He Is CEO My Husband

He Is CEO My Husband
Tega sekali


__ADS_3

Aku membuka mata secara perlahan, dan itu terasa pusing sekali.


"Aku kenapa? Dimana aku?" Kataku dalam hati. Ketika aku sudah sepenuhnya membuka mata dan sedikit sadar karna masih merasakan pusing. Tiba-tiba terdengar suara laki-laki.


"Jadi orang jangan nyusahin bisa ? Dari mana kamu ?"


Hm. Tak lain dan tak bukan kalau itu adalah suara suamiku, Vian Johnbert. Aku tidak menjawab, dikarenakan kepala ku yang semakin lama semakin parah pusingnya. Aku meringis, ini sakit sekali.


"Arkhh kepala ku kenapa pusing banget?" Tanya ku pada diriku sendiri. Aku lupa bahwa ada sepasang mata lain yang memperhatikan ku ditempat tidur ini. Ha? Tempat tidur. Kok bisa aku disini?


"Tunggu sebentar. Jangan bertingkah, dokter pribadiku sebentar lagi datang. Jangan buat masalah, kau.. kau menyusahkan ku saja." Ucap Vian yang ingin beranjak pergi keluar Dari kamar yang entah kemana dia mau pergi.


Sedih gak sih, kalau dibilang nyusahin sama suami sendiri.


"Hm iya Vian. Aku minta maaf sudah menyusahkan mu." Ucap ku berusaha melontarkan sedikit senyum yang sangat aku paksakan.


Aku selalu muak, setiap kali aku terkena hujan. Pasti aku demam. Aku lemah sekali ya? Nanti kalau aku demam si Vian tambah gak nyaman sama aku. Aduh, Bikin masalah aja kamu Sheren!


"Halo Ny.Sheren ini aku Dokter pribadi Tn.Vian apakah kamu sekarang ada keluhan ? Kata Tn.Vian nyonya ketika ditemukan pertama kali tergeletak didepan pintu apartemen dalam keadaan basah kuyup. Ny.sheren kehujanan ?" Ucap dokter tersebut yang tiba-tiba datang begitu saja.


Sepertinya gara-gara aku pusing dan tidak terlalu memperhatikan sekitar, jadi aku tidak sadar bahwa dokter itu ada disini.


Oh ini dokternya, masih muda ya. Ganteng juga Tapi lebih tampan suamiku sih hihi.


"Ehh, jangan memanggil diriku Nyonya. Jangan terlalu formal, itu akan membuat suasana canggung. Panggil saja Sheren" Kataku sambil tersenyum ke dokter tersebut.


Aku tidak salah kan ? Aku senyum kepada dokter karna merasa suasananya sangat canggung sekali. Menurutku sih ya, karna aku kurang nyaman aja dipanggil Nyonya. Seperti apa aja aku ini. Haha ˘ ³˘


"Jangan berkata seperti itu Ny.Sheren aku tau posisi ku dimana, dan kedudukan ku dimana. Aku tidak pantas memanggil dirimu seperti Tn.Vian memanggilnya. Itu tidak sopan. Aku mohon Ny.Sheren mengerti." Ucap dokter itu serius.

__ADS_1


Yahh begitu ya, aku ini selalu saja membuat diri orang lain tidak nyaman. Dasar sheren!


"Oh baiklah." Jawab aku singkat


"Ny.Sheren keluhannya apa? Pusing kah?" Tanya dokter kepadaku


"Iya dok, kepala ku sangat pusing. Dan sepertinya sedikit mual. Kenapa ya ?"


Kalau kalian berpikir bahwa diriku Hamil. Itu tidak mungkin sayang. Karna aku dan vian tidak pernah melakukan ITU. Jadi jauh kan pikiran kalian dari ITU ITU. Oke ?


"Baiklah mari saya cek"


"Ohiya dok, jangan kasih saya suntik ya. Saya takut suntik. Mendengarkan nya saja bikin merinding. Tolong jangan berikan saya suntik." Ucapku memohon kepada dokter tersebut.


"Tapi, Ny.Sheren akan lebih baik diberikan 1x suntikan. Hanya 1x saja, tidak sakit kok Nyonya. Karna kalau disuntik kemungkinan besar sembuhnya akan lebih cepat. Kalau penyembuhan meminumkan pil obat itu bisa memakan 1 minggu penyembuhannya." Jelas dokter itu kepadaku


Aku menoleh kearah sumber suara. Gila! Yang benar saja itu Vian. Vian kenapa kau tega :(


"Vian... Aku mohon padamu. Kali ini saja kabulkan lah permintaan ku. Aku takut sekali dengan suntik. Aku tidak mau. Please ya pleaseee Vian" Aku memohon sekali dengan vian. Semoga vian mengabulkan.


"Emang aku peduli ?" - Vian


DEG.


Serius ? Dia mengatakan itu ?


"Vi...viann... Kamu tega sekali."


Aku tak kuasa menahan air mata, aku menangis. Kalian bilang diriku lemah ? Terserah.

__ADS_1


Aku phobia sekali dengan suntik. Bukan hanya takut biasa. Tapi aku PHOBIA. Kalian tau kan PHOBIA ? aku takut sekali. Tubuhku merinding padahal belum disuntik. Aku menangis.


"Hiks hiks kamu jahat Vian. Aku takut sekali dengan jarum suntik. Kenapa kamu tega." Aku menundukkan kepala ku dan terus menangis tersedu sedu.


"Ny.Sheren jangan menangis, itu tidak sakit kok. Jangan menangis ya. Nanti pusing dan mualnya bertambah. 1x suntikan ini akan membuat Ny.Sheren kembali sehat loh dalam 1 malam saja" Jelas dokter itu meyakinkan.


"Jangan banyak omong, cepat lakukan." Ucap Vian.


Vian kamu tega. Aku benci kamu.


Aku pun menyerahkan lengan tangan ku, dan lengan ku bergetar. Aku gugup sekali.


"Aku takut dok, hiks hiks"


"Iya saya tau. Tahan sedikit ya"


Dokter itu langsung memegang lenganku perlahan. Lengan ku yang semakin bergetar, membuat dokter sedikit ragu.


"Tn.Vian sepertinya nyonya sangat takut sekali.."


Aku hanya mendengarkan perbincangan mereka dengan seksama dan terus memejamkan mata, tapi apakah kalian tau ? Aku semakin kencang menangis nya. Ketika aku menutup mata, Tiba-tiba kepala ku ada sandaran dan terasa sedikit elusan dikepala.


Aku membuka mata, dan itu vian !


"Sudah jangan menangis, tahan sedikit" ujar Vian.


Vian berbicara dengan ku begitu lembut. Vian .. kamu kenapa selalu membuat diriku bingung ?


[TBC]

__ADS_1


__ADS_2