
"Nggghhh"
Aku mengusap mataku yang sedikit gatal ini, Aku menyipitkan mata, untuk memperjelaskan penglihatan.
Ini seperti di ruangan. Oh my god! Aku diruangan VIAN! Apakah kami tidak pulang ? Bagaimana ini ?! Aku mendapati ditubuhku diselimuti oleh jas. Dan aku tau ini adalah jas Vian.
Tapi dimana Vian ? Sekretaris Vian adalah aku. Dan Vian sekarang dimana ? Aku cepat² merogoh tas kecilku mengambil Ponsel. Untuk dijadikan pengganti cermin.
SHIT! Sangat berantakan!
Apa yang harus kulakukan jika ada karyawan lain melihat keadaan ku seperti ini ? Mereka pasti curiga dan salah paham. Ya walaupun aku memang istrinya. Tapi kan karyawan² disini tidak tau.
Nanti disangka, aku yang kegatelan sama CEO diperusahaan yang notaben nya memang suamiku.
Aku melihat jam di ponsel, dan masih terlalu pagi untuk karyawan datang. Aku bergegas keluar dan ruangan Vian.
Ketika ingin menggeserkan pintu ruangan Vian. Betapa terkejutnya aku. Disana, tepat disebalik pintu transparan kaca ini menampak soksok IREN.
Dia sudah pulang dari rumah sakit ? Kok secepatnya itu ? Bukankah kecelakaan kemarin cukup serius ?
'Kenapa dia disini?'
Aku keluar dari ruangan Vian, dengan sok tidak peduli bahwa didepan ku ini ada IREN. Aku berlenggang jalan dengan sedikit terburu buru. Aku malas ada masalah dengannya.
"Hebat sekali ya, tidur sama CEO perusahaan ? Berapa bayarannya ? Hahaha" - Iren
Aku sontak berhenti melangkah, dan mengarahkan langkah kehadapannya.
'Dia..dia gak tau ya, aku istri Vian ?'
Itu adalah satu kalimat yang langsung ada dipikiranku.
"Apa maksudmu ?" Tanya ku tidak terima.
"Masih bertanya ? Ada apa kau pagi² begini sudah keluar dari ruangan Vian?" Dia bertanya.
Apa yang harus aku lakukan. Kalau untuk menceritakan nya secara langsung. Itu tidak mungkin. Aku dan Vian sudah berjanji tidak memberi tahu siapapun hubungan diantara kami berdua.
"A..aku kan sekretaris disini. Ya wajar dong aku keluar diruangan Vian...Eh Tn.Vian" Ck ini Mulut kenapa tiba² manggilnya Vian sih. Harusnya didepan orang lain harus manggil Tn.Vian
Dia melihatku dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia seperti mengintimidasi diriku.
"Oh begitu ya.. terus itu ditanganmu. Kok ada jas Vian ? Hahaha. Kau kira aku sebodoh itu ya!" Ucapnya sambil mendekati diriku.
Dia tiba² memegang pipiku, dengan cepat aku menepis tangannya.
"Hey murahan.. ingat. Vian Johnbert adalah milikku. Tidak ada siapapun diantara jagat raya ini yang bisa mendapatinya. Jika kau ingin mendapatinya, langkahi mayatku terlebih dahulu. Atau kau harus mengorbankan dirimu untuk karirnya yang sukses ini" - Iren
'Apa maksud wanita ini?'
Aku hanya menghela nafas, aku malas melawan kata² nya ini.
"Sudah? Sudah cukup menghinaku ? Kita lihat saja kedepannya. Siapa yang bisa mendapati hati Tn.Vian sesungguhnya." Ucapku dengan percaya diri sambil melanjutkan langkahku menuju ke lift.
"Apa maksudmu, wanita murahan?!!!" Ucapnya sambil teriak.
Aku tidak menghiraukannya. Aku terus berjalan. Dan untung saja belum ada orang yang datang. Perusahaan cukup sepi. Walaupun ada, tapi belum begitu ramai.
Aku masuk kelift. Dan ketika sampai dilantai dasar. Aku berlari kecil menuju keparkiran.
"Eh.. Sheren! Hayyyy.."
Aku menoleh kesumber suara. Dan dia adalah Anna. "Eh anna! Aku buru² dulu oke! Nanti kita makan siang bersama. Dicafe depan kantor." Ucapku sambil cepat² masuk kemobil.
Aku melajukan gas, cepat² keapartemen. Untuk mandi, dan berkemas untuk pergi kekantor lagi.
Sesampai diapartemen. Aku tidak mendapati soksok Vian. Kemana Vian ?
Aku mandi, dan bergegas berkemas untuk bersiap kekantor lagi.
Entah kenapa, selama aku bersiap siap. Aku menuju kedapur untuk membuat secangkir coffe latte. Mataku terus melihat kulkas.
'Apakah aku harus sedikit masakan cemilan ? Untuk imbalan malam tadi ? Hihi aku malu sekali ketika mengingatnya lagi'
Aku sedikit mengucirkan rambutku ala kuciran ekor kuda. Dan bergegas memasak sedikit makanan cemilan untuk makanan siang Vian nanti.
Selama masak berlanjut. Hati ku terasa lebih tenang, nyaman, dan senang. Aku berharap rasa ini akan bertahan sedikit lebih lama. Tapi aku tidak boleh terlalu berharap, karna aku juga tidak terlalu bisa mengerti sifat Vian yang nanti bisa saja berubah-ubah.
__ADS_1
Nanti so sweet, eh nantinya dingin lagi. Kayak ada kepribadian ganda aja ih.
Untung tampan, jadi bisa aku maafin hehe.
.
.
.
(10mnt berlalu)
TA-DAAAA YEAY! Finally!!!
Ini makanan kesukaannku! Cara buatnya juga simple haha. "Kimbab wijen ala istri Vian" hahaha.
Semoga Vian suka ya. Semoga Vian memakannya. Semoga Vian tidak membuat ku kecewa lagi.
Aku sudah mempersiapkan semuanya.
Dan mengucapkan selamat tinggal dengan apartemenku tersayang ini.
Di area parkiran Apartemen. Aku hari ini sengaja tidak memanggil taksi. Suasana hatiku cukup bagus. Jadi ya, aku mau membawa mobil sendiri saja. Dengan keadaan santai.. hehe.
.
.
.
*Dipertengahan perjalanan*
*drrttt drttt*
Aku menolehkan kearah deringan pesan masuk di ponsel ku ini. Berharap itu adalah Vian! Hehe
Aku menepikan mobil dipinggir jalan. Dan membuka pesan dengan senyuman yang sumringah.
UKNOWN
"Aku lihat, hari ini kau begitu bahagia ya. Berlari keapartemen. Bersiap-siap dan memasak makanan untuk suamimu. Hahaha, bekerja menjadi sekretaris dan suami adalah seorang CEO" #red33
DEG
'Apakah ada yang menguntitku dalam dua tiga hari ini ?'
Aku sedikit mengusapkan tengkuk dileherku. Dikarenakan aku sedikit merinding. Jangan-jangan aku sekarang sedang di teror ?!
*Drttt Drttt*
Ada pesan masuk lagi!
UKNOWN
"Hey, kenapa kau berhenti dipinggir jalan ? Hati² loh. Nanti bisa ditilang polisi."
Aku cepat² melirik kearah belakang, dan aku mendapati sebuah mobil yang tiba² berjalan duluan dengan kecepatan sedang.
Aku melihat mobilnya, dan mobil ituu sangat asing bagiku. Tapi sayang, kaca mobil itu tidak menembus sampai kedalam. Karna mobil itu menggunakan kaca hitam.
Jantung ku tidak karuan. Aku trauma. Trauma akibat penculikan yang berlalu. Aku takut, sebab itu adalah pengalaman sangat tidak terduga! Aku bingung, rasanya seperti tidak sanggup untuk menyetir lagi.
Jantung ku tidak karuan. Takut, sedih, bingung. Menjadi satu.
Aku yakin, pelipis kepalaku sudah dibasahi oleh keringat dingin.
VI...VIAN!
SUAMIKU ♡
"Vi..vian kamu dimana ? Nanti bisa sedikit ngobrol dengan ku ?"
Itu adalah pesan singkat yang aku kirimkan kepada suamiku. Entah apa yang terjadi dengan ku, yang pastinya aku sangat ketakutan.
Aku cepat² menggas kan tancapan, untuk cepat sampai di perusahaan.
__ADS_1
Aku sudah memarkirkan mobil dan menuju ketempat kerjaku. Dan kalian tau ? Semua karyawan diperusahaan, pada melihatku secara mengintimidasi.
Ada apa sebenarnya ?!
Aku menuju lift untuk kelantai ruangan Vian berada dan tempat kerjaku.
Setelah sampai, sebelum aku mengerjakan pekerjaan ku di tempat duduk sekretaris sana. Aku masuk ke ruangan Vian, untuk meletakkan makanan yang aku buat tadi. Semoga dia memakannya ya.
Aku pun keluar dari ruangan Vian, dan berlanjut mengerjakan apa yang seharusnya aku kerjakan.
"Sheren, ini ada berkas yang harus kamu jadwalkan. Nanti antarkan ke ruangan Tn.Devanno ya"
Aku menoleh kesumber suara.
Dan dia adalah Anna.
"Lah.. kok aku sih ? Kan dia ada sekretarisnya sendiri ? Kenapa harus aku ? Aku juga lagi sibuk ngejadwal Waktu Tn.Vian na" Ucapku sedikit tidaj terima, karna ya memang Devanno ada sekretaris kenapa harus aku kan?
"Aku gak tau Sheren, aku aja yang karyawan bawah. Tiba² dipanggil dia, untuk kasih ini berkas kekamu" Ucap Anna dengan wajah yang memerah.
'Anna suka Devanno ya?'
Anna pun berlenggang meninggalkan ku. Tapi sebelum dia menjauh..... ada yang aneh.. tapi apa ?
"Ehh.. annnaa!!!" Teriak ku sambil menghampiri Anna.
Anna yang kaget otomatis langsung berhenti, dan menoleh kearah ku dengan wajah kagetnya "ada apa sheren??!! Ini ruangan para CEO loh. Untung saja Tn.Vian gak ada. Kamu ini.. aduhhhhhh" Ucapnya dengan panik dan menoleh kiri kanan berharap tidak ada yang melihat dan mendengarkan.
"Hehehe maaf.. aku mau nanya, tadi kamu bilang dikasih Tn.Vian?" Tanya ku dengan serius
"Iya.. emang kenapa?" Jawabnya dengan muka yang jutek
"Eh bukannya kemarin aku nyuruh kamu jagain dia di IGD ? Kok dia udah kerja lagi??" Tanya ku lagi dengan nada yang berbisik..
Seketika mata Anna melotot, seperti ada sesuatu yang ingin dja sampaikan!
"Ooohh iyaa iya!!!! Iya !! Bener bgt!! Aku mau kasih tau kamu! Tapi jangan disini deh. Bahaya hehe" Jelas Anna dengan kembali berwajah biasa saja.
"Oke deh, kita janjian sesuai janji diparkiran tadi ya!" Ucapku sambil melambaikan tangan untuk mempersilahkan dia kembali bekerja.
"Sip!!" Ucapnya.
Aku berjalan kembali menuju kearah, dan aku bertemu lagi dengan si rubah ini, heuh. IREN. mau apa lagi dia ?
"Kenapa kamu?" Tanya ku dengan nada jutek
"Jangan sok jutek deh, aku sama kamy derajatnya lebih tinggi disini. Kamu yang jadi sekretaris baru ? Kok bisa sih keterima. Aduhh" - Iren
Melihat wajahnya saja, sudah membuat ku muak sekali. Ingin rasanya ku cabik-cabik. Tapi gak bisa dong, kan dia kesayangan Tn.Vian hahaha.
"Sana kembali kerja, aku memberikan mu jadwal Vian yang sangat banyak. Nanti sore aku mau itu sudah kelar" Jelas Iren sambil meninggalkan ku
Oalah, jadi maksud kata² Vian waktu itu, dia ya ?? Heuh. Mau gak mau, aku harus tahan kerja disini.
.
.
.
Aku sudah menempati tempat kerja ku lagi.
"Aduuhh kok ini banyak sekali ㅠㅠㅠㅠ semoga gaji ku Sesuai dengan Pekerjaan ini. hufftt"
Pertama yang aku olah adalah jadwal Si Devanno itu. Ck kenapa sih harus aku juga ?! Kan dia ada sekretaris sendiri.
Sekitar 10 lembar berkas yang diberikan oleh Devanno tadi. Dan di akhir lembaran, aku melihat ada TTD (Tanda tangan). Tapi tanda tangannya sangat dominan dengan angka 33 ? Seperti 33D ? 33 Devanno? Wht ?
Otakku tiba² mengingat kejadian di mobil tadi, dimana ada yang menerorku lewat sms.
"Apa yang kamu lihat Sheren ? Kenapa terlihat serius sekali?"
***
"Seberusaha apapun dunia tak memihak kau untuk mencintaiku. Aku akan terus membuat kau mencintaiku dan milikku! camkan itu." - Sheren Alka
[TBC]
__ADS_1