He Is CEO My Husband

He Is CEO My Husband
V (Bingung)


__ADS_3

Vian (Point of View)


"Sheren kau kah itu ?"


.


.


.


Aku tau aku salah, meneriaki seseorang layaknya seorang pacar yang aslinya aku adalah orang yang sudah beristri. Aku tau aku salah, aku mengakuinya.


Tapi apakah pantas Sheren melakukan ku seperti ini ?


Kalau kalian bertanya


"Sheren melakukan apa emangnya ? Itu cocok untukmu yang bajing*n"


Iya aku tau, aku bajing*n. Makanya aku minta maaf. Aku tulus minta maaf ke Sheren. Tapi aku tidak sanggup menghadapi perlakuan Sheren yang dingin kepadaku.


Aku sangat terkejut dengan kelakuan nya di Taman dan di balkon tadi.


Apakah kata2 ku terlalu berlebihan ? Padahal aku ditaman hanya memujinya, aku tidak berbohong. Sheren cantik.


Tapi aku tak tau apa yang sedang dia lamunkan.


Aku sekarang berada tepat di depan Iren. Iren dari tadi pagi belum juga siuman, kata dokter paling lama siumannya besok.


Aku sengaja tidak mengejar Sheren. Sheren bersikap seperti itu tidak lah pantas.


Aku tadi ingin kebalkon karna mau mencari udara segar. Dan ingin melihat seberapa berhasilnya balkon project yang aku impikan sejak lama.


Tolong aku.


Aku sangat terkejut ketika baru saja melangkah satu langkah kedepan balkon. Dan mendapati pemandangan yang tidak enak dimata.


Jujur saja, penglihatan ku kalau dipencahayaan nya kurang, apa yang kuliat sedikit nge blur. Alias tidak begitu keliatan. Tapi bukan rabun ya, emang ada sindrom nya. Aku lupa nama sindrom nya apa.


Intinya kelemahanku ya, tidak begitu bisa melihat secara jelas di pencahayaan yang kurang. Situasi saat itu masih senja sih. Tapi untuk waktu segitu saja aku masih tetap tidak bisa melihatnya.

__ADS_1


Ketika aku melihat adegan yang tak enak dipandang itu. Aku ingin sekali segera menelpon satpam RS ku ini. Tapi entah kenapa hati ku tergerak untuk tidak menelponnya. Aku tidak tau kenapa.


Ya sudah aku mengurungkan niatku untuk menelpon.


Tapi aku sepertinya kenal sama mereka. Aku menyipitkan mataku untuk memperjelaskan lagi penglihatanku.


Dan aku yakin dan percaya, itu adalah Sheren dan..


Dan... huft dan Devanno.


Istriku dan sahabatku bercumbu. Hahaha.


Aku mohon, jangan memihak Sheren terus. Memihaklah kediri ku walaupun hanya sekali. Kalian tau ? Ketika aku tau itu mereka, aku merasa dunia seakan runtuh semua.


Pertanyaan yang pertama kali yang terlontar di pikiranku


'Apa kurang ku? Aku tampan dan kaya. Tapi kenapa Sheren malah berani2 nya bermain dengan laki2 lain?'


Dan yang membuat ku lebih wah wah wah nya lagi adalah...


Sheren.


Ada apa dengan Sheren ? Biasanya dia tidak pernah sedikit pun membatahku. Bahkan tidak pernah berani melirik jikalau aku sedang marah dengannya.


Sepertinya aku harus mendengarkan penjelasan mereka. Huft.


Tenang lah Vian Johnbert. Tidak ada yang bisa mengalahkan mu. Apalagi persoalan pria, kau adalah pria tertampan.


Ayo maafkan mereka.


.


.


.


.


(Berselang +- 20menit kemudian)

__ADS_1


Aku sekarang sedang berkemas kemas dari rumah sakit, ingin pulang kerumah. Karna aku khawatir apa yang sedang dia lakukan dirumah. Ya dia, istriku.


Jangan tanyakan Iren, Iren sudah aman. Aku mengutuskan anak buah K2 menjaga secara ketat. Dan ketika Iren sudah pulih, mereka akan segera memberi tahuku.


Aku keluar dari kamar rawat Iren. Menyelusuri koridor RS itu dengan pikiran yang Santai, dan memikirkan apa yang harus aku lakukan ketika sampai di apartment nanti.


*tingg*


Sebuah notif.


Aku biasanya tidak begitu minat membuka notif SMS atau EMAIL karna biasanya itu adalah rekan bisnis yang mengemis ngemis dan mengancamku tidak jelas. Sudah ada yang ngurusin sih, si K2 biasanya tau dan melacak orang tersebut.


Ya dan berakhir tidak mengenakkan. Haha. Aku tersenyum miring tanda bahwa diriku ini sangat berkuasa.


Aku bukan sombong. Tapi memang nyata, didunia ini uang adalah segalanya teman.


*tingggg* *tinggg*


'Ck apa lagi sih ? Kok banyak banget notif nya ?! Gak diatasi K2 apa ?!'


Dengan rasa kesalku, aku membuka sebuah SMS dengan nomor aneh, nomor 'unknown'


Disana berisi 2 jepretan foto yang sama sekali aku tidak tau difoto ini siapa.


Aku menscroll lagi SMS tersebut dan terdapat pesan tulis


"Hay, kamu sudah kalah. Dia sudah jadi milik orang lain. Haha"


Itu adalah pesan dari SMS tersebut. Aku berhenti sejenak, dan melihat lihat lagi foto yang dia berikan.


Sepertinya orang yang di foto tersebut familiar di mataku. Tapi siapa ?


Seperti..


Sheren dan Devanno ? Ya ! Ya! Itu mereka !


'Ck wahh, ada apa sebenarnya ini ? sheren, aku harap kau jangan benar2 mengecewakan ku. kau salah orang hey.'


"Hallo K2 , berikan aku alamat dari foto yang dikirimkan oleh unknown tadi. Cepat! Aku butuh sekarang"

__ADS_1


*tuuttuut*


[TBC]


__ADS_2