
SHEREN BACK POV (Point Of View)
"JANGAN PEDULIKAN AKU DULU! bawa Istriku ke RS secepatnya! Tangani dia! Dia baik2 saja, Aku baru bisa tenang. Masalah luka ku dapat aku tahan!"
itulah yang terdengar pertama kali ditelingaku. arghh semua badanku terasa pegal. aku mengerjapkan mata ku secara perlahan, dan pandangan ku masih sedikit blur. Sekarang aku dimana ? terasa berisik sekali, seperti hembusan kipas besar yang cukup membuat bunyi sekeras ini.
aku berusaha menatap lekat lelaki yang berada di depan ku ini. 'seperti Vian' gumam ku dalam hati. aku terus menatapnya, aku tidak tau kenapa pandangan ngblur, apakah efek kejadian tadi ? aku tidak ingin mengingatnya lagi. itu terasa sangat mengerikan.
dan sekitar +-5 menit aku berusaha menstabilkan pandangan ku. dan berhasil aku bisa melihat keadaan sekitar dengan jelas. Diruangan ku sekarang ini, tidak cukup luas. tapi lebih dari kata cukup elite, dan nyaman. Dan tidak ada satupun orang yang berada didalam ruangan ini sadar bahwa aku sudah sadar, semua sibuk kediri mereka masing2.
Tapi, beda dengan VIAN. Vian suamiku, duduk di samping ku dengan menundukkan kepala sambil menutupnya dengan kedua telapak tangannya. 'ada apa dengan dirinya ?' gumam ku dalam hati.
Jujur saja, aku belum bisa membuka mata lama-lama aku merasa sangat lelah dan sakit. aku meringkuh dan sedikit menghela nafas panjang sambil memejamkan kembali mataku.
"Tn.Vian kau tidak apa2 ? Punggung mu bercak merahnya sudah mengering tapi makin banyak bercak merahnya. dan aku yakin ini merah adalah merah darah Tn.Vian"
Aku tak tau siapa yang bilang seperti itu yang terpenting itu adalah suara laki2. aku sengaja mendengarkannya secara seksama sambil memejamkan mataku. aku ingin tau, apa yang terjadi dengan ku dan vian setelah diriku pingsan tadi.
"hey, dengar tidak dengan apa yang aku bilang ?! aku sudah bilang kan. yang terpenting sekarang bawa istriku KE RS secepatnya dan pastikan dia baik2 saja. baru kau menangani ku! ngerti tidak ?! jangan banyak bicara. aku sedang pusing, kau menyulut emosiku saja!" Tegas Vian.
kenapa aku bilang itu Vian ? ya. siapa lagi yang berani membentak orang seperti itu kecuali hanya Vian. Apalagi notabene si vian adalah atasan mereka.
"Baiklah Tuan, Ohya Ada kabar baik dari pilot Tuan. kata pilot, sekitar 2 menit lagi kita akan mendarat di atas gedung RS JOHN NEW milik Tuan. Harap menjaga keseimbangan Tn.Vian"
Kata lelaki itu dengan penuh hati2 ke Vian. Aku betambah Pusing, apakah RS JOHN NEW yang dibilang lelaki tadi adalah milik VIAN ? ahh.. kaya sekali suamiku ini. Aku penasaran apa yang tidak dimiliki Vian. Dia sudah sangat kaya, segala yang dia mau dan dia inginkan sudah dia miliki.
Aku membuka mataku, dan menatap lekat Vian lagi dan lagi. Vian itu tampan, tinggi, suami able, sayangnya dia dingin layaknya (esbatu). Tapi makin kesini, makin aku menyusahkan Vian. Sepertinya aku sudah sedikit tau kepribadian Vian. Kelihatannya Vian ini orangnya tidak dingin, aku merasakan bahwa dijiwa Vian ini adalah jiwa yang sangat hangat dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Tapi kenapa dia memperlakukan ku seperti tidak pantas selama ini ? Apakah dia mempunyai masa kelam dimasa lalunya ? Aku harus menyelidiki ini. Diwajah Vian saat ini sangat gusar, sangat kacau. apakah dia seperti ini gara2 ku ? Apakah dia mengkhawatirkan ku ?
Pertanyaanku banyak sekali. karna aku tidak bisa menebak Vian. Vian adalah pria yang mempunyai sikap berubah dengan cepat. Aku penasaran dengan situasi sekarang. Dia khawatir kan diriku atau ada masalah pekerjaan ?
Aku pun meraih tangan Vian yang lagi menutup mukanya itu secara perlahan. dan aku mengambil tangan nya itu dan mengelus lembut, kalian mau tau gak ? Aku sepertinya mau ketawa dengan ekspresi Vian sekarang. Dia benar-benar seperti orang kebingungan karena melihat diriku mengenggam tangannya ini.
"kamu... kamu sudah bangun Sheren ? Ada yang sakit ? pegal ? Atau yang lainnya ?" tanya Vian sambil mengecek tubuh ku dengan meraba pelan-pelan dibagian pinggang, leher, rambut. Tapi ketika tangan Vian menyentuh pipiku. Itu rasanya sangat sakit.
"ahh Vian, sa..sakit.." itulah kata-kata yang pertama keluar dari reaksi ku terhadap apa yang terjadi sekarang ini. Vian kaget, dan menyingkirkan perlahan rambut ku yang menutupi pipi ku ini.
"hah?! luka! Apakah sakit ? Apa yang harus aku lakukan.." ucap Vian sambil memasang wajah yang gusar dan bingung.
Aku hanya bisa tercengang dan sedikit kaget dengan tingkah laku Vian. Siapa sih istri yang tidak terbawa perasaan jika dibilang begitu dengan suami sendiri. Tapi aku tidak boleh dan harus biasa saja, karena sikap Vian terkadang suka berubah-ubah.
Aku hanya menggeleng tanda membalas apa yang ditanyakan Vian tadi. Aku berusaha ingin posisi duduk tapi Vian melarangnya, Vian Menahan tubuhku dengan memegang kedua pundak bahu ku. Dan memberikan kode dengan muka sinisnya yang bertanda "jangan bergerak! tetap diposisi ini" lebih kurang seperti itu lah gambaran mukanya.
"Tuan Vian kita sudah mendarat. Mohon ditunggu sebentar. Dokter akan segera datang" ucap pria yang tiba2 datang mengisi kesunyian diantara kami berdua.
Vian hanya membalas dengan mengernyitkan satu alisnya.
"Halo Ny.Sheren bisa kah anda berdiri ? ayo kita pindah tempat dulu ke ranjang khusus RS JOHN NEW ini" ucap perempuan sambil memegang bahuku sangat hati-hati. Aku hanya tersenyum dan berusaha sebisa mungkin untuk berdiri, tapi nihil. Badanku terlalu lemah, kaki, tangan, bahkan tubuh ku ini semua bergetar kecil dengan sendirinya.
mungkin karena lelah, atau lainnya ? i dont know.
"Bodoh atau apa? Istri sakit begini, kau suruh dia berdiri!"
"Awas!"
__ADS_1
Aku kaget, tiba-tiba Vian mendorong perempuan menjauh dari ku dan langsung mengendong ku ala bridal style. Aku tercengang lagi, sambil melihat wajahnya dari bawah didepan dada bidangnya. tak menyangkka bahwa suami ku setampan ini, padahal masih muda.
"Aku pemilik RS ini, dan aku pastinya harus memakai pelayanan VVIP. Istri ku sudah selemah ini kau suruh dia berdiri. R2 ! pecat perempuan ini" Ucap Vian tegas
hah ? R2 siapa dia ? aku tidak bisa melihat bahkan mendengar percakapan R2 dan Vian. Karena Vian memanggilnya dari earphone ditelinga. Earphone? entah lah apa itu, aku tidak tau.
Aku melihat Vian lagi dari posisi ku ini, ah sepertinya aku bakalan sering menyusahkan mu vian. Dan sepertinya digendong ala bridal style tidak buruk juga.
"Pemandangan yang indah…" gumamku pelan sambil ketawa kecil.
Rahang suamiku sangat elok dan tajam dilihat dari dada bidangnya ini, dan aku yakin. Vian punya roti di perutnya. Roti sobek uhh.
Aku dan Vian keluar dari ruangan tadi, dan betapa terkejutnya aku. Rupanya yang aku naiki tadi HELIKOPTER ?! WHT! PUNYA SIAPA HELIKOPTER INI ?
"Kenapa ? kau terkejut ? ya helikopter ini milikku. Aku kaya kan ? makanya jangan sekali kali kau ingin berpaling dariku." Ucap Vian dengan nada sombong nya.
Blushhh
"Cih sombong sekali"
Setelah berbicara seperti itu, pipiku merah padam. Sangat merah. Aku malu tersipu dengan apa yang di ucapkan Vian ke diriku. Aku melirik kearah Vian, Vian tersenyum. Apa?! dia tersenyum. Keajaiban apa ini tuhan ?
Aku menenggelamkan wajahku didada bidangnya, yang aku tau hanyalah. Sekarang aku sangat malu sekali.
"Vian! apa yang terjadi ?!!"
Aku dan Vian menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
[TBC]