Hhuiu7hh

Hhuiu7hh
Dirga.32


__ADS_3

"Ras. Gue bayarin 500 ribu deh tuh sepatu. Please Ras gue pengen ngasih sesuatu yang spesial buat Diandra.."


"Lo boleh kasih apapun ke Diandra Ga! Tapi jangan sepatu ini dong. Sepatu ini tuh limited edition. Kalau gue kasih ke Diandra, gue gak punya dong!"


"Gue beli 2x lipat dari harga lo beli tadi deh!Β  Lo bisa pakai duit itu buat beli sepatu yang lain!"


"Gak! Pokoknya gak mau Ga!!" teriak Laras. Gue terus berusaha membujuk Laras agar memberikan sepatu barunya untuk Diandra.


Gue tau Diandra sangat menyukai sepatu ini. Gue juga tau kalau ucapan Fabian tadi benar, sepatu ini udah jadi inceran Diandra. Gimana gue gak tau, hampir setiap hari dia membahas sepatu itu. Dia bilang dia akan nunggu sepatu itu dijual lah, dia mau pesen banyak lah, apalah itu. Semua dia ceritain ke Fany dan juga Vanya yang tentunya gue curi-curi dengar dari percakapan mereka.


"Gue beli dengan harga 3x lipat kalau gitu Ras!!"


"3x lipat? Lo serius Ga? Ini cuma sepatu loh Ga! Dan lo rela nguras tabungan lo demi sepatu ini? Demi Diandra???" seru Laras.


Gue terpaksa menguras uang tabungan gue demi sepatu-- ah bukan! Demi Diandra yang benar.


"Iya! 3x lipat. Gue rela keluarin duit banyak untuk Diandra!"


"Dasar lo bucin!!"


"Lo jomlo!!"


"Sial! Jadi lo serius bayar 3x lipat?"


"Gue sangat-sangat serius!!!"


"Oke deal! 3x lipat!!" Gue dan Laras akhirnya bersepakat tentang sepatu itu. Gue membayar 3x lipat dari harga awal sepatu itu.


Oke! Ini demi lo Ndra! Demi supaya lo bisa lihat keberadaan gue seperti lo melihat gue dulu!


"Jadi kapan lo kasih--"


"Nih gue transfer uangnya!!" gue menyodorkan hape gue ke mata Laras! Gue memperlihatkan transferan gue ke rekening dia dengan jumlah yang lumayan banyak.


"Wow! Tabungan gue nambah deh!!" gumam Laras.


"Sepatunya ada dikamar gue. Masih didalam kotak kok aman. Jadi kapan lo mau kasih ke Diandra tuh sepatu??"


"Hari pengumuman kelulusan!" jawab gue dengan nada sumringah. Akhirnya gue bisa ngasih sesuatu yang spesial buat Diandra. Semoga di hari itu juga gue bisa ungkapin semuanya. Semoga lo mau balik lagi sama gue Ndra!!


πŸ“Œ


"Diandra sekolah?"


"Iya cu! Buruan deh lo berangkat. Hari ini Diandra cantik banget!!" sahut suara dari seberang telpon.


"Okeehh..."


Tuuttttt...


Gue segera membawa motor gue membelah jalan menuju sekolah gue.


Hari ini gue sangat-sangat bahagia. Sepatu aman. Kejadian kemaren juga aman. Gue udah ancem semua orang-orang yang kemaren ada di koridor. Jadi mereka gak akan ada lagi yang berani buka mulut. Termasuk si kutu kupret Ridho.

__ADS_1


Gue menatap spion sebentar. Merapikan poni yang sedikit berantakan.


"Mau berantakan atau rapi gue tetep keren sih.."


Gue segera berjalan menuju kelas gue. Sekarang kelas gue ada di lantai dua.


Gue berdiri di depan pintu kelas. Tersenyum. Itu Diandra. Benar kata Alex di telpon tadi. Diandra cantik hari ini. Dengan bandana kuning yang berbeda dari yang kemaren.


Lo ganteng Ga. Dan Diandra cantik. Satu kesatuan yang pas.


"kak Nagra udah nembak gue--"


Gue mematung mendengar ucapan Diandra. Gue segera pergi keluar kelas lagi tanpa mau mendengar kelanjutan ucapan Diandra. Harapan gue ternyata udah hilang Ndra untuk milikin lo lagi!"


Gue segera kembali ke parkiran dan menyalakan motor gue untuk pergi dari sekolah ini.


πŸ“Œ


Me : Lo ada kelas gak???


Laras si beo 🐦


Kagak. Ibunya gak masuk kata Bu Alma. Jadi gue cuma nugas doang.


.


.


Me : Samperin gue di kafe biasa. Gue mau curhat..


Laras si beo 🐦


Aelah bos besar lagi galau? Lo tuh galau Mulu! Udah mau ujian juga!!


Me : Jadi lo mau temenin gue atau enggak???


Laras si beo 🐦


Oke bos. Otewe deh hamba...


Read..


Gue menatap eskrim didepan gue nanar. Gue yang buat lo jauh gue juga yang sakit hati Ndra.


Gue harus apa Ndra? Apa gue harus relain lo sama Nagra ya???


"Duh lo kenapa sih???" suara Laras tiba-tiba mengejutkan gue.


"Lo bisa gak datang gak usah ngagetin gue!!" sungut gue kesal.


"Lah Ga? Sejak kapan lo kagetan gini sih?? Alay binggoooo!!!"


"Lo datang tiba-tiba kek jelangkung aja!!" sahut gue.

__ADS_1


"Kan lo ngundang gue ****!! Kalau jelangkung kan kagak diundang! Gimana sih lo??"


"Aaahhh lo malah buat gue kesal sih Ras!!!"


Laras memejamkan matanya "Oke oke. Gue rela bolos demi lo. Jadi lo ceritain ke gue kenapa lo bisa nyangsang di kafe sepagi ini? Untung ya nih kafe punya Nagra jadi rela buka pagi-pagi gini demi lo!"


"Nagra sama Diandra udah jadian!!" ucap gue lesu.


"Hahhh??? Lo halu ya???"


"Gue denger sendiri dari Diandra waktu gue mau ke tempat duduk gue."


"Lo salah dengar kali? Atau lo salah paham."


"Enggak Ras! Mereka udah jadian! Diandra bilang ke Fany sama Vanya kalau Nagra udah nembak dia.!"


"Nembak belum tentu di terima Ga!!"


"Ras! Kita tau sendiri kan sedekat apa Nagra sama Diandra itu! Gue yakin kalau Diandra gak mungkin nolak Nagra!"


"Tapi kemungkinan di terima juga gak seberapa Ga! Lo tau kan Diandra punya Fabian! Yang kita berdua juga tau gak mungkin Fabian gak suka sama Diandra!"


"Tapi Ras--"


"Ga! Lo salah paham. Percaya sama gue. Gue tau Nagra suka sama Diandra. Tapi gue juga tau siapa sebenarnya yang ada di hati Diandra!!"


"Nih eskrim sayang kalau gak dimakan! Mending buat gue aja ya!!" Laras menarik semangkok eskrim milik gue. Dengan cepat gue menarik kembali mangkok itu.


"Enak aja! Ini punya gue!!"


"Jadi lo mau disini aja atau mau balik ke sekolah??" Laras menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Gue mau pulang. Mau tidur! Atau gue ps-an aja."


"Ga.. bentar lagi kan ujian! Katanya lo mau nunjukin ke Diandra kalau lo jauh lebih baik dari Nagra..."


Gue memejamkan mata sebentar. Mencoba mencerna ucapan Laras.


"Ras, gue heran deh kenapa sih lo berulang-ulang kali selalu ngomong gitu? Lo punya dendam ya sama Nagra? Sampai lo lebih dukung gue dibanding saudara lo sendiri?"


Laras tertawa "Ya kagak lah njay! Gue tetep dukung kak Nagra! Secara kak Nagra saudara gue sendiri. Cuma yaaa tetapp kalau urusan Diandra gue dukung lo!!"


"Mau balik kelas??" tanya gue.


Laras mengangguk "iya ***, gue harus balik ke kelas. Pelajaran kedua Bu Nania, ada ulangan."


"Gue anter??"


"Em.. gak perlu Ga! Lo kan berniat bolos! Kalau lo anterin gue lo ketahuan bolos lo bete jadi gue yang kena!!"


Gue tertawa mendengar ocehan Laras "Oke deh hati-hati ya kalau gitu. Belajar yang rajin yeee mantan!!"


πŸ“Œ

__ADS_1


__ADS_2