Hhuiu7hh

Hhuiu7hh
Nagra.2


__ADS_3

"Anjink! Buruan kerumah gue! Gak usah ngebuncin terus!"


"Ngapain sih Gra? Ganggu aja!"


"Buruan sini!"


"Iya-iya otewe!!"


Tuuttt...


Gue memutuskan sambungan secara sepihak.


"Aaaaaaahhhh sial!!" gue menjambak rambut gue frustasi.


"Rontok lama-lama rambut lo kalau lo tarik-tarik terus!!"


"Kenapa gak ada yang ngomong sama gue hah kalau Diandra suka sama Dirga?" ucap gue frustasi.


"Lo gak pernah nanya men ke kita, jadi gue pikir lo udah tau soal itu!"


"Tapi kan kalian berdua yang usulin gue dekatin dia! Kalau gue tau dia ada hubungannya sama Dirga gue gak akan mau dekatin dia!!"


"Ada apaan sih??" orang yang dari tadi gue tunggu akhirnya datang juga. Gue menarik kerah baju Rey keras "Kenapa lo gak bilang soal Dirga? Lo tau kan hubungan gue sama Dirga gak pernah akur?"


"Gra, lo bisa gak, gak usah emosi dulu?" Faisal berusaha melepaskan cengkraman tangan gue di kerah Rey, tetapi sia-sia.


"Gra!!" Rey melepaskan cengkraman tangan gue di kerah bajunya "Brengsek lo! Jadi cuma karna itu? Gue juga gak tau kalau lo bakal beneran mau sama dia!"


"Aaaaahhhhh anjey!!"


"Kalau lo tau soal dia sama Dirga, ya udah lo gak usah dekatin Diandra lagi. Lo gak mau kan hubungan lo sama Dirga itu semakin rusak?" Faisal mencoba menenangkan gue.


"Gue tau soal Gaga! Tapi gue pikir Gaga nya Diandra itu bukan Dirga!"


"Jadi mau lo apa sekarang?" tanya Faisal.


Gue masih terdiam, bingung apa yang harus gue lakuin.

__ADS_1


"Tapi bentar deh, lo tau dari mana soal Dirga sama Diandra?"


"Ekh iya tuh Gra, lo tiba-tiba aja marah-marah sama si Rey, tapi lo gak cerita ke kita kronologi kejadian yang ngebuat lo tau soal Dirga sama Diandra."


Gue duduk dipinggiran kasur "Gue tadi pergi sama Diandra, dan kalian tau? tiba-tiba aja si Dirga nyamperin gue sama Diandra sambil marah-marah. Gue pikir Gaga-nya Diandra itu bukan Dirga, ternyata benar Dirga."


"Jadi maksud lo si Dirga marah tau lo jalan sama si Diandra?"


"Kalau gitu kenapa Diandra gak lo manfaatin aja?" ucapan Rey hampir membuat gue naik pitam "Maksud lo apaan anjey?"


"Lo pengen baikan sama Dirga kan? Nah lo tarik perhatian Dirga lewat Diandra. Lo juga pengen si Dirga balik ke Laras kan? Lo pengen semuanya baik-baik aja kan? Nah ya udah!"


"Gue setuju sama si Rey Gra, gue rasa itu hal yang bagus. Siapa tau dengan itu hubungan lo bisa membaik ya gak? Lo juga bisa ngebuat Dirga semakin yakin sama perasaaannya dia ke Laras." gue terdiam. Sepertinya itu ide yang bagus. Mungkin dengan ini gue bisa ngbuat Dirga balik ke Laras lagi.


📌


"Gue meraba-raba meja di sebelah tempat tidur gue mencari benda yang sedari tadi berbunyi gak berenti semenjak 5 menit yang lalu...


"Anjink siapa sih yang telpon jam segini?" gue menekan tombol Dial dan meletakkan hape gue di telinga gue sambil terpejam "Hem.. Siapa ini?"


"Kak Nagra..." gue terbangun saat mendengar suara itu. Suara yang sangat-sangat gue rindukan..


"Kak.. hiks  jemput gue..." suara di seberang sana menangis sesenggukan. Beneran itu adek tiri gue?


"Ras, ini beneran lo? Lo pulang Ras? Sekarang lo SendLock, gue otewe okeh??" gue segera bangkit dan mengambil jaket gue.


Gue benar-benar gak kuat nahan air mata gue, perempuan yang selama ini jadi malaikat buat gue dan juga Sinta akhirnya balik ke pelukan gue. Gue segera melajukan mobil gue ke lokasi yang dikirim Laras.


Gak sampai 30 menit gue tiba di lokasi. Gue turun dari mobil dan mencari-cari sosok yang sangat gue rindukan.


Lo dimana Ras..


"Kak.." suara itu membuat gue menghentikan langkah kemudian berbalik. Tampak wujud perempuan lusuh dihadapan gue. Mata sembab dan rambut berantakan. Gue segera berlari kearah perempuan itu dan memeluknya erat. "Gue kangen kakk.."


Gue melonggarkan pelukan gue, "Ras, kenapa pakaian lo kayak gini hah? Lo kenapa?"


Laras justru menangis mendengar pertanyaan gue, gue kembali memeluk dan mencoba menenangkan Laras. "Lo pakai jaket gue ya, kita pulang sekarang." gue melepaskan jaket dan memakaikannya ke Laras.

__ADS_1


Malam ini, malaikat gue sedang terpuruk, dan udah waktunya gantian gue yang ngelindungi dia, gantian gue yang ngerawat dia.


📌


"Gue peringatkan ke lo sekali lagi! Jangan pernah sentuh Diandra sedikit pun! Lo paham kan? Lo dengar kan? Sampai gue tau Diandra lecet sedikit aja gara-gara lo, gue pastiin lo gak akan lulus di sekolah ini!!!"


Vina terdiam dihadapan gue. Gue masih menatapnya tajam. "Gra, maafin gue. Gue janji gue gak akan sentuh Diandra lagi, tapi tolong jangan kayak gini. Gue takut!" Vina terus menggenggam tangan gue.


"Jauhin gue Vin, lo tetap boleh ada didekat gue, tapi jangan kayak gini lagi. Jangan pernah ganggu Diandra lagi.!"


"Tapi Gra--"


"Radius 2 meter Vin. Jangan terlalu dekat sama gue. Pahamkan?" Vina mengangguk kemudian pergi meninggalkan gue.


"Jadi gimana bos soal Laras?" Rey duduk disamping gue. Soal Laras semalam gue udah cerita ke Rey dan juga Faisal. Mereka sama terkejutnya dengan gue tentang penampilan Laras semalam.


"Laras gak mau bahas itu. Dia bilang dia gak kenapa-napa. Yang pasti gak ada orang yang mau ngapa-ngapain dia sih. Dia cuma bilang gitu ke gue. Jadi gue gak perlu khawatir."


"Terus, Dirga gimana? Dia tau soal Laras." gue menggeleng "Gue masih belum yakin kasih tau keberadaan Laras disini. Ngelihat sikap Dirga yang khawatir banget sama Diandra, gue rasa dia naksir sama Diandra."


"So??"


Gue melirik ke dua sahabat gue "Gue jadi ragu cerita ke Laras. Gue takut dia kecewa. Terus kalau gue cerita ke Dirga soal Laras, gue yakin Dirga akan langsung jauhin Diandra--"


"Bagus dong kalau gitu, lo bisa dekatin Diandra dan Dirga bisa balik ke Laras." gue menggeleng. Ada sesuatu yang mengganjal di benak gue tentang Dirga, Diandra juga Laras.


"Gue tau hati Diandra cuma buat Dirga, sampai kapanpun gue gak akan bisa tarik Diandra dari Dirga. Kalau Dirga--" gue terdiam menatap kedua sahabat gue. Apa iya Dirga suka sama Diandra?


"Kalau Dirga gue rasa dia suka sama Diandra, tapi dia cuma belum nyadar aja sama perasaannya. Karna mungkin dia masih ada dibawah bayang-bayang Laras."


"Jadi apa rencana lo selanjutnya?" Faisal menyesap vapingnya kemudian kembali menatap gue


"Gue harus pastiin perasaan Laras gimana ke Dirga, baru gue pikir rencana gue selanjutnya."


"Tapi Gra. Gue pengen tau dulu, perasaan lo ke Diandra sekarang gimana?" gue diam mendengar pertanyaan Rey, Perasaan ya? "Gue rasa, gue tertarik sama Diandra, tapi untuk sekarang sekedar tertarik. Gue belum jatuh cinta sama dia."


📌

__ADS_1


**Sorry part ini gabut banget ya isinya. Gappa yaaa. Yang penting aku up dulu.


Heppy reading cayang2 akuu ♥️**


__ADS_2