
BACK POV SHEREN
Aku sudah pulang dari rumah sakit yang sangat mengekang diriku itu. Iya aku tau, rumah sakit yang aku tempati adalah rumah sakit milik suamiku sendiri. Milik Tuan Vian Johnbert.
Jujur saja, bahwa aku sedikit risih dengan perlakuan Vian terhadapku. Aku tau dia sudah mengatakan bahwa dia mau belajar mencintaiku, itu adalah kata2 yang membuatku sangat bahagia.
Tapi ada satu hal yang menjanggal dihati, apa itu ?
Aku melihat dari sorot mata Vian, bahwa ada keterpaksaan ketika berbicara dan bertingkah baik kepadaku, seolah olah dia hanya berpura-pura. Kenapa aku bilang begitu ? Semua yang dia perlakuan selama ini sangat canggung. Tidak seperti Vian biasanya.
Aku tau, Vian berusaha berubah untukku. Tapi aku tidak mau kalau dia berubah semua karna keterpaksaan. Aku tidak menuntutnya untuk mencintaiku secepatnya ini, aku mau dia mencintaiku dengan ketulusan hatinya bukan karna keterpaksaan.
***
Aku sekarang sedang memasak untuk makan siang kami berdua. Jangan tanya, kenapa aku memasak. Vian dari tadi pagi memujuk ku agar tidak memasak biar OB (OB KANTOR) nya saja yang masak. Tapi aku menolak, aku tidak mau karna si Vian mulai membaik dengan ku. aku dengan enaknya bermanja manja ria.
NO ! ITU BUKAN DIRIKU.
walaupun, luka2 yang ada ditubuh ku ini belum 50% membaik. tapi setidaknya aku masih bisa menahan kok. aku tidak mau suamiku kelaparan diluar sana dan memakan makanan yang tidak sehat.
ohya, masalah luka dipipiku itu tidak parah kok. biasa seperti goresan cakaran kucing saja. sekitar semingguan juga membaik.
Hari ini sebenarnya aku ingin masuk kerja tapi lagi-lagi Vian tidak memberiku pergi. karna kata dia aku baru saja pulang dari rumah sakit, jadi dia tidak mengizinkan ku. Vian itu tipikal orang yang cuek, bagiku dia tidak begitu cocok dengan tingkah laku yang sok perhatian :)
bukannya aku tidak suka dengan perhatiannya, tapi hanya saja dia memang tidak cocok untuk bertingkah seolah olah penuh perhatian. wajahnya sangat tidak mendukung. wajah Vian itu sangat sangar dan dingin teman. wajah vian itu ya seperti badboy kebanyakan.
kalian mau tau apa hal yang sangat menggelikan yang terjadi pada pagi tadi ? sini aku ceritakan.
BACK POV SHEREN
Aku sudah pulang dari rumah sakit yang sangat mengekang diriku itu. Iya aku tau, rumah sakit yang aku tempati adalah rumah sakit milik suamiku sendiri. Milik Tuan Vian Johnbert.
Jujur saja, bahwa aku sedikit risih dengan perlakuan Vian terhadapku. Aku tau dia sudah mengatakan bahwa dia mau belajar mencintaiku, itu adalah kata2 yang membuatku sangat bahagia.
Tapi ada satu hal yang menjanggal dihati, apa itu ?
Aku melihat dari sorot mata Vian, bahwa ada keterpaksaan ketika berbicara dan bertingkah baik kepadaku, seolah olah dia hanya berpura-pura. Kenapa aku bilang begitu ? Semua yang dia perlakuan selama ini sangat canggung. Tidak seperti Vian biasanya.
Aku tau, Vian berusaha berubah untukku. Tapi aku tidak mau kalau dia berubah semua karna keterpaksaan. Aku tidak menuntutnya untuk mencintaiku secepatnya ini, aku mau dia mencintaiku dengan ketulusan hatinya bukan karna keterpaksaan.
***
Aku sekarang sedang memasak untuk makan siang kami berdua. Jangan tanya, kenapa aku memasak. Vian dari tadi pagi memujuk ku agar tidak memasak biar OB (OB KANTOR) nya saja yang masak. Tapi aku menolak, aku tidak mau karna si Vian mulai membaik dengan ku. aku dengan enaknya bermanja manja ria.
NO ! ITU BUKAN DIRIKU.
walaupun, luka2 yang ada ditubuh ku ini belum 50% membaik. tapi setidaknya aku masih bisa menahan kok. aku tidak mau suamiku kelaparan diluar sana dan memakan makanan yang tidak sehat.
ohya, masalah luka dipipiku itu tidak parah kok. biasa seperti goresan cakaran kucing saja. sekitar semingguan juga membaik.
Hari ini sebenarnya aku ingin masuk kerja tapi lagi-lagi Vian tidak memberiku pergi. karna kata dia aku baru saja pulang dari rumah sakit, jadi dia tidak mengizinkan ku. Vian itu tipikal orang yang cuek, bagiku dia tidak begitu cocok dengan tingkah laku yang sok perhatian :)
bukannya aku tidak suka dengan perhatiannya, tapi hanya saja dia memang tidak cocok untuk bertingkah seolah olah penuh perhatian. wajahnya sangat tidak mendukung. wajah Vian itu sangat sangar dan dingin teman. wajah vian itu ya seperti badboy kebanyakan.
kalian mau tau apa hal yang sangat menggelikan yang terjadi pada pagi tadi ? sini aku ceritakan.
"*Viann.. hari ini aku kerja oke ? aku udah sehat kok hehehe" - Melas ku kepadanya
"ck.. duduk manis dirumah saja. jangan membuat ku khawatir saat bekerja nanti." - Jawab Vian
"kau ini berlebihan sekali sih..." - Aku
"Sheren... jangan membuat ku bertindak lebih ya.." - ucap Vian sambil merapikan Kemeja yang dia kenakan.
"hah ?? apa sih kamu. gak jelas banget.. pokoknyya ka...." belum habis bicaraku lagi...
cuppp*
.
kalian tau apa yang terjadi ? DIA MENCIUM PIPI KU! gila! aku merasa pada saat itu wajahku pasti seperti tomat merahhh! arghhh aku malu. setelah dia mencium pipiku, aku langsung berlari ke kamar karna aku rasa pipiku memanas Sekarang.
Dan aku merasa, seperti bukan Vian yang aku kenali.
***
Akhirnya aku sudah siap memasak! Taa-daaaaaa
__ADS_1
Aku pun bersiap-siap untuk pergi kekantor Vian. Aku harus memakai pakaian yang layak, agar Vian gak malu nantinya.
Setelah semuanya sudah beres, ketika aku memegang gagang pintu. Aku baru terfikir, bahwa penikahan kami berdua tidak ada satupun yang tau.
Bagaimana bisa aku mengakui di kantor Vian bahwa aku istrinya (?)
yang ada aku di omongin banyak orang disana. Ya sudah tidak apa2 kalau mereka gak nanya aku siapanya Vian, ya baik2 aja sih. Tapi kalau mereka nanya, aku harus jawab apa ?
Ck!
"Sheren! Jangan mikirin yang enggak2 dulu dong. Jalani aja dulu, huft sheren fighting!"
Gumam ku menyemangati diri sendiri.
Aku pergi kekantor menggunakan taksi umum, karna aku belum bisa ngendarain mobil. Ya kalian juga tau lah kalau orang baru keluar dari rumah sakit, pasti masih hati2 ya kan. Dan kenapa gak make sopir pribadi ? Aku gak mau aja.
+-20menitan aku didalam taksi menuju kantor Vian, akhirnya tujuan ku sudah sampai. Aku membayar ongkos dan ingin keluar dari taksi itu.
"Hum nona, nona beruntung ya bisa kerja disini. Kantor perusahaan ini sangat terkenal loh dinegri kita. Bahkan juga terkenal didunia." - ucap paksopir
Aku yang tadi baru saja ingin membuka pintu, aku urungkan niatku. Dan aku kembali diposisi awal duduk. Dan berkata
"Jangan panggil aku nona dong, kerasa lain banget gitu. Aku gak kerja disini pak, cuman mau ketemu sama seseorang kasih makan siang hehe." Jelas ku sambil senyum malu ke paksopir
"Wah.. suami kamu ya ? Ya udah gih sana. Jaga baik2 ya suami mu. Apapun yang terjadi dikeluarga kalian harus diatasi dengan kepala dingin. Kalau bisa diantara kalian jangan ada yang egois. Karna bapak yakin nih, kalian pasti pengantin baru kan ? Hehe" - pak sopir
"Hehe bapak ini bisa aja. Yaudah ya pak aku pamit dulu. Mau nganterin suami makanan. Ohya namaku sheren pak. Semoga kita ketemu lagi ya pak. Semangat bekerja pak!" Ucapku sambil keluar dan melambaikan tangan kepak taksi tersebut.
Aku mengingat kembali apa yang barusan pak sopir tadi bilang. Ya benar, apapun masalahnya harus dihadapi dengan kepala dingin. Jangan egois itu juga penting.
Aku menyusuri halaman kantor Vian yang amat luas ini. Dan ketika aku masuk, ada beberapa satpam yang terlihat seperti bodyguard pribadi. Habisnya satpamnya gagah dan kekar2, terus ganteng lagi hehe.
Aku pun mengelilingi mataku menyusuri tiap2 luas perusahaan suamiku. 'Wah betapa hebatnya suamiku, dia memang muda. Tapi sudah punya perusahaan se wow ini.'
Aku pun bergegas bertanya ke tempat khusus pengaduan atau keperluan diperusahaan tersebut.
"Hallo nona ? Ada yang bisa saya bantu ?" - tanya mbak2 itu
"Hum mbak, saya mau nanya ruangan kantor Tn.Vian Johnbert dimana ya ? Saya mau bertemu dengannya." Jelasku.
"Nona serius mau bertemu dengan Pak CEO perusahaan ini ?" Tanya nya dan aku mengangguk.
"Dengan pakaian lumuh seperti ini ? Hay nona, apakah nona tau ? orang yang bertemu dengan pak CEO disini adalah orang yang ternama dan memiliki derajat yang tinggi. Sedangkan kami yang bekerja disini saja tidak berani keruang nya kecuali dipanggil oleh dia" Jelas mbak tersebut dengan serius.
Aku terdiam bingung, aku dibilang menggunakan pakaian lumuh. Oh my god, aku tidak habis pikir.
Aku tau aku tidak memakai pakaian seformal mereka,
dan memakai pakaian layaknya sedang bermain ditaman. Tapi aku nyaman seperti ini! Dan pakah mereka pantas mengatakanku seperti itu ? Heuh.
Aku mengehelakan nafas dan berenjak pergi dari perusahaan. Tapi aku berhenti sejenak karna mendengarkan kata2 dari mbak2 tadi
"Eh dia siapa sih ? Cantik enggak juga. Kumuh banget lagi. Mau jumpa sama CEO kita ? Euuhh gak tau malu banget. Yang ada CEO kita ngeliat dia langsung alergi deh. Euh euhhh"
Aku mendengarkan itu dari telinga aku sendiri, aku menoleh kearah mereka. Aku ingin marah, tapi aku tidak bisa. Aku tidak begitu sanggup marah didepan umum seperti ini. Tapi percaya apa enggak, ada air yang sudag bergenang di mataku ini.
Aku menatap mereka dengan intens, tidak menyangka bahwa menikahi seseorang CEO ternama secara diam2 sesakit ini rasanya. Aku yakin, suatu saat kalau mereka tau aku ini adalah istri CEO mereka. Aku tidak akan segan2 untuk menghukum mereka!
Aku buyar dari lamunan ku, karna aku lihat tiba2 mbak2 tadi mmbungkukkan setengah badan mereka ke satu pria. Pria ini bukan Vian, tapi sebegitukan mereka menghormatinya ?
"Misi, ini kalian ada apa ya ? Dan kenapa kalian tidak membiarkan gadis imut ini masuk ?"
Hah? Imut ? Siapa ? Aku ?! Ada2 aja ih.
"Hmm maaf Tuan, Nona tersebut mau menjumpai Tuan CEO Vian. Tapi CEO sedang sibuk, jadi kami tidak memberikan dia izin masuk" jelas mbak laknat itu.
"Siapa bilang Vian sibuk ? Vian gak sibuk kok. Dan gadis ini kenalan ku. Aku mengenalinya, jangan sekali kali kalian memandangnya rendah!" Tegas Tn tersebut.
Sumpah! Aku tidak mengenalinya. Tapi dia mengenaliku.
"Tapii tuann..." lirik mbak itu
"Jangan tapi2! Aku mendengarkan percakapan kalian. Kau dengar ini, derajat gadis ini lebih tinggi dari pada derajatmu yang seperti sampah! Mau ku laporkan ke Vian bahwaa kerja kalian tidak becus?!" Tegas Tuan itulagi.
__ADS_1
Mereka cepat2 menggelengkan kepala, mereka menunduk ketakutan. Aku terkagum melihat pria tersebut. Betapa tingginya jabatan dia disini sampai bisa bersikap seperti itu.
"Hmm hay???" Ucap pria sambil melambaikan tangannya tepat didepan wajahku
"Ha? I..iyaa... hum terimakasih sudah membantu saya" ucapku tulus
"Ehh jangan begitu.... nona Istri Tuan Vian kan?" Tanya pria itu.
Aku syok.. aku hanya diam.. bingung bereaksi
"Aku sahabat Vian hehe. Dan yang namanya sahabat pasti tau dong! Aku CEO ke dua di perusahaan ini. Aku hanya sebagai tangan kanan Vian doang. Namaku Devanno Almost. Untuk mu panggil aja aku Devan atau Dev juga boleh~" Jelas Dia
Aku hanga meng Oh kan saja.
"Dimana ruangan Vian ? Aku mau memberikan makanan siang untuk nya." Tanyaku
"Ouhhh so sweet nya haha. Oke ikuti aku."
.
.
"Nah sudah sampai, ini ruangan utama Diperusahaan ini. Ruangan terVIP hanya orang tertentu yang bisa masuk kesini. Bau ruangan ini persis sekali dengan bau mu." - Jelas devan
"Hah? Bauku ? Ada apa dengan bauku ?" Tanyaku lagi
"Kenapa aku bisa tau kalau kamu istri Vian ? Karna aku menebak dari parfum mu. Parfum mu mirip sekali dengan ruangan Vian. Vian pernah cerita kepadaku, walaupun bekerja dia harus mencium aroma ini. Dia bilang sih sebagai penyemangat." Jelas Devan
Aku tersipu malu.. aku yakin pipiku merona merah.
"Ya sudah makasih atas infomu Devan. Aku akan masuk ke ruangan Vian dulu ya" -aku
"Ya sudah, sukses ya! Aku mau kekantin bawah, mau makan. Haha" jelasnya dan mulai berjalan menjauhi jarak ku dan dia.
'Huft! Sheren! Kau pasti bisa! Fighting'
Aku mengenggam gagang pintu dan mulai masuk keruangan Vian. Wah Ruangan Vian memang mirip sekali dengan bau ku. Tapi Vian nya dimana ?
Ruang kerja Vian cukup besar, mungkin karna dia yang mempunyai perusahaan ini. Jadi ya tempatnya spesial...
Aku menyelusuri Ruangan Vian, Tapi nihil. Vian tidak ada diruangan tersebut. Aku pun duduk disofa yang tersedia diruangan Vian. Mungkin Vian sedang rapat. Lebih baik aku menunggu saja.
Lebih kurang 2 menit aku aku menunggu..
Aku mendengarkan suara cewe tertawa terbahak bahak, dan seorang cowo juga tertawa. Yang sedang menuju ruangan Vian ini.
Suara cowonya tidak asing ditelingaku..
"Hahaha kamu ini bisa aja deh, gemes aku" - suara cowo
Aku merasakan hal yang tidak enak dihati. Aku melihat kearah pintu. Dan..
BUM! Itu Vian dan Cewe (?) siapa cewe itu ? Kenapa dia merangkul pinggal Vian begitu mesra ? Aku sebagai istrinya saja tidak pernah.
Siapa dia ? VIAN! SIAPA DIA ?! Gumam ku dalam hati sambil menggenggam gagang rantang yang aku bawa.
Aku tidak tau, apakah aku cemburu. Hati ku memanas ketika melihat ini.
"Ehh.. siapa itu ?? Ouhhh.. mbak.. mbak siapa ??"
Hatiku tiba2 luluh mendengar suara cewe tersebut. Suaranya sangat lembut~
Lembut sekali, mengalahkan ku yang sebagai cewe juga.
"Mbak ada perlu ? Ouh mau nganterin pesenan Makan CEO VIAN GANTENG YA ? Letakin aja dimeja itu ya. Nanti Vian makan. Terimakasih mbak." Ucapnya begitu lembut.
Aku meletakkan rantang tersebut. Dan keluar dari ruangan tersebut.
"Vian.. seperti nya cewe itu lebih baik dariku. Seharusnya aku sadar diri, kau tidak akan pernah mencintaiku. Tapi diriku berharap banyak. Tidak apa2 aku akan pelan2 melepaskanmu. Tunggu aku sebentar lagi."
Gumam ku sendiri sambil melewati orang2 sekitar kantor yang melihatku sangat aneh.
Aku tidak peduli, yang aku pedulikan sekarang aku harus keluar dari perusahaan ini.
'Sheren Alka...
Kau sakit hati lagi untuk sekian kalinya...'
__ADS_1
[TBC]