Hhuiu7hh

Hhuiu7hh
Diandra.3


__ADS_3

Aku sangat bahagia bisa sekolah di SMA Bangsa. Gimana enggak bahagia coba? Pertama, aku dipertemukan oleh pangeranku si Gaga ganteng. Kedua, entah kenapa di kantin sekolahku ada bulek-bulek jualan eskrim. Wow bahagia dong gue. Pasalnya gue bisa beli eskrim tiap hari disekolah. Aku udah sering kena omel bunda tentang eskrim. Tapi kalalu di sekolah kan gak bakal ketauan hehe.


Hari ini aku makan siang hanya dengan ayam geprek langgananku. Moodku jadi buruk karena itu. Gimana enggak, bulek-bulek eskrim yang biasanya selalu nyediain aku eskrim setiap harinya hari ini gak nyisain aku sama sekali.


"Itu mulut bisa gak sih mundur sedikit? Maju banget!!" Vanya mengomentariku saat aku menghempaskan pantatku dihadapannya tanpa sebungkus eskrim.


"Lo kenapa sih?" Feny jengah melihatku memainkan sendok dan piringku. "Kalau gak mau makan siniin ayamnya, gue lapar mending gue yang makan."


"NOOO!!" aku teriak menjawab ucapan Feny enak aja dia mau ambil ayamku.


"Eskrim gue dibeli orang sial banget kan!" sungutku.


"Aelah eskrim doang. Lo yakin liat ntuh gak makin maju tuh mulut?" tanya Vanya sambil mengarahkan kepalanya pada lapangan futsal didepan kantin.


Itukan si Putri, anak kelas XI-IPS'4 yang naksir berat sama Gaga-cu. O M G!!!


Aku mendengus kesal sambil memalingkan wajah "Cantikan juga gue, gue jamin Gaga lebih tertarik sama gue dibandingkan si Putri."


Tatapanku terpaku pada sesuatu yang dipegang oleh kakak kelas yang sangatku kenal.


"KAK NAGRA!!"


Laki-laki dengan potongan rambut pendek belah tengah itu pun terkejut mendengar ucapanku. Sesuatu yang dipegangnya pun terlepa dari genggamannya dan akhirnya terjatuh. Aku pun syok melihat 'sesuatu' itu terjatuh.


Aku berlari menghampiri kak Nagra yang lagi berdiri di samping lapangan futsal.


"Jadi kak Nagra yang ambil jatah eskrimku?"


Kak Nagra terdiam kemudian melirik eskrim yang tadi terjatuh karena teriakanku. "Lo mau ambil? Gara-gara lo eskrimnya jatuh."


"Itukan harusnya punya gue kak." sungutku tak terima.


"Bu Ira kan jualan nih ya, jadi hak siapa aja dong mau beli barang dagangannya bu Ira kenapa Lo sewot coba " jawab Kak Nagra santai.

__ADS_1


Aku memberengut kesal. "Gue juga gak jadi makan gara-gara suara 8 oktaf lo!"


"Lo itu udah pendek, chubby makan eskrim terus lagi. Makin lebar tuh pipi kapok!"


"Ih bodok lah!! Kenapa kakak yang sewot?" Aku mengembungkan pipi kesal dengan ucapan kak Nagra.


"Karna gue gagal juga makan eskrim. Lo harus tanggung jawab. Ntar pulangan sekolah temenin gue, gue mau makan eskrim. Gue tau kedai eskrim enak dekat sini." Aku menyipitkan mata mendengar ucapan kak Nagra, sangat menggiurkan. Tapikan aneh tumben gitu kak Nagra ngajak aku pulang bareng.


"Takut gue culik? Lama amat sih mikirnya? Keburu gue berubah--"


"Oke kak! Gue tunggu diparkiran nanti!!" jawabku sebelum kak Nagra menyeleseikan ucapannya.


Kak Nagra tertawa mendengar jawabanku. "Lo yang traktir ya! Gara-gara Lo gue gak jadi makan eskrim!!" ujarnya kemudian pergi meninggalkanku sendiri.


"Tapi kan gue juga gak jadi makan eskrim kak gara-gara Lo!!!" teriakku. Percuma sih aku teriak begitu. Kak Nagra udah jauh ternyata dari pandanganku.


Aku terdiam di pinggir lapangan memerhatikan seseorang yang sangat sangat aku cinta. Bucin? Ah bodok aku dibilang bucin. Buat aku, itu bukan bucin, tapi tulus. Laki-laki itu terus tersenyum pada perempuan dihadapannya, entahlah kapan aku bisa menjadi alasan dia untuk tersenyum. Tapi aku percaya suatu saat aku adalah perempuan yang akan menjadi alasannya ketika dia bahagia.


📌


"Ayok Ndra, buruan! Angkotnya udah nunggu tuh!" seru Feny.


Aku menggeleng "Gue hari ini gak pulang naik angkot dulu ya. Ada yang ngajak gue pulang bareng!"


"Siapa? Si Dirga? Ah kayaknya gak mungkin!!" Vanya memutar bola matanya malas.


"Itu akan jadi kenyataan suatu saat nanti Van! Gue jamin suatu saat Gaga bakal antar gue pulang. Kali ini gue pulang sama kak Nagra dulu!" jawabku sambil memperbaiki posisi tas.


"WHAT?????"


Aku tertawa mendengar teriakan kedua sahabatku ini. "***** lebay banget woy! Udah buruan sana pergi, ntar ditinggal sopir angkotnya pulang jalan kaki lo!" teriakku mengusir kedua sahabatku.


"Awas lo Ndra! Lo utang cerita sama kita pokoknya!!" teriak Vanya berlari menyusul Feny.

__ADS_1


"Udah nggibahnya?" tanya seseorang, aku terkejut melihat kak Nagra sudah berdiri di sampingku dengan gaya sok cool nya.


"Siapa yang gibah coba? Kakak jangan sok tau deh!!" sungutku.


Kak Nagra hanya mengedikkan bahu kemudian pergi menuju motornya diparkirkan.


Aku menatap sekelilingku, berharap ada Gaga lewat kemudian tersenyum padaku.


"Ngapain lo disini?" sapa seseorang dari depanku. Aku terdiam menatap sosok didepanku. Tuhan terima kasih sudah mengabulkan harapanku. Setidaknya dia sudah menyapaku.


"Gaga? Kamu ngomong sama aku?" Aku memastikan bahwa Gaga benar-benar menyapaku.


"Lo ngapain masih disini?" tanyanya sekali lagi.


"Aku nunggu--"


"Yuk Ndra." Kak Nagra muncul disamping gue sambil memberikan helm padaku.


"Aku duluan ya Ga, aku gak macam-macam kok sama kak Nagra. Hatiku tetap buat kamu!!" ujarku sambil tersenyum padanya.


"Serah lo!!" jawab Dirga pelan kemudian pergi meninggalkan gue dan juga kak Nagra.


Aku mencoba memasang pengait pada helm yang ku pakai. Sialnya aku gak bisa.


"Lama amat sih ncel! Sini gue pasangin!!" kak Nagra menarik tanganku agar mendekat padanya. Kemudian ia memasangkan pengait helmku. Dari jarak sedekat ini aku bisa melihat garis wajah kak Nagra. Kak Nagra itu ganteng, manis, baby face menurutku. Tapi tetap Gaga seorang yang bisa milikin hatiku.


"Udah. Buruan naik!" seru kak Nagra. Aku pun segera naik ke atas motor kak Nagra. Aku berusaha memperbaiki keadaan rokku yang tersingkap sampai atas "Duh kak, punya motor kenapa yang moge begini sih."


Aku mendengar suara tawa kecil dari balik helm full face milik kak Nagra. Kemudian kak Nagra melepaskan jaketnya. "Pake nih jaketnya buat nutupin paha lo. Gak bagus cewek kelihatan pahanya tinggi banget." Aku pun menerima jaket kak Nagra kemudian menutupi kakiku.


"Motor kakak sih gede banget!!" sungut ku. Lagi. Kak Nagra tertawa dibalik helm full facenya. "Bodok ah ncel! Pegangan! Gue gak mau nanggung kalau lo jatuh!!"


📌

__ADS_1


__ADS_2