He Is CEO My Husband

He Is CEO My Husband
(Terharu)


__ADS_3

Aku menoleh dan ya, dia adalah Devanno. Sedikit ada rasa kecewa, karna yang datang bukan Vian. Melainkan Devan.


"Eh pak.. maksudnya ?" Tanya perempuan laknat tersebut.


"Yang bilang dia gak lulus tadi siapa ?"


Tanya Devan dingin.


Wah ni anak bisa nada dingin juga ya.


"Sa..sa..saya pak" jawab perempuan itu.


"Oh kamu ya Ria, Ria kamu ingat posisi mu dimana ? Kamu tidak ada apa² nya jika Sheren menjadi Sekretaris CEO Utama. Bahkan kalau dia mau memecatmu juga bisa." Jelas Devanno


'Ck Devan mah bisa aja' Gumam ku sendiri sambil tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum ?" - Devanno


Hilih Devan sok tegas sama aku ih. Aku melihat matanya dengan wajah yang sedikit terkejut. Tapi tampang wajahnya Devan tetap datar dan sinis layaknya Boss besar yang lagi murka.


"Ti..tidak pak" - Sheren


"Kau lulus, sekarang ikut aku. Dan kau Ria suruh mereka semua keluar dari ruangan ini. Dan jangan pernah menginjakkan kaki di perusahaan ini." Tegas Devanno


"Si..siap pak" Gugup Ria.


Oh jadi namanya RIA toh. RIA, namanya jelek juga ya. Hehe.


.


.


.


Aku terus mengikuti Devanno dari belakang. Entah kenapa Aku tidak berani berjalan disamping nya. Karna sedari tadi Devanno sedikitpun tidak ada menoleh kediriku dan membuka pembicaraan, aku rasa kali ini Devanno emang lagi serius.


Sampailah disatu ruangan. Yang lumayan wow. Ini seperti familiar ? Ohh ini ruangan Vian ?


"Devan... ini...." Sial aku baru ingat derajat kami beda.


"Maaf Tuan..." Ucapku kepada Devanno.


Aku terus menundukkan kepalaku, tidak berani untuk menatap lurus.


"Tuan ?? Hahahahaha"


Aku bingung, aku melihat dia. Dia terkilai ketawa terbahak bahak.


"Ya ampun Sheren. Derajat mu lebih tinggi disini dari siapa pun. Bahkan kau bisa memecatku Sheren. Hahaha" jelasnya sambil ketawa.

__ADS_1


"Hah ? Kok bisa ?" Tanyaku


"Kamu polos atau emang bodoh si ??? Kamu kan istri Vian, ya ampun. Haha." Jelasnya.


Ohh... istri.. ya istri. Benar sekali, aku istri Vian. Yang tidak boleh diketahui oleh siapapun. Kecuali kerabat keluarga dan terdekatnya aja.


Aku berusaha mengerti inilah resikonya, tapi kenapa harus sih aku dijodohkan sama dia ? Jujur ya, dikehidupan kami setiap hari seperti tidak sah kalau tidak saling marahan.


Ya aku tau kami saling sama² egois. Baiklah, aku akan belajar untuk tidak egois lagi. Dan menuruti apa yang dia mau. Oke, Sheren bisa.


"Benar kan? Kau istrinya, kau berhak untuk melakukan apapun disini" Jelasnya


"Hmmm" jawabku


"Kenapa ? Ada masalah lagi ?" Tanya Devanno


"I ..iyaa dev" jawabku.


"Kau ingat kan tadi malam aku minum air mineral dari cewek yang gak dikenal itulah. Ingat gak ?" Sambungku lagi


"Ingett Sheren, itu kejadian baru tadi malam loh. Masa iya aku langsung lupa. Emang nya kenapa ?" Tanyanya


"Aku diracun dari air itu. Aku yakin 100% pulang dari kau mengantarkan ku. Aku mual² sampai diapartemen. Sampai² Vian bilang aku hamil dan berhubungan dengan laki² lain." Jelasku. Aku ingin menjelaskan lagi. Tapi hatiku sakit.


"Gpp sheren, cerita aja. Terus kenapa ?" Ucap Devanno berusaha menenangkan suasana.


"Huft, kalian berdua kenapa sih satu hari gak ada masalah kayaknya gak sah gitu ya ?" Tanyanya


"Maksudmu apa Devan!"


Sumpah aku kesal. Aku cerita kedia agar beban ku berkurang. Lah ini bikin emosi aja.


"Selow sheren. Selow. Kamu gak makasih gitu sama aku ? Kan aku yang nyelamatin kamu loh." Ucapnya.


Eh iya juga ya..


"Hm iya, terimakasih banyak ya" - Sheren


"Btw tadi mau nanya apa ?" Tanya dia lagi.


"Tadi ? Ohh itu. Aku mau nanya ini ruangan Vian kan ?" Jelasku.


"Bukan, ini ruangan ku. Ruangan Vian di sebelah ruangan ini agak jauhan dikit. Kau kan tau, ruangan dia itu bau parfum mu" Ucap Devanno sambil memasang muka lagaknya.


Mendengarkan itu, aku tersenyum lagi. Hehe seneng sih. Tapi apakah masih ?


"Apakah masih bau parfum ku ?" Tanya ku padanya.


"Iya masih" jawabnya

__ADS_1


"Kenapa? Kau bahagia ? Kalau kau bahagia, pergi dari ruangan ku. Aku masih ada urusan yang mau ku urus." Sambungnya lagi.


"Aku harus kemana ?"


"Ya ampun sheren... sekarang kau sudah resmi menjadi sekretaris CEO utama. Tapi kau masih aja dungu. Ya benar, kau memang bodoh. Bodohmu asli. Ckckck" Jelasnya kesal kepadaku.


"Ya aku tau itu, tapi untuk sekarang aku harus ngapain Devannoo?" tanyaku lagi.


Aku tidak salah kan ? Aku kan bertanya. Kenapa nada jawabnya begitu kesal dengan ku.


"Oke, kau tunggu disini. Sekitar 15menit lagi. Aku akan memanggilkan orang yang bisa memberikan kau arahan yang benar. Selagi dia belum datang, terserahmu mau kemana. Kalau bisa duduk diam saja diruangan ku. Jangan bertingkah" Jelasnya


"Kalau aku keruangan Vian ?" - Sheren


"Yayaya boleh, pergi saja kau. Kesal aku jadinya. Apasih Sheren. Sudahlah aku mau pergi bye" - Devanno


Dia pun pergi dari hadapan ku, tapi tiba² dia kembali lagi.


"Ohya, disini kelihatan sepi bukan ? Karna tidak ada karyawan yang bisa masuk kecuali Sekretaris Vian dan orang yang sudah dizinkan oleh Vian atau aku. Tapi disini banyak Cctv yang mengawasimu. Hati²" Ucapnya


"Siapp boss! Makasih ya!!" Jawabku sambil melontarkan senyum bahagia.


Dan dia pun sekarang benar² pergi.


Aku berputar secara perlahan melihat pelan² setiap sudut ruangan Devanno. Ruangan ini sangat minimalis dan simple. Aku cermati lagi, ruangan Vian lebih suasana alam. Jadi kau akan nyaman jika disini.


Hawa dinginnya juga bukan sepertj ac, tapi sepoi² angin hutan yang enak. Wah andaikan mereka para karyawan tau ruangan ini. Pasti mereka sangat iri.


Pintunya dari kaca, hebat hebat.


Aku keluar dari ruangan Devanno. Aku pergi menyelusuri tempat sini. Tepat didepan Ruangan Vian, aku baru sadar ada satu tempat seperti kasir (?) tapi tidak ada orang. Ditumpuki banyak sekali berkas yang belum terselesaikan mungkin.


Perasaanku tidak enak ketika melihat berkas itu. Aku melihat lihat lagi tumpukan itu.


'Wah banyak sekali. Pasti lelah orang yang mengerjakan ini ya'


Aku melihat kiri dan kanan apakah ada orang, alhasil disana cuman ada aku seorang diri.


Aku masuk keruangan Vian.


YANG BENAR SAJA! BENAR² BAU KU 😭


Vian aku terharu.


***


"Sayang, kau sangat misterius bagi ku. Semua tentang dirimu sangat sulit ku tebak." — Sheren Alka


[TBC]

__ADS_1


__ADS_2