
Vian (Point of View)
Selamat pagi!
Huft...
Pagi ini lesu banget sumpah. Sheren marahan lagi sama aku. Dia beneran tidur di kamar tamu. Tapi aku bingung sendiri, dia marah karena apa ??!
Please siapapun kasih tau aku. Aku gak ngerti sama sekali si Sheren marah apaan. Perasaan aku bilang sih dia lagi PMS ya ?
Hih beneran dah serem kalau perempuan PMS ya. Marah-marah gak jelas. Heuh sabar Vian yang tampan. Kau harus belajar mulai mengerti sifat istri mu itu. Katanya mau jadi suami yang baik, suami yang bisa nyenangin bini.
Lah ini cuman Sheren marahan, masa iya ngeluh ? Entar juga baikan itu. Iya kan ? Dia bakalan baikan kan sama aku ? Haduh. Susah juga ya.
Tidak mau ngelamun lama2 aku pun bergegas membersihkan diri. Berharap si Sheren belum bangun dari tidurnya, kalau dia belum bangun aku mau buat dia gak marah lagi sama aku. Aku mau bikinin dia sarapan.
Setelah aku sudah membersihkan diri, aku pun beranjak pergi menuju dapur. Untuk memasakkan sedikit sarapan untuk Sheren. Aku yakin Sheren belum bangun dari tidurnya. Karna sekarang pukul 04.20 pagi biasanyakan Sheren bangun sekitar pukul 05.00 pagi.
Aku pergi mengambil beberapa makanan dikulkas, tapi aku teralihkan oleh sesuatu benda yang ada di meja makan. Sepertinya itu sarapan. Tapi siapa membuatnya ? Tidak membutuhkan waktu yang lama. Aku pun menghampiri meja makan untuk mengetahui apa yang ada disana.
Aku mengerutkan dahi, dan bergumam 'Ini apa?'
Sudah kuduga, ini sarapan! Tapi siapa membuatnya ? Dan ada sebuah kertas, sepertinya surat.
"*Selamat pagi Vian ♡
Aku sudah membuat sarapan untuk mu. Maaf sekali kalau sarapan yang aku buat cukup sederhana, dan tidak memiliki rasa yang enak dan khas sesuai seleramu. Mulai sekarang aku akan belajar lebih banyak tentang memasak.
Maaf juga untuk makanan siang kemarin, pasti tidak enak ya ? Makanya kamu tidak menyentuh sama sekali makanan ku.
Lain kali kalau memang ada yang kurang dimasakan ku tolong komentarin ya, aku kira masakan ku sudah enak. Eh rupanya kamu selama ini memakan masakanku yang tidak sesuai seleramu.
Hari ini adalah hari pertama ku kerja, tolong kerjasama nya ya ^^
Tenang Vian, aku akan menjaga privasi mu kok. Aku jamin tidak akan ketahuan dikantor kalau aku adalah istrimu.
Aku sengaja pergi pagi sekali, agar mereka tidak curiga pada aku dan kamu.
Dan aku minta maaf dengan apa yang telah terjadi.
I love you
Sheren* "
Wtf ? Apa ini ?
__ADS_1
Aku masih bingung sama Sheren. Maksudnya masakannya tidak enak apa ? Lah masakannya enak kok. Enak banget loh. Kenapa dia dari kemarin selalu ngebahas masakan ?
Sepertinya ada kesalah pahaman disini. Dan maksudnya aku tidak makan masakan siang nya apa ? Aku makan kok! Aku makan. Apa yang salah lagi ? Bahkan aku menolak ajakan Sekretaris ku untuk makan siang bersama nya.
Sekretaris ku adalah sahabatku juga. Dan aku rela menolak ajakan makan siang bersamanya demi memakan masakan Sheren! Aku sangat senang ketika Sheren mengantar makanan siang untukku.
Sepertinya ada salah paham ? Aku harus mencari tau.
Apakah perlakuan ku kepada sheren terlalu berlebihan ? Iya sih, ketika hari dia mengantar makanan. Aku tidak menanggapinya sama sekali. Aku benar2 menganggap bahwa aku tidak mengenalinya.
Tapi seharusnya dia mengerti! Seharusnya dia mengerti bahwa aku bersikap seperti itu agar karyawan2 tidak curiga. Aku takut ketika aku bersikap hangat kepadanya yang ada Sheren di jadikan gosip diperusahaan ku.
Aku melihat jam dinding dan menunjukkan pukul 04.45 pagi
Gila banget si Sheren, masa iya pergi kekantor sepagi ini. Hantu pun belum bangun tidur Sheren.
Ya tuhan kenapa istri ku ada-ada aja sih ? Pergi sepagi ini. Astaga Sheren Alka kau membunuhku secara perlahan lahan.
*drttttt drtttt*
Ponselku berbunyi, aku pun bergegas mengangkat telpon. Dan yang menelpon adalah sahabat ku, Devanno. Dia adalah sahabat masa SMA ku, dia bisa dibilang memiliki jabatan yang cukup tinggi. Karna dia adalah tangan kanan ku di perusahaan.
"Hallo. Ada apa?" - aku
"Vian.. ini istri mu kenapa ada di kantor pagi2 begini sih ? Ck, bahaya loh. Satpam di perusahaan mu juga lagi cuti. Kamu kira perusahaan tempat desa ? Ini kota woi. Jemput sini, temenin bini lu. Ck."
Panggilan terputus~
Gila ! Kan bener dugaan ku. Sheren pergi kekantor sepagi ini. Aduh...
Dikota ku ini, kalau pukul 04.30 pagi gitu. Udah terang kok. Udah keliatan jalannya. Tapi belum ada orang keluar...
Soalnya masih pagi, dan istri ku sendiri dengan beraninya dia keluar. Intinya hari ini aku mau selesain apa masalah si Sheren tiba2 ngediemin aku.
Aku bergegas memakan sarapan yang di buat Sheren. Dan pergi menuju kantor. Tapi, Sheren emangnya punya baju kantor ? Setau ku selama ini dia lebih kurang dengan diriku. Dia suka sekali menggunakan baju2 santai. Seperti Tshirt & Sweater.
Semoga saja, dia menggunakan baju yang cocok dengan profesinya.
Ohya, aku mau kasih tau kekalian. Kalian ingat kan perempuan yang ketawa ketiwi dengan aku, waktu Sheren nganterin aku makanan ?
Nah perempuan itu, panggil saja dia 'Iren'
Dia adalah sahabat ku sebelum Devanno. Jadi aku sama 'Iren' udah temenan dari kami masih SD. Kami bisa berteman, karna ayahnya adalah teman ayahku. Dan kami sering bermain apabila mereka lagi nongkrong bersama.
Dia cantik. Cantik banget. Jujur aku pernah menaruh hati dengannya. Tapi perasaan itu tidak terbalaskan dan tidak pernah aku ungkapkan sama sekali. karena ketika aku mau mengungkapkan nya, aku mendengar kabar bahwa dirinya Sekolah SMA di luar negeri. Di Jerman, itu adalah hari tersedihku.
__ADS_1
Dan.. aku sudah sama sekali tidak pernah berkontak sama dia.
Tepat semingggu sebelum aku menikah dengan Sheren, dia pulang ke kota ini. Dan dia memberiku kejutan, dia ingin sekali bekerja di perusahaan ku. Tanpa pikir panjang aku pun memberikan pekerjaan yang bisa dibilang tinggi derajatnya. Yaitu mengurus segala urusan bidangku. Dan menginterview seluruh calon karyawan atau calon sekretaris untukku.
Makanya saat kedua orangtuaku menjodohkan ku, aku sangat kesal dan sangat marah. Karena aku berencana untuk memikat hati Iren. Dan menjalin hubungan lebih serius ke dia. Tapi apa boleh buat, takdir jodoh tidak ada yang tahu selain tuhan YME.
Tapi aku tak menyangka, Hari ini Sheren istriku. Di interview oleh sahabat ku sendiri. Aku tidak bisa ikut campur tangan masalah pemilihan karyawan atau sekretaris. Hanya dia yang bisa nentuin. Karna itu adalah perjanjian yang kami buat.
Iren gak tau kalau aku udah menikah. Yang tau hanya Devanno. Only Devanno.
.
.
.
Ck... sekarang aku terkena macet lagi. Padahal masih pagi banget. Kok udah macet ?
Didepan sana, sekitar 5 meter dari mobilku.
Aku melihat banyak sekali kerumunan orang, sepertinya ada kecelakaan.
Tanpa berpikir panjang dari pada aku penasaran lebih baik aku pergi melihat disana.
Aku menerobos kerumunan orang banyak..
Dan tepat didepan mataku,
Tapi...
Ada yang aneh, seperti familiar. Tubuhnya, rambutnya.. dan jam tangan yang dia pakai seperti orang yang aku kenal.
Aku mendekati orang tersebut. Dan.
DAMN! INI IREN !
Aku syok, aku sangat terkejut.
"Tolong panggillkan ambulann!!! Cepat!!! Ini pacar saya!!! Cepatt!!! Kenapa kalian diam saja??!!!!"
"Pak .. pak.. tenang dulu. Ambulan nya lagi menuju kesini" -salah satu diantara mereka yang menjawab pertanyaanku itu.
Iren. Aku gak tau lagi. Aku merasa dunia ku sangat runtuh. "IREN! banguunnn sayang.. bangunnnn!!"
Air mataku terus mengalir..
__ADS_1
"Cinta memang begitu kejam, selalu menjebak siapapun Dan selalu datang tanpa permisi" - Vian Johnbert
[TBC]