Hhuiu7hh

Hhuiu7hh
Diandra.9


__ADS_3

"Woy boncel!!!" teriak Vanya saat aku baru aja turun dari mobil Gaga.


Aku berlari menghampiri mereka. "Kalian pasti kaget kan kenapa gue bisa semobil sama ayang bebeb? Ya gak ya gak?? Kepo dong kaget dong tanyain gue dong! Gue lagi bahagia nih!!"


Fany menjepit hidungku.." lebih bagus Lo gue jepit hidungnya biar gak bisa napas terus gak bisa ngomong! Cerewet banget!!"


Aku mencubit pinggang Fany "sakittt hidungnya princess tau. Gue bilangin ke Gaga nih kalian kejam sama gue."


"Sakit anying!" sungut Fany sambil memegangi pinggangnya bekas cubitanku.


"Ya Tuhan princess di bilang anying!"


"Udah deh Ndra! Lo utang cerita sama kita-kita." seru Vanya sambil menarik tanganku.


Kita bertiga berjalan beriringan menuju kelas sambil sesekali tertawa menggoda siswa-siswi yang lewat.


"Andra.." panggil seseorang.


Aku mencari sumber suara. Ternyata dari lamtai dua. Kak Nagra.


"Kak Nagra? Ada apa?" tanyaku sambil tersenyum.


Kak Nagra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "E...eee gak papa sih. Cuma mau nyapa aja."


"Tadi Dirga sekarang kak Nagra. Kencang juga pelet Lo." bisik Fany.


Aku segera menginjak kaki Fany. Mampus Lo masih pagi udah kena bullyanku dua kali.


"Sakit!" teriak Fany.


"Mau ke kelas?" tanya kak Nagra sambil berjalan turun mendekati aku, Vanya dan juga Fany.


"Iyalah kak. Kemana lagi." jawab ku santai.


"E.. kak nagra--" Vanya berusaha buka suara. Tapi belum selesai dia bicara kak Nagra sudah memotongnya.


"Lo cari Rey? Dia lagi asik dikelas main pubg." sahut kak Nagra.


"Yah pacaran rasa jomlo." godaku.


"Ih bawel." Vanya berjalan cepat meninggalkan aku dan juga Fany.


"Anjey ngambek!" sungutku pelan.


"Vanya tungguin. Gue gak mau sendirian disini.." Fany berlari mengejar Vanya.


"Ekh gue kok--?" Belum selesei aku ngomong. Kak Nagra sudah memotong ucapanku. Orang ini emang hobby banget kayaknya motong ucapan orang.


"Udah yok gue anter ke kelas." ajak kak Nagra.


Aku mengangguk ragu. "Kak Nagra mau apa ke kelas gue?"


Kak Nagra tersenyum sambil merangkul bahuku. Aduh. "Mau anterin Lo lah biar gak di godain sama anak-anak yang lain."


Aku tertawa mendengar alasan kak Nagra ada-ada aja.


Tapi tiba-tiba aja tangan kak Nagra yang ada di bahuku di tepis gitu aja sama orang.


"Dia milik gue!" ucapnya penuh penekanan.


Aku terkejut melihat siapa yang menarik tanganku keras.


"Gue bilang jauhi Nagra! Kenapa Lo mau aja sih di rangkul sama dia kayak gitu?" bentak Gaga. Sorot matanya benar-benar tajam menatapku.


"Ga--" aku berusaha menyentuh tangan Gaga yang mengepal keras.


"Jangan sentuh gue wanita murahan!!" Teriak Gaga.


Aku terkejut mendengar ucapan Gaga. Tanpa aku sadar air mataku mengalir deras.

__ADS_1


"Ndra--" Gaga berusaha memegang tanganku.


"Apa? Aku murahan kan? Kamu mau apa?" tanyaku dengan suara bergetar. Aku tau sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Sudah pasti banyak siswa yang berlalu lalang di sekitar kami bertiga. Aku lihat juga Fany dan Vanya berdiri tidak jauh dari sana.


"Ndra sorry--" ucap Gaga pelan.


"Jauhin gue Ga!" pinta ku pelan.


"Ndra dengarin gue dulu." bentak Gaga.


"Ga sudah!" kak Nagra mencoba membelaku.


Dirga yang sudah penuh emosi terus membentak kak Nagra dan juga aku. "Lo diam! Ini urusan gue sama Andra!"


Aku menghapus jejak air mataku di pipi "Kak Nagra gue duluan ya ke kelas. Udah mau bel."


Aku berjalan cepat meninggalkan mereka.


Masih samar-samar aku dengar perdebatan mereka.


"Ndra? Lo kenapa?" tanya Vanya.


"Ayok ke kelas!" pintaku pelan tapi penuh penekanan.


Vanya dan Fany mengikuti langkahku ke kelas.


Aku segera duduk di bangku ku. Ah tidak. Aku meminta Raisa bertukar tempat duduk lagi denganku. Ku biarkan Raisa duduk di depan Gaga.


"Ndra udah dong jangan nangis." Vanya duduk di sampingku.


"Emang yah si Gaga mulutnya gak bisa di kondisikan banget." cerocos Fany.


"Lah si cilik kenapa pagi-pagi udah nangis aja." sahut Rafli.


"Ndra maaf gue tadi kelepasan" seru Gaga tiba-tiba.


"Kelepasan? Berarti benar kan gue itu cuma wanita murahan yang terus-menerus nempeliin kamu kemana-mana! Iyakan?" teriakku.


"Ndra dengerin gue dulu!!" pinta Dirga frustasi.


Kriiingg..... *Bunyi bel pokoknya ya.


Bel masuk berbunyi nyaring. Semua teman kelasku berlarian masuk kelas *aduh macam anak SD aja.


"Udah masukan. Mending Lo duduk di tempat duduk lo. Lo masih ingat kan tempat duduk lo?" sindirku pelan.


"Ndra kembali ke tempat duduk lo plis gue mohon."


"Selamat pagi anak-anak..." Alhamdulillah Bu Yasmin menolongku dari laki-laki ini.


Dirga mengumpat pelan. Ia langsung kembali ke tempat duduknya.


Sorry Ga. Sudah dua kali ini kamu bilang aku wanita murahan.


📌


Bel istirahat sudah berbunyi 10 menit yang lalu. Namun kelasku baru 5 menit yang lalu selesei mata pelajaran.


Fany menghempaskan pantatnya di bangku depanku. "sumpah ya itu bu Yasmin lama banget. Gue kelaparan taulah."


"Ngantin yuk." ajak Vanya.


Aku? Aku masih nyaman sama novelku. Untungnya aku tadi memasukkan novel kesayanganku ke dalam tas.


"Ndra. Ngantin yok." seru Fany.


Aku menutup novelku. Kemudian melirik mereka berdua. "Boleh deh."


Kita bertiga berjalan beriringan ke kantin. Penampilanku yang sedikit berantakan menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Gais. Gue ke toilet dulu ya. Mau cuci muka. Muka gue kusut banget." pamitku.


Mereka berdua mengangguk. Aku berjalan ke arah toilet. Sesampainya didepan toilet aku mendengar percakapan yang cukup yah cukup begitulah..


"Lo tadi dengar gak sih si Dirga teriakin Diandra wanita murahan gitu."


"Ekh iya, gue tadi dengar juga dari anak-anak. Lagian Diandra udah tau Dirga gak suka masih aja di kejar-kejar. Belum lagi dia cari muka sama kak Nagra."


"Gue akui sih Diandra sama Vina lebih cantik Diandra makanya kak Nagra mau sama dia. Tapi murahan Diandra deh kayaknya. Masak udah sama Dirga masih aja centil sama cowok orang."


"Secantik-cantiknya Diandra dia gak cocok pokoknya sama Dirga ataupun kak Nagra. "


Aku yang masih diluar toilet cuma bisa menahan tangis mendengar ucapan mereka. Kenapa efeknya sampai begini. Kenapa semua orang jadi jelek-jelekin aku kayak gini.


Niatku ke toilet ku urungkan. Ingin rasanya aku pulang kerumah.


"Ikut gue." tiba-tiba aja seseorang menarik tanganku.


"Kak Vina? Ada apa?" tanyaku saat tahu siapa yang menarik tanganku.


Dua perempuan yang tadi membicarakanku dan kak Vina segera keluar dari toilet melihat 2 orang yang dia sebut kini ada didepannya..


"Lo ada hubungan apa sama Nagra?" di hempaskannya tanganku sampai aku terjatuh.


Aku terhenyak kaget. Bukan! Bukan karena pertanyaan kak Vina. Tapi karena tempat aku sekarang berada. Gudang.


"Gue tanya! Lo ada hubungan apa sama Nagra?" teriak kak Vina.


"Gak ada kak. Gue sama kak Nagra cuma temenan aja."


"Lo bohong!" teriak kak Vina.


"Kak gue udah jujur sama lo. Gue gak ada apa-apa sama kak Nagra." jawabku.


Napasku tersengal. Aku langsung meraba semua kantongku. Astaga inhaler ku ketinggalan.


"Kak plis. Keluarin gue dari sini. Gue gak bisa napas kak." pintaku.


"Gue gak peduli. Gue ingetin ke Lo! Kalau Lo masih dekatin Nagra. Hidup Lo gak akan nyaman di sekolah ini." kak Vina segera pergi meninggalkanku.


"Kak Vina. Plis bantu gue." pintaku. Untuk bangkit aja aku gak sanggup.


"Kak Vinaaaa...."


Aku merogoh sakuku mencari handphoneku.


Fany🖕🏿


Berdering...


Plis Fan angkat. Tolong aku.


"Hallo Ndra? Lo dimana? Gue sama Vanya nunggu Lo sampai jamuran nih." teriak Fany dari sebrang telepon.


"Inhaler.."


"Astaga Diandra. Lo dimana?"


"Gudang."


"Tunggu ya gue sama Vanya kesana bawa inhaler Lo."


Telpon terputus. Aku cuma bisa menunggu. Gudang ini penuh debu. Bahkan gak ada satu titik pun yang bersih dari debu.


"Tolong...."


Siapapun plis tolongin aku.


📌

__ADS_1


__ADS_2