tidak berharap kelain lagi. Dia tidak datang, ya sudah tamat riwayatku hari ini.


Dan aku memejamkan mataku, untuk berdoa dan terus menyebutkan nama Vian didalam hati. Sekitar +-2 menit aku memejamkan mata, aku pun merasakan sejuk dipipi sebelah kiri.


Iya, aku tau ini adalah sejuk dari ujung pisau yang mau digoreskan dipipiku. Aku tau ini bukan mimpi, tapi aku harus menjaga harta berharga ku! Hanya VIAN yang berhak mendapatkannya!


*sriiisss......srissssss*


"Gadis.. gimana ? Sakit tidak ?"


"Ayolah... mari bersenang senag bersama kita. Dan kau bakalan bebas dengan cepat"


Itulah yang mereka katakan aku merasa sangat muak "TIDAK SUDI!"


ucapku teriak sambil meringis sakitnya goresan dipipi tersebut.

__ADS_1


*arghhh*


Aku dicekik oleh mereka "sa..sakitt...." ucapku sambil menangis


"Kau adalah gadis tak tau diri! Dasar!" Ucap lelaki itu.


Dan lelaki itu mengangkat ku perlahan lahan dari cekikan yang dia buat. Aku merasakan sesak, dan lemas. Aku merasa digantung sekarang. Sangat membuat jantung ku sesak.


"Vi....viaann tolong akuu..." ucapku dengan sangat lemas. Hanya dia harapan ku sekarang.


*dorrrr*


Bunyi apalagi itu ? Suara tembakan. Ahh aku sudah lemas. Tiba-tiba saja lelaki itu melepaskan ceKikan yang dia buat di leherku. Dan aku terjatuh begitu saja. Badanku sangat lemah sekali. Aku hanya menyandarkan badan ke dinding yang ada.


"She..shereenn! Shereenn! Bangun!!"


Suara laki2 yang familiar. Siapa dia ? Aku pun mendongakkan kepala dan itu...


Itu adalah VIAN. Aku tersenyum


"Akhirnya kau datang Vi...Vi..VIAN"

__ADS_1


[TBC]


__ADS_2