
"Ndra, lo disuruh ke ruang musik sama Dirga." ucap Raisa. 2 Minggu setelah pelaksanaan ujian, kami siswa kelas 3 langsung dihadapkan kesibukan untuk mengisi promnight. Termasuk aku dan juga Dirga. Pak Eko minta aku sama Dirga buat duet nyanyiin lagu kesukaannya dan istrinya.
"Oh oke deh, makasih ya Raisa, lo dicari Fabian tuh disuruh temenin makan dikantin." sahutku sambil tersenyum jail.
"Ah lo pasti ngerjain gue kayak si Olive waktu itu.." omel Raisa. Aku hanya tertawa mendengar omelannya, aku jadi teringat kejadian waktu itu, waktu si Olive nekat nyium Ridho didepan pintu kelas. Itu sih bukan bucind lagi. Tapi gila banget!!
"Fabian gak sejahat itu kok. Lo tolong samperin dia dikantin ya, bilangin gue gak ngantin soalnya gue mau latihan sama Dirga. Okehh!!!" aku segera pergi meninggalkan Raisa yang ku dengar masih mengomel.
Aku berjalan cepat ke arah ruang musik. Udah hampir 2 Minggu aku selalu kesini bareng Dirga, tapi bayangan tentang kejadian buruk itu masih aja terus-terusan datang. Aku memejamkan mataku kemudian menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Aku membuka pintu ruang musik pelan sampai terdengar suara decitan pintu dibuka "Sorry ya lama..."
Dirga tersenyum "Lo kan emang hobi banget ngaret Ndra, jadi gue udah biasa.." aku mengerucutkan bibirku sebal "Iya, iya gak usah manyun gitu. Ini tempat sepi kalaunya gue cium tuh bibir!"
"Dirga ihhh! Gak suka lo mesum gitu!!!" Dirga tertawa "Iya, iya. Lusa kita tampil nih. Kapan gladi kotor?"
"Tadi gue di kasih tau Rangga sih ntar sore kita udah bisa latihan di panggung. Kalau mau."
Dirga nampak manggut-manggut "Boleh tuh kita coba latihan dipanggung, gimana?"
"Em. Oke deh. Tapi kita latihan dulu kan disini?" Dirga mengangguk. Kami berdua pun latihan bersama untuk kesekian kalinya.
Begini saja pun aku sudah bahagia Ga. Tanpa perlu aku jadi pacar kamu, aku udah bisa liat kamu terus sekarang.
📌
"Ndra, setelah latihan gue langsung cabut ya.." Dirga menghampiriku dan mencomot es krimku.
"Ga! Sial lo itu eskrim gue dah ah!!" Dirga tertawa sambil menyerahkan kembali eskrim milikku "Secomot doang elaaahhh!!"
"Lo mau kemana?"
"Gue harus keluar kota malam ini. Tapi tenang sebelum acara dimulai gue janji gue udah disini."
"Awas ya kalau lo kabur!!"
"Ndra.. giliran lo sama Dirga tuh." Rangga si ketua panitia datang nyamperin aku sama Dirga.
"Yuk..." ajak Dirga. Aku mengikuti langkah Dirga. Tenang Ndra ini cuma latihan.
"Wagelaseeehhhh si boncel duet sama si pangeran es." goda Fany. Nih anak masih aja mulutnya suka nyibir terus. "Heh diem lo! Boncel boncel, gue gak boncel ya. Lo liat aja malam puncak nanti gue jauh lebih tinggi dari lo!"
"Iya-iya si boncel marah!!" sahut Vanya. Diantara kami bertiga, memang aku yang paling pendek diantara mereka. Tapi kan bukan berarti aku pendek-pendek banget.
Aku dan Dirga akhirnya menyanyikan sebuah lagu yang beberapa Minggu ini sering kita nyanyikan bersama. Dirga nyanyi tanpa ada kesalahan sedikitpun. Sempurna Ga.
"Jadi setelah nyanyi lagu ini berdua ada yang gagal move on nih?"
"Kak Nagra!!!" aku memeluk seseorang disampingku erat. Nih orang udah hampir seminggu gak bisa ku hubungi. "Kakak kemana aja sih??" aku melonggarkan pelukanku.
"Kangen sama aku?" aku mengangguk "Gak ada yang bisa aku gangguin kalau gak ada kakak." jawabku yang membuat kak Nagra sontak menarik hidungku.
"Kak ihh sakiiit!!!" aku mengelus hidungku yang sedikit memerah. "Jadi baper gak nih habis nyanyi ini????"
__ADS_1
Aku menggeleng "Kalau aku nyanyinya sama Rizky Nazar atau Jefri Nichol baru aku baper."
"Yeeee haluuu lo Ndra!!" aku tersenyum, kak Nagra kembali memperlakukanku istimewa.
"Ndraaa.." Dirga tiba-tiba nyamperin aku dan juga kak Nagra. "Gue harus pergi sekarang. Gak papa kan? Gue rasa kita gak perlu latihan lagi. Lo tadi udah perfect banget di panggung."
Aku tersenyum "Serius gak latihan lagi? Lo gak bisa ya pulang lebih awal kesininya? Biar kita bisa latihan gitu sekali lagi."
"Aaah bilang aja lo takut jauh-jauh dari gue kaaannnn" goda Dirga.
"Heh no goda-goda Diandra ya..." sahut kak Nagra. Aku tertawa mendengar ucapan kak Nagra "Mampus lo dimarahin piaraan gue."
"Sial lo gue dibilang piaraan!!" sewot kak Nagra.
"Ya udah, gue balik duluan ya. Gue usahain secepatnya gue balik okehh.." Dirga berlalu meninggalkan aku dan juga kak Nagra.
"Dirga...!!!" Aku berteriak memanggilnya. Semoga dia mendengarnya..
Dirga berbalik "Kenapa?"
"Hati-hati.." jawabku kemudian ia mengangguk dan melanjutkan langkahnya lagi..
"Ciye ciye ciye...."
"Kak Nagra ihh. Aku kan cuma bilang hati-hati aja gak boleh ya? Kalau dia gak hati-hati terus dia kenapa-napa ntar aku gak ada teman duet."
"Hahaha iya-iya Diandra sayang. Yuk makan. Kamu pasti belum makan kan?"
Kak Nagra menarikku melewati kerumunan siswa yang sedang asik menonton acara gladi kotor kami.
📌
"Gue udah hubungi Dirga berkali-kali Ga. Tapi sama Dirga gak angkat. Gue udah chat gak juga dibalas. Mungkin dia masih didalam pesawat." jawabku kesal.
"1 jam lagi kalian harus tampil. Takutnya Dirga gak bisa datang.." aku tidak menghiraukan ucapan Rangga.
Aku harus berpikir positif sama Dirga. Tadi pagi dia bilang, pesawatnya take off sekitar pukul 4 sore. Sekarang udah hampir jam 8. Harusnya dia udah turun dari pesawat.
"Tunggu ya, gue yakin Dirga pasti gak telat." ucapku meyakinkan Rangga.
Rangga mengangguk kemudian ia pergi meninggalkanku sendirian.
Ya Tuhan. Lindungi Dirga. Aku mohon...
Aku terus menghubungi Dirga. Bahkan sekarang hapenya gak aktip.
Tiba-tiba Laras datang menghampiriku dengan mata sembab "Ndra.." Laras langsung memelukku erat dan menumpahkan air matanya lagi diperlukan ku..
"Hey Ras? Ada apa? Kenapa lo nangis kayak gini?" tanyaku..
Kak Nagra datang beberapa saat kemudian dengan keadaan yang sama berantakan nya kayak Laras.
__ADS_1
Aku melepaskan pelukan Laras "Kak lo apain nih si Laras sampai dia nangis gini.."
"Ndra..." Kak Nagra langsung menarikku kedalam pelukannya. Kemudian ia menangis.
"Kak ada apa? Jelasin sama aku!!" aku melepaskan pelukannya. "Plis jelasin ke aku. Kalau kalian cuma datang kesini terus cuma untuk peluk aku sambil nangis mending ntaran aja kalau acara udah selesei.." omelku..
"Pesawat yang Dirga tumpangi kecelakaan.."
📌
Aku segera berlari ke arah tempat informasi di bandara. Disana sudah ada Alex, Asen, Ridho dan juga Iqbal. Dan ada banyak orang lagi yang aku gak kenal sama sekali..
"Pak saya mau lihat daftar korban kecelakaan pesawat barusan." ucapku saatku lihat petugas melewatiku..
"Oh baik mbak tunggu sebentar." bapak itu segera pergi dan datang dengan selembar kertas di tangannya.
"Ini mbak daftar penumpang yang ada didalam pesawat itu." aku segera mencari nama Dirga disana..
Dan ternyata benar..
Ini pesawat Dirga..
Aku terduduk lemas di lantai bandara.
"Ndra.." kak Nagra membantuku untuk duduk di kursi tunggu. "Kak ini mimpikan? Ini aku mimpikan??? Ras! Jawab gue! Ini semua mimpikan??? Dirga yang ada di daftar ini bukan Dirga Davidson kan? Bukan Gaga ku???" aku menangis menyadari semua ini.
Ini semua pasti cuma mimpi..
Aku bangkit berdiri berjalan ke arah Iqbal.
"Bal! Diantara cecungutnya Dirga cuma lo yang paling dekat sama dia. Lo pasti sekongkol kan untuk ngelakuin ini semua. Dirga pasti lagi sembunyi disini. Dia lagi buat kejutan ya sama gue?"
Kosong. Gak ada jawaban dari Iqbal. Gak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Iqbal. Yang ada hanya suara sesenggukan dia menangis..
"Bal! Jawab gue. Gue mohon! Bilang kalau ini cuma settingan! Dirga gak mungkin ninggalin gue!!"
"Ndraa..." aku menangis didalam pelukan kak Nagra.
Benarkah?
Ini pasti cuma mimpi burukku aja. Gak mungkin Dirga ninggalin aku..
"Kak. Bangunin aku dari mimpi aku plis. Ini pasti bukan kenyataan. Kakak tau Dirga bilang ke aku kalau dia janji dia akan datang. Dia janji ke aku dia gak akan telat. Dia akan nyanyi bareng sama aku.."
"Ndraa. Udahh ya. Lo harus tenang. Lo coba relain Dirga. Kita semua juga kehilangan Dirga gak cuma lo."
Aku melepaskan pelukan kak Nagra dengan kasar "Apa yang harus gue relain lagi kak? Gue udah kehilangan Dirga dari dulu. Disaat gue baru ngerasa gue milikin dia, kenapa kakak justru nyuruh gue buat relain dia lagi? Dirga itu masih hidup! Gue percaya itu."
"Gue percaya Dirga bertahan buat gue. Dia pasti bertahan buat gue.." gumam ku pelan. Tiba-tiba pandanganku mengabur. Semuanya buram dan lama kelamaan gelap.
Satu suara yang terakhir aku dengar sebelum aku benar-benar merasakan kehampaan..
__ADS_1
"Diandraaa....."
📌