He Is CEO My Husband

He Is CEO My Husband
(Dimulai)


__ADS_3

"Vian! apa yang terjadi ?!!"


Aku dan Vian menoleh ke sumber suara*.


aku menyipitkan kedua mataku untuk memperjelaskan pandangan, dan itu seperti AYAH DAN BUNDA ?! aku terkejut setengah mati! bagaimana mereka bisa tau ? aduh mati lah aku.


begini, ayah dan bunda itu adalah mertua ku. jika aku ada apa2 yang disalahkan mati-matian itu adalah suamiku. pernah dulu, ketika hari aku menikah dengan Vian. aku tidak sengaja terjatuh dari wc dan kaki ku terkilir. tidak parah sih, ya biasa sedikit lebam.


aku pergi kekamar pengantin dengan kaki yang sedikit terpincang pincang. Ayah Vian mendekatiku dan bilang "Eh Sheren, kamu kenapa nak ?" tanya ayah vian dengan ku. aku sedikit gelagapan, takut dimarahin kan ya. karna kan malam pertama loh ini :')


"hmm.. hmm a..aku..hehe" aku tidak bisa menjawab, aku hanya sedikit cengengesan agar mencair suasana. namun itu tidak berhasil "katakan pada ayah, kakimu kenapa? barangkali bisa ayah obatin?" aku sedikit tertegun dengan apa yang dibilang ayah Vian.


"hmm ayah jangan marah ya, aku tadi kewc. dan aku wcnya sedikit licin. jadi aku terjatuh hehe" jawab ku


"dimana Vian ?" tanya ayah. "Dikamar" jawab ku.


perasaan ku tidak enak waktu itu, ayah langsung menyusuri kamar dan aku pun mengikuti nya dengan keadaan terpincang pincang.


"VIAN! kau suami yang tidak berguna ya! baru saja 1 hari kalian menikah kau sudah tidak bisa menjaga istrimu sendiri!" ucap ayah membentak Vian.


vian yang lagi terbaring lemah di kasur pun kaget dan cepat2 bangun karena dikagetkan oleh ayahnya "apasih yah?? emang kenapa si sheren ?" Tanya vian waktu itu sambil melihatku.


"liat istrimu itu! dia terkilir dan terjatuh saja kau tidak tau." bentak ayah lagi. aku pergi ke vian dan "udah yah, aku tidak apa2 kok. cuman sedikit terkilir saja"

__ADS_1


"ya sudah urus istrimu dengan baik Vian" kata ayah, dan langsung keluar dari kamar pengantin kami. disitu aku sempat merinding karna Vian menatapku sinis


"baru sehari udah nyusahin. mana sini kaki mu" Ucap Vian dingin.


Ya begitulah sedikit nostalgia kenapa aku khawatir kalau aku lagi dikeadaan begini ada ayah, takutnya nanti di salahinnya Vian. Aku dan Vian pun jarak antara kami berdua dan Bunda ayah sudah hampir dekat, ketika Vian ingin menaruhku di ranjang berjalan RS. aku tidak mau, aku meringkuh dan memeluk Vian erat dengan posisi yang sama sepertu tadi. masih digendong vian.


kalian mau tau ? Vian wangi banget :( aku lemah nyium Vian. Bersyukur banget yang dapetin Vian seutuhnya itu aku, walaupun cuman aku yang mulai cinta dia. dia mah enggak :) ngenes banget ya tuhan.


"ck! Sheren. ayolah kau kenapa ini ? cepat lepaskan pelukan mu, kau harus diperiksa" Ucap dingin dari pangeran Vian :')


"Gak mau.. nanti kalau aku lepaskan kamu, kamu dimarahin ayah. Ayah jangan marahin Vian oke ? Vian gak salah." aku gak tau kenapa tiba2 aku berbicara manja didepan mereka semua. kalian tau ? ini muka ku merah macem tomat.


"eh, kau kenapa ? tidak biasanya seperti ini ?" tanya Vian bingung. dan sedikit mengangkat kan aku dari gendongannya agar sedikit nyaman. aku hanya menggeleng kan kepala tanda aku menjawab dari apa yang ditanyakan Vian kepadaku.


wht ? Ayah ketawa ? apanya yang imut ? aku melihat Ayah yang ketawa dan melihat muka Vian yang sedikit memerah, apalagi telinganya.


"Eng..engkau kenapa vian ? kok telingamu merah ? dan mukamu juga ?" Tanyaku pelan2


tapi tiba2 aku langsung diletakkan diranjang beroda RS tadi, dan Vian menjauhi diri dari kami. betapa terkejutnya aku, kenapa aku terkejut ? Itu dipunggung Vian banyak bercak darah! walaupun sudah kering, tapi keliatannya cukup serius.


"a..ayah tolong aku bisa ? toolong obatin Vian yah, Liat punggung Vian banyak darahnya. aku khawatir dia kenapa napa" ucapku memohon dengan ayah.


"jangan khawatir sayang, Vian itu kuat. nanti ayah bantu obatin ya. yang terpenting dirimu dulu kita obatin." aku menjawab ayah dengan senyum tipis.

__ADS_1


aku di Antar oleh perawat2 handal ini menuju ke IGD. Jangan bilang aku mau disuntik ? huft ya sudah aku nyerah saja. aku hanya membeku diri ketika masuk ke IGD tiba2 aku merinding melihat ruangan ini.


*brakkkk*


Aku kaget! itu bunyi bantingan pintu. aku melihat kesumber suara dan itu Vian.


"Vian adda apa ? Vian apakah kau sudah diobati ?" tanya ku, dan betapa terkejutnya aku. tiba2 Vian memelukku. sangat erat. Aku terdiam, dan tak bisa membalas pelukannya. karna aku ingin menyadarkan diri apakah ini mimpi atau nyata.


"Vi..Vian kau kenapa ??" Vian hanya diam dan terus memelukku "Ah... ini pasti mimpi" ucapku sambil tersenyum pilu.


"Ini bukan mimpi, ini nyata" Jawab Vian sambil memelukku lebih erat.


"ada apa Vian ? Sini cerita dengan ku jika ada yang membebanimu" Ucapku lembut. aku khawatir Vian stress atau lainnya.


"Sheren, aku hanya mengatakan Sekali saja. Tolong dengarkan aku baik2." Ucap Vian sambil melepaskan pelukan dan memandangku lekat


"I..i..iyaaaa" jawabku sedikit canggung


"Tuntun aku untuk mencintai mu" - Vian


hah ? apakah aku tidak salah dengar ?


[TBC]

__ADS_1


__ADS_2