
Gue menatap perempuan yang beberapa bulan ini menjaga jarak dari gue. Dia lebih leluasa tertawa dibanding awal-awal kejadian buruk itu.
"Olive!! Lo suka sama Ridho kan??? Nih ada bukunya Ridho lo boleh ungkapin isi hati lo disini. Gue jamin dia gak akan marah!!"
Olive menatap Andra takut-takut. "Beneran Ndra??"
"Iya buruan! Dia kemaren cerita ke gue kalau dia suka juga sama lo!"
Gue dan teman-teman gue yang ada disitu cuma berusaha ngempet ketawa. "Dia suka sama aku Ndra??"
"Iya kalau gak percaya tanya aja tuh ke Alex, Dirga mereka kan satu kawalan. Pasti mereka tauu..."
"Dirgaa..." gue berusaha memasang sikap cuek
"Hm..."
"Dirga.. itu beneran Ridho suka sama aku??" tanya Olive.
Diandra menendang kaki gue pelan sambil mengedipkan matanya "Ga, Ridho beneran suka sama Olive kan???"
"Ehh.. iyaa dia suka banget sama lo..." wajah Olive terlihat sumringah.
"Yes!!!" Olive berjalan keluar kelas. Entah apa yang mau dia lakuin. Gue cuma berharap dia gak ngelakuin hal yang buat dia malu.
"Lo gila Ndra!! Cari masalah aja lo sama si Ridho. Lo tau kan Ridho kalau marah semua kata-kata kasar keluar!!" sahu Alex.
Diandra tertawa "Lah si bodo teiing!!!"
Tiba-tiba adegan mengejutkan terjadi didepan pintu kelas. Diandra membalikkan badan dan menghadap gue kemudian tertawa terbahak-bahak "Anying tuh cewek!!! Berani banget!!!"
"Ciye dicium si bunga bangkaiii..." seru Diandra saat Ridho masuk ke kelas. "Pasti lo ya yang ngompor-ngomporin si bunga bangkai buat cium gue?"
"Ih kagak!! Itu mah inisiatif si bunga bangkai!!"
"Awas ya lo! Gue balas ntar!!" Ridho kembali ke tempat duduknya. Masih dengan Olive yang menempel padanya. "Duh Liv! Lo kan punya tempat duduk sendiri! Kenapa gak duduk ditempat lo aja sih???"
"Sekarang aku duduk sama kamu!!" ucap Olive malu-malu. Gue tertawa melihat muka konyol Olive. "Ndra!! Sumpah ini lo kedua tau gak!! Lo tobat malah si bunga bangkai yang jadi ikutan lo!!"
Gue terdiam. Gue jadi ingat tentang semua tingkah konyol Diandra. Diandra yang meminta Raisa bertukar posisi. Diandra yang selalu mengikuti setiap langkah gue. Diandra yang selalu meneriakkan nama gue ketika gue lagi latihan futsal. Gue menatap Diandra yang justru tertawa mendengar ucapan Ridho.
"Aku yang dulu bukanlah yang sekarang!! Cinta gak bisa dipaksakan men!! Ya lok Ga???" Diandra tersenyum ke arah gue. "Ekh??? I.. Iyaa.."
"Yah si bos gugup gitu? Kenapa? Mulai jatuh cinta lo sama si bocil??" bisik Alex.
"Diam lo nying!!"
2 menit kemudian, bel masukan berbunyi. Bu Citra masuk ke kelas berbasa basi sebentar kemudian mengabsen.
__ADS_1
"Olive Priningrum.."
"Hadir bu.."
Bu Citra terdiam "Loh Liv? Kok kamu duduk dibelakang? Biasanya didepan sama si Anik?"
"Anu bu, lagi clbk sama si Ridho buuu.." sahut Diandra dan membuat seisi kelas tertawa.
"Sialan lo Ndra!!!"
Diandra hanya menjulurkan lidahnya sambil menarik kelopak mata kanannya "Bodo amat!!"
"Oh jadi Ridho sama Olive pacarannya? Saya kira sama si Mala anak kelas sebelah?"
"Loh bu!! Saya emang sama si Mala!" sahut Ridho tak terima.
"Dah Dho, terima nasib aja!!!" ucap gue pelan sambil tertawa.
"Ya sudah-ya sudah gak usah ribut lagi. Ibu lanjutkan ya mengabsennya.."
Seisi kelas masih sedikit bersuara karena gosip baru tentang Olive dan juga Ridho.
๐
"Anak Jepang kok sekolah disini!!"
Gue sekarang ada ditengah-tengah lautan manusia. Sepertinya dugaan gue benar. Ridho membalas Diandra dengan mempermalukannya didepan anak kelas XII.
Gue mendengar suara isakan dari depan gue. Benar saja, Diandra sedang menangis menahan malu didepan gue. Tanpa pikir panjang gue segera memeluknya. "Jangan Nangis. Kalau lo nangis, Ridho bakalan makin senang!!"
"Gue.. hikss.. malu.. hikss.. Ga.. gue malu.."
"Heh Dho!! Mau dia anak Jepang, mau dia lagi bocor itu bukan urusan lo!" teriak gue kesal. Nih anak emang minta gue bogem!!
"Wah anak Jepang ngadu ke harimaunya!!"
"Dengerin gue ya! Jangan ada yang ngeluarin kata-kata kasar lagi ke Diandra! Awas aja! Bubar kalian semua! Atau gue aduin ke bu Alma??"
"Ah lo gak seru Ga!!"
"Ah Dirga gak usah sok jadi pahlawan deh!!"
"Bacot lo semua! Minggir gak? Atau mau gue hajar satu-satu??"
Akhirnya mereka semua bubar. Gue segera membawanya ke mobil gue. Untung kali ini gue bawa mobil.
"Ntar mobil lo kena darah gue gimana??" ucap Diandra pelan.
__ADS_1
Gue nampak berpikir tentang ucapan Diandra. Gue segera membuka bagasi belakang dan meletakkan kain kotor di kursi yang akan diduduki Diandra.
"Agak kotor sih kainnya tapi seenggaknya itu bisa nahan darah lo supaya gak merembes ke kursi atau bahkan kemana-mana."
"Makasih.." ucapnya pelan sambil terus menundukkan wajah merahnya.
Gue mengangguk. Kemudian gue memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi. Segera gue membawa mobil gue membelah jalanan menuju rumah Diandra.
๐
Anying group
Me : Weh bgsd!! @Ridho berak lo gila ya!! Bisa-bisanya malu-maluin Diandra didepan umum kayak tadi!!!
Ridho berak
berisik Ga! Buruan balik pak Havil udah masuk!!!
Me : Gue cabut! bawain tas gue! Lo buruan kerumah gue! Ada yang mau gue kasih ke lo!
Asen
Hoaaaahhh ada apa nih gaiis? Sorry gue baru bangun. Gue di alpa ya??
Alex xx1
Heh curud! Sekolah anjing! Malah tidur!!
Asen
Gue ngantukzzz...
Nagra naga
Woy adek-adek kelas gue yang tersayang! Bisa diam gak? Gue lagi kuis nih!!!
@Ridho berak lo apaiin boncel kesayangan gue???
.
.
Huft..
Boncel kesayangan. Kok gue miris ya bacanya Gra? Apa lo sama Diandra serius menjalin hubungan? Apa gue udah gak bisa ambil Diandra dari lo??
๐
__ADS_1