
Aku tak menyangka Vian tega bilang seperti itu. Aku ke mall jalan dengan laki-laki lain ? Hey vian! Aku tak semurah itu tolong! Aku sudah mempunyai suami, walaupun suami ku bertindak seolah bukan suami ku. Tapi aku tak sehina itu, berani selingkuh dengan lelaki lain. Aku tidak begitu VIAN!
Itulah gumam ku sambil terhisak tersedu sedu. Menangis sepanjang jalan menuju jalan keluar mall. Aku tau, banyak sepasang mata yang melihat diriku. Aku cengeng ? Iya. Inilah aku. Hatiku mudah tergores dan sangat mudah sakit. Rasanya sangat sesak di hati ketika mendengar suami sendiri bilang seperti itu.
Aku pun sampai di halte bus, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda bahwa bus ada lewat disekitar sini. Yang ada hanya bunyi jangkrik disana sini, aku baru sadar bahwa hanya aku sendiri yang ada dihalte bus. Dan suasana sangat sepi sekali.
Suasana ini membuat diriku semakin terisak dari tangisan, ini cukup mengerikan. Aku takut, aku disini sendirian dengan gemerlapnya malam. Tidak ada orang disini, sangat sepi.
Aku melihat waktu diponsel ku, sudah menunjukkan pukul 21.05 WIB. Pantes saja Vian menelfon ku. Aku sudah terlalu lama di mall.
"Ma...mama papa.. Aku takut..hiks.." itulah gumam pelan ku. Yang hanya dipikiranku adalah mereka dan sedikit berpikir tentang Vian. Berharap Vian ada disini. Tapi mana mungkin, itu mustahil.
Sekitar +- 5menit aku menunggu dihalte dan BINGGO!
Akhirnya ada yang berhenti, tapi... ehh ini Bukan bus. Tapi kayak taksi ? Tapi tidak ada simbol taksi di mobil ini. Aku celingak celinguk melihat mobil yang berhenti tepat didepanku itu.
"Hallo mba, mau kemana malam-malam begini ? Butuh tumpangan ? Ini supir taksi kok. Tenang hehe. Gak ada simbol kan taksi kan ? Iya tadi siang sempat rusak. Dan masih dalam perbaikan." Kata mas sopir yang di mobil itu.
Aku sedikit menjauhkan diri dari mobil itu, aku mengernyitkan dahi. Bukti bahwa aku kurang percaya dengan apa yang dibilang mas supir itu.
"Sebenarnya saya sudah harus mengakhiri tumpangan hari ini, tapi gpp. Mbak penumpang ku yang terakhir hehe" kata mas itu sambil tersenyum manis.
Keliatannya mas ini gak bohong sih ya. Lagi pula kalau aku gak naik taksi mas ini, gimana mau pulang ? Jalan kaki ? Gak mungkin. Jauh banget.
__ADS_1
"Oke deh mas, aku masuk ya." Ucap ku ke mas itu. Dan dibalas dengan senyuman yang tak bisa aku artikan. Dibilang mengerikan, tapi terlihat ramah.
"Mbak arah rumahnya dimana ?" Tanya mas supir.
Aku pun menjelaskan arah rumahku. Dan setelah menjelaskan, aku pun mengecek iseng ponsel ku. Dan ada notif berita di beranda layar ponsel.
VIRAL : PENYAMARAN MENJADI SUPIR TAKSI! SEGERA BACA SEKARANG.
Entah kenapa aku sedikit syok, dan berminat untuk membaca berita itu di ponsel ku. Dan isinya seperti ini.
(Penyamaran tersebut baru beraksi baru-baru ini, harap berhati-hati kalau ada yang menawarkan tumpangan dan mengaku dirinya adalah seorang supir taksi. "Supir taksi dan mobil taksi pasti ada baju seragam dan di atas mobil tersebut ada simbol taksi. Jangan percaya dengan embel-embel bahwa taksi rusak atau yang lainnya! Saya berharap kepada kalian semua harus berhati-hati!" jelas salah satu karyawan perusahaan taksi)
Aku berhenti menggulirkan layar ponselku. Perasaan ku tidak enak. Dan aku bergidik ngeri. Apa jangan-jangan aku adalah korbannya sekarang??!
Aku melihat luar jendela mobil. DAN! Yang benar saja! Ini bukan arah apartemen ku! Dimana aku sekarang ?!!
"Mas! Kita dimana ini ?! Ini bukan daerah pulang kerumah ku!" Bentak ku sambil sedikit meronta.
"Diam kamu! Atau kamu mau mati hah!" Bentak mas sopir itu.
ini Aku diculik ? Ini mimpikan? Aku tidak pernah membayangkan bahwa diriku diculik. Ini sangat mengerikan.
Aku hanya berdiam dan sambil menangis. Dipikiran ku sekarang hanya ada VIAN.
__ADS_1
"Vi...vii.viiann.. tolong aku.. hiks hiks" ucapku berulang ulang kali.
"Vian ? Siapa dia ? Oohh pacar mu ya ? Haha. Mau ngucapin kata terakhir gak buat pacarmu hm? Hahahahah gadis cantik.." mas supir itu ketawa dan suasana makin mengerikan.
Aku tidak berani menjawab. Aku sedang mencari kontak Vian, berniat mau menelponnya.
"Kenapa ? Mau nelpon ? Hahah sorry gadis cantik. Disini tidak ada sinyal."
Shit! Yang benar saja. Sinyal tidak ada. Tamat lah aku hari ini. VIAN aku harap kamu bisa membantuku. Kaulah yang kuharapkan Vian. VIAN tolong aku!!!
"Mau mu apa ! Apa yang kau mau dariku ! Aku tidak mempunyai apa-apa!" Ucap ku marah ke mas sopir itu.
"Hmm iya juga ya, kamu gak ada apa-apa nih. Tapi tenang tubuhmu ada. Bisa kami cicipi! Uchh pasti nikmat." Balas sopir itu sambil mengarahkan wajahnya ke arah ku.
Aku terkejut, kami ? Jadi mereka ramai dong! Jangan bilang aku mau diperkosa ? Tidak! Tubuhku milik Vian seorang. Apa yang harus kulakukan ya tuhan..
Tolong aku siapapun! Vian! Aku butuh kamu sekarang. Vian, jika kau tidak datang menyelamatkan ku. Tadi adalah telepon terakhir dariku. Terimakasih sudah hadir dihidupku Vian. Gumanku dalam hati. Ketika aku mengadahkan kepala untuk melihat sudah sampai mana aku sekarang..
Aku seperti dibekap ? Huft aku mencium bau sesuatu. Hidungku beserta mulutku ditutup oleh kain ? Aku ngantuk sekali..
'VIAN BANTU AKU'
[TBC]
__ADS_1